<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660</id><updated>2011-12-29T05:24:53.922+08:00</updated><title type='text'>Kepingan hidup Cik Lili</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>73</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-5729028350103947153</id><published>2011-12-29T05:21:00.003+08:00</published><updated>2011-12-29T05:24:53.931+08:00</updated><title type='text'>Waktu Shubuh</title><content type='html'>Waktu Shubuh udah tiba niiih.&lt;br /&gt;rasanya seger bener ya kalau kita bisa bangun sebelumnya dan menikmati adzan berkumandang. Langit yang masih gelap ditingkahi suara motor yang nyaring. Semua bergegas menuju-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, terimakasih untuk pagi yang indah ini. Suara menyeru padamu, bertalu-talu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yuuuks, Shubuhan dulu. Baru nanti dilanjut ngetik laporan :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cheers,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;riri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-5729028350103947153?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/5729028350103947153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=5729028350103947153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5729028350103947153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5729028350103947153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/12/waktu-shubuh.html' title='Waktu Shubuh'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-6600884277597988869</id><published>2011-10-04T00:10:00.001+08:00</published><updated>2011-10-04T00:12:44.520+08:00</updated><title type='text'>Drama Tiga Bakak-Pernikahan Mbak Nastiti Handayani</title><content type='html'>Babak I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi...kamu udah tahu, siapa yang bakal nikah?” tanya seorang teman sembari berbisik. Beberapa kepala saling mendekat. Mereka menurunkan volume suara. Ini adalah misi penting. Kami harus tahu siapa pelaku utama dari misi ini. Mereka, termasuk saya juga sih, hmm, maksudnya kami :D memasang telinga baik-baik atas siapa, bagaimana, dan dimana misi itu akan terjadi. Kami sudah tahu kalau kami, tim 9, salah satu tim yang dipilih untuk menunaikan misi itu. Misi pernikahan Islami. Kurang dari tiga minggu sebelum pernikahan, kami mendapat kabar bertugas menjadi panitia tanggal 2 Oktober 2011. Senang sekali mendapat kabar itu. Karena rata-rata dari kami, inilah yang pertama kalinya menghadiri pernikahan yang tata cara-nya sesuai dengan syariah Islam: pengantin perempuan tidak langsung disandingkan dengan pengantin pria ketika ijab qabul. Selain itu terdapat pemisahan antara tamu perempuan dan pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ternyata, nih ya .. aku dapet bocoran. Akhwat-nya anak sini(RISKA). Tapi ikhwannya bukan..,”ucap salah seorang dari kami. Saat itu kami sedang berada diruang ibadah MASK. Setelah mendengar kabar itu, tiba-tiba ada yang berucap “alhamdulillah yaa...” Saya tergelak mendengar reaksi-nya itu. Ia bersyukur karena calon pengantin pria-nya bukan anggota atau lebih tepatnya pengurus RISKA. Kemudian teman lainnya, mengucapkan hal yang sama. “Alhamdullilah. Iya aku juga. Waktu nunggu kabar ini, aku deg-degan,” loh.loh.loh...hmmm semburat merah muda sudah menjalar di RISKA rupanya. ternyata. ..oh ternyata. ”Trus kalo anak RISKA..bakal patah hati dong,”ucap saya sekena-nya sambil melipat mukena. Saat itu kami baru saja selesai sholat shubuh setelah semalaman mengikuti Moslem Youth Night (MYN) ke-6. Si embak yang ditanya, hanya mesam-mesem. “Ah Riri...” Hanya itu jawab-nya. Saya tidak menanyakan lebih lanjut padanya mengenai pada siapa hatinya tertambat dan pada siapa cerita asmara-nya itu Ia bingkai. Justru saya khawatir tergiur tidak dapat menjaga amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama pengantin perempuan baru kami dapatkan pada siang hari-nya. Oalah, mbak Nastiti Handayani alias mbak Yani, tooohh. Whuaah, selamattt. Kami ikut senang dan terlalu senang malah. Para petugas jaga alias pager betis, mendapat bahan kain untuk dijahitkan. Wajah teman-teman dan termasuk saya, terpancar bahagia. Kain warna marun itu kami remas dan peluk. Mau nangkep aura. Biar ketularan cepet nyusul, katanya. hihihi. Ada-ada aja. Bahkan si Budhe Anti lebih gegap gempita diantara kami. “Gue mau matching-in baju ini. Pokoknya harus perfect,”ucapnya sembari melihat-lihat kain yang baru saja diterima-nya. Saya senyam-senyum sendiri memandangnya. Tapi sekaligus juga terharu. Sebegitu menghargainya si Budhe atas pemberian kain tersebut. Bahkan Ia sampai membeli majalah fesyen khusus busana muslim. “Ada banyak contoh disini, Riri. Gue-kan belum pernah jahit gamis,”dengan mimik serius Budhe memperhatikan lembaran majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari kami lalui dengan saling berkoordinasi. “Nanti jangan lupa ambil jilbab-mu ya, Ri. Udah kusimpan di loker SDTNI. Warna Merah-putih,”tulis Buntil dalam pesan elektronik singkatnya. Buntil-lah yang menjadi koordinator untuk tim 9. Dia tuh yang paling telaten mengingatkan kami atas segala hal detil, termasuk berinisiatif ke Tanah Abang pada minggu siang. “Ya ampun, Bun, apa ga capek abis MYN. Serius mau lanjut?” ucap saya meyakinkannya saat Ia ingin membelikan kami semua, jilbab merah-putih. Eh, tapi tenang... kan ada Chici yang dengan sigap membopong si Buntil kalo pengsan, hihihi. Disiang yang terik, mereka berdua membelah keramaian Tanah Abang. Entah ditemani siapa lagi, namun saya yakin hanya semangat dan keikhlasan-lah yang tetap membuat langkah mereka terayun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kabar pernikahan itu terdengar, saya mulai bertanya-tanya, mengapa kami yang menjadi petugas, juga belum mendapat kabar tentang siapa nama pengantin dan dimana lokasinya. “Prosesnya ga sampai satu bulan, Ri. Apalagi karena ini ga pacaran, sangat menjaga. jadi khawatir ada perubahan ditengah jalan,”ucap Mbak Yani, mentor kami, orang pertama yang memberi kabar pada saya. Kabarnya, bahkan sampai sebelum ijab qabul diikrarkan, masing-masing calon pengantin masih melakukan sholat istikharah. “Daripada retak ditengah jalan, lebih baik menanggung malu walaupun undangan sudah disebar,”jelas mbak Yani dilain waktu saat menjelaskan proses pernikahannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinteraksi dengan para senior yang turut mempersiapkan walimatul Ursy ini, membuat saya terlibat pada pembicaraan: konsep pernikahan Islami. “Pasangan itu cerminan diri kita lho. Kita mau pasangan seperti apa, ya kita sendiri ya membentuk,”sahut mbak Salma saat kami berkunjung kerumahnya. Dalam hati saya bilang: “hm, nice!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya inilah proses pernikahan sesuai syariah Islam kedua yang saya ikuti. Tahun lalu, saya menghadiri pernikahan teman kantor. Begitu kagetnya saya ketika mendengar bahwa kedua mempelai berkenalan melalui sebuah forum kajian Al-Qur'an di internet. Mereka sama-sama alumni Universitas Padjadjaran (Unpad). Namun berbeda jurusan. Yang lebih mengagetkan lagi, teman saya itu begitu muda. Baru lulus kuliah. Baru magang sebagai pegawai di kantor tempat saya bekerja. “Kok, si Manto bisa yakin, sih,” tanya saya pada teman-teman dalam perjalanan kami menuju tempat resepsi di Bandung. Lebih mengagetkan lagi waktu teman lainnya bilang, “Tahu ga, nanti si Manto ngasih hadiah surat Ar-Rahman loh sebelum ijab Qabul,” Kemudian saya menimpali: “baca maksudnya? Teman lainnya menyahut: “Bukan. Bukan dibaca, tapi dihapal. Gak pake contekan,” Saya mencoba memeriksa, berapa jumlah ayat Ar-Rahman. Busettt. Banyak ajah. En si Manto bisa hapal segitu banyaknya? Saya baru tahu tentang pernikahan semacam itu. Saya baru kenal surat Ar-Rahman, saya baru tahu ini dan itu. Ada banyak hal yang saya tidak tahu.-maklum belum masuk RISKA :p-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu memasuki ruang resepsi yang terletak dibawah Masjid, auranya terasa beda. Selain arah masuk tamu pria dan wanita dipisah oleh ilalang buatan, lagu Opick diperdengarkan. Jeb. Rasanya menancap kesanubari. Aura-nya beda dari resepsi biasa. Syahdu. Khusuk. Saya diam. Teman-teman saya yang semula pecicilan, sama reaksinya seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan reaksi yang sama saya dapatkan pada pernikahan mbak Yani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lanjut...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-6600884277597988869?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/6600884277597988869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=6600884277597988869' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6600884277597988869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6600884277597988869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/10/drama-tiga-bakak-pernikahan-mbak.html' title='Drama Tiga Bakak-Pernikahan Mbak Nastiti Handayani'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-5951024211705873552</id><published>2011-05-30T15:01:00.000+08:00</published><updated>2011-05-30T15:02:33.688+08:00</updated><title type='text'>The Opening</title><content type='html'>In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful&lt;br /&gt;Praise be to Allah, Lord of the Worlds,&lt;br /&gt;The Beneficent, the Merciful.&lt;br /&gt;Owner of the Day of Judgment,&lt;br /&gt;Thee (alone) we worship; Thee (alone) we ask for help.&lt;br /&gt;Guide us on the straight path,&lt;br /&gt;The path of those whom Thou hast favored;&lt;br /&gt;Not (the path) of those who earn Thine anger nor of those who go astray.&lt;br /&gt;(1 : 1-7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Translation of Surah Al-Fatiha (The Opening)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-5951024211705873552?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/5951024211705873552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=5951024211705873552' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5951024211705873552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5951024211705873552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/05/opening.html' title='The Opening'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-572517442552123613</id><published>2011-05-30T14:58:00.001+08:00</published><updated>2011-05-30T15:00:15.143+08:00</updated><title type='text'>Salam dan Kasih Sayang</title><content type='html'>Pertama kali merasakan pelukan dan ciuman hangat, ya di mesjid ini. Selalu ketika bertemu antara satu dengan lainnya, kami mengucapkan: “Assalamu'alaikum warahmatullah,” Sungguh keakraban itu langsung terjalin di Masjid Agung Sunda Kelapa melalui divisi Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA). Padahal antara satu dengan lainnya tidak saling mengenal. “Kamu siapa?”tanya Chici, teman SDTNI 41 ketika tiba-tiba ada gadis muda yang 'ujug-ujug'datang, menyalaminya dan mencium pipi. Ada pelukan hangat seperti teman lama saja. Lalu gadis muda dengan wajah ceria itu bilang: ”Loh, kan katanya sesama anak RISKA, kalau bertemu saling bersalaman dan mencium pipi,” Saat itu kami baru saja mulai akrab dengan sesama RISKA-der lainnya. Baru gabung ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya juga ga terbiasa dengan pelukan hangat, cipika-cipiki sesama akhwat (perempuan). Terlalu banyak basa-basi. Biasanya kalau bertemu teman, hanya menyapa: “Haii, gimana kabar lo?,” Ya, tetep sih menyambut dengan nada gembira. Tetep beda banget ketika dari kejauhan kita melihat teman. Begitu mendekat langsung disambut dengan salam, “Assalamu'alaikum, adik. Sibuk apa sekarang?” glek... “uuhmm, ehmm, Wa'alaikum salam, embak..engga sibuk sih. Cuma sok sibuk,” halah. Kok jadi salah tingkah gini sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak cuma dengan satu orang. Tapi juga dengan semua orang yang ada disana. Empat-lima, bahkan sampai sepuluh orang kita bisa mengucap salam berikut menanyakan kabar secara berurutan. Ya, itu tergantung seberapa banyak orang yang ada disitu. Kadang ngerasa capek sendiri. Dalam hati: “Bisa kan ya, kita cuma melambai untuk menandakan kita menghargai keberadaan mereka,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyat. Ketika bertemu, berucap salam. Saat perpisahan, juga ada salam berikut doa. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh memiliki arti “Semoga kedamaian dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu.” Maha suci Allah...indaaah banget artinya. Seringkali dengan mengingat makna-nya, membuat saya terharu. Bahkan bisa menangis. Itu yang cukup ampuh meluruhkan ego saya untuk tidak menahan lagi mengucapkan salam. Ada kasih sayang didalamnya. Tapi selain itu, sebuah salam juga berarti sebagai pengingat (dzikr) pada Allah SWT, pengingat diri serta pernyataan bahwa kedekatan kita membuat aman orang sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sudah diungkapkan oleh Ibnu Al-Arabi didalam Ahkamul Qur’an: “Tahukah kamu arti Salam? Orang yang mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahwa ‘kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, bahwa Salam berarti, (i) Mengingat (dzikr) Allah SWT, (ii) Pengingat diri, (iii) Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim, (iv) Doa yang istimewa, dan (v) Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya sih udah hebat banget bisa mengucapkan salam secara lancar *ciieeeh, eh bener ga sih gue lancar tur ikhlas- insya Allahhh* Ketimbang dulu yang pecicilan. Sampai sekarang sih juga masih. Tantangan saya adalah membiasakan mengucapkamn salam tidak hanya di RISKA tapi juga dikehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang suka masih kaget kalau ada yang menjawab dengan salam yang lengkap. Pernah pada suatu kali sepulang dari rumah kakak mentor saya, mbak Yani, saya berucap salam. Kemudian beliau menjawab: “Wa'alaikumsalam Wraahmatullah,” langsung saya berbalik badan “wadu, panjang bener mbak salamnya,” Kemudian mbak Yani mengatakan: “Salam itu-kan doa Riri,” Saya hanya bisa cengengesan gak jelas sambil manggut-manggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang seringkali membuat saya tersentuh, kami semua dieratkan bukan semata karena anak RISKA, komunitas Sunda Kelapa. Tapi karena ada ikatan kasih sayang sesama muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Segala puja-puji hamba haturkan pada-Mu ya Allah. Tuhan pemilik Arsy yang megah. Sekiranya bukan karena kasih sayang-Mu, maka hamba tidak kau pertemukan dengan orang-orang yang tawadhu dan istiqomah seperti mereka. Tetapkanlah hamba untuk berada di jalan-Mu”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-572517442552123613?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/572517442552123613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=572517442552123613' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/572517442552123613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/572517442552123613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/05/salam-dan-kasih-sayang.html' title='Salam dan Kasih Sayang'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-5254586424951944550</id><published>2011-03-16T00:03:00.001+08:00</published><updated>2011-03-16T00:10:37.213+08:00</updated><title type='text'>By your side... each day and night...</title><content type='html'>By your side...&lt;br /&gt;each day and night&lt;br /&gt;is where I want to be&lt;br /&gt;sharing every &lt;br /&gt;hope and dream&lt;br /&gt;for all eternity...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diambil dari blog mbak Dina a.k.a Zaidinil Khusna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hhh..hhhh..hh...bikin melting banget ga sih!&lt;br /&gt;mendekati jam 12 malam nih.udah mau pulang kosan rencana-nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba-tiba penasaran mengintip blog mbak Dina(http://faradyscake.blogspot.com/2010_02_01_archive.html)...eeeh, ada pesen singkat yang efeknya membuat tidak singkat, heh..hehe.hee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tadinya mata mengantuk..tuk..tuk..malah jadinya rada seger. tapi kok malah bikin sedih, terharu. hhmm, bakal kebayang-bayang nih kata puitis itu sampai tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, by your side...&lt;br /&gt;each day and night...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-5254586424951944550?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/5254586424951944550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=5254586424951944550' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5254586424951944550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5254586424951944550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/03/by-your-side-each-day-and-night.html' title='By your side... each day and night...'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-5465442779040810337</id><published>2011-03-14T22:44:00.004+08:00</published><updated>2011-03-16T00:20:51.091+08:00</updated><title type='text'>Tak hanya CUKUP</title><content type='html'>Belajar Qur'an itu tak kenal kata CUKUP. Membaca dengan tartil hukumnya adalah wajib. Tartil adalah membaca sesuai dengan hukum-hukum pembacaan. Misalnya nun sukun atau tanwin bertemu mim atau tasjid. Suara mulut kita juga akan berbeda dengan ketika sebuah tanda baca bertemu huruf hijaiyah lainnya.&lt;br /&gt;rumit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Satu hal lagi nih yang menjadi pencerahan buat saya, kita tidak boleh mengistimewakan ayat tertentu. "Nanti ketika di hari akhir, ayat-ayat Qur'an bersaksi bahwa mereka merasa dianaktiri-kan dengan ayat lainnya,"ucap Ustadzah Tatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow...ucapan beliau bikin saya malu. lhah, piye...membaca Qur'an bagi saya adalah membaca rutin Yasin, Al-Waqiah dan Ar-Rahman. itupun karena "disuruh" Ustad Yusuf Mansur, sang Ustad sedekah. Ya, Allah...mbaca pedoman wajib umat muslim hanya karena ingin rejeki. "Padahal setiap ayat Al-Qur'an memiliki keistimewaan masing-masing,"tandas Ustadzah menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termangu mendengarnya. jadi tambah malu. baca Qur'an kalo ga buat rejeki ya buat mendekatkan jodoh. ampun deh..riri..riri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-5465442779040810337?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/5465442779040810337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=5465442779040810337' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5465442779040810337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5465442779040810337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/03/tak-hanya-cukup.html' title='Tak hanya CUKUP'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-3680103554433333585</id><published>2011-03-14T21:47:00.006+08:00</published><updated>2011-03-16T00:18:56.541+08:00</updated><title type='text'>Pagi yang sibuk</title><content type='html'>Pagi ini saya sibuk....&lt;br /&gt;jiaaahhh, sibbukk. ah sok sibuk kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluar sesudah shubuh-yah tepatnya ga bener-bener sesudah shubuh sih-terus langsung menuju Mampang Prapatan. Disana sudah ada Ustadzah Tatik yang menunggu dengan ketujuh teman sesama murid Tahsin beliau. waduh sebetulnya gak enak juga datang selalu telat. Harusnya memang jam 5.00 teng ba'da shubuh langsung ke tempat belajar Tahsin- Al-Hikmah. Tahsin dimulai tepat jam 06.00. wiiih, masih gelap dong ya jalanan sepagi itu. tinggal naik bus Trans Jakarta sampai ke halte Mampang. terus tinggal dilanjutkan  sampai Jalan Bangka deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya sudahlah akhirnya belajar membaca Qur'an terpaksa langsung masuk ke surat Al-Lahab dan Al-Fath. seharusnya kalau pada minggu sebelumnya datang, saya bisa membenarkan Tajwid mulai dari Surat Al-Fathihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya sudahlah. besok bener-bener harus on time. jam 5.00 teng!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-3680103554433333585?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/3680103554433333585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=3680103554433333585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3680103554433333585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3680103554433333585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/03/pagi-yang-sibuk.html' title='Pagi yang sibuk'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-7869484679764707419</id><published>2011-01-20T00:27:00.002+08:00</published><updated>2011-01-20T00:50:36.475+08:00</updated><title type='text'>Feel looser</title><content type='html'>Kalo udah ngerasa diri sendiri 'feel looser', denger lagu Waving Flag-nya K'naan, jadi semangat lagi menghadapi hidup. *Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher, See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-7869484679764707419?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/7869484679764707419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=7869484679764707419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7869484679764707419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7869484679764707419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/01/fell-looser.html' title='Feel looser'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-7099717632208824092</id><published>2011-01-19T23:48:00.001+08:00</published><updated>2011-01-19T23:50:33.060+08:00</updated><title type='text'>Tukang Pisang Dadakan</title><content type='html'>“Selamat pagi, Bu. Kami dari Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA), sedang menggalang dana untuk penyuluhan gigi dan santunan buku di Kampung Monyet, Cipinang. untuk itu kami menjual pisang. Siapa tahu Ibu berminat,"ucap saya pada calon kostumer pertama. Ibu yang berusia 70 tahun-an itu memperhatikan saya mulai ujung kepala sampai ujung kaki. "Emangnya kamu jual pisang apa sih. Oh ada ya Kampung Monyet itu?" Dengan semangat 45, saya menjelaskan kembali visi RISKA mengadakan kegiatan yang akan dilaksanakan akhir Februari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian dia bertanya," trus kenapa kamu mesti jauh- jauh dari Cipinang ke sini?" Kembali saya menekankan kalau kami ingin memulai dari sekitar Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu masih keheranan dengan kedatangan saya dan Tania di minggu pagi yang cerah itu. Ketika Ia memutuskan untuk melihat persediaan pisang kami, langsung dengan isyarat tangan saya panggil Tania yang memarkirkan motor diseberang jalan. Kami memang mengatur strategi: saya mencari target pembeli&lt;span style="font-style:italic;"&gt; door to door.&lt;/span&gt; Sedangkan Tania selalu stand by dimotor yang memuat kardus pisang diboncengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tania perlu berhati-hati memutar stang motor untuk dikemudikan ke seberang jalan. Setelah teman sesama RISKA-der tersebut sampai didepan pintu gerbang, ia tidak turun. Saya langsung menghampirinya dan menurunkan beberapa ikat pisang Sunrise dan ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alammakk, beberapa sudah ada yang bonyot karena tertumpuk dengan pisang lainnya. Hanya pisang ambon saja yang tetap kuning segar dan masih kokoh. Saya menabahkan diri untuk tetap stay cool. Dalam hati saya bilang, Insya Allah kalau niat kita baik, kostumer akan menghargai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, ini Bu, pisangnya. Semuanya kami pukul rata Rp. 50 ribu/ikat,"dengan wajah sumringah namun kembali mencoba menabahkan diri pada respon negatif yang akan timbul. sontak Ibu itu keheranan. Walaupun Ia tinggal di jalan Madiun Menteng, dimana sepanjang jalan tersebut berjajar rumah gedongan dengan halaman luas, tetap ia terkaget-kaget. Sudah bisa ditebak, pertanyaan selanjutnya, "Kok mahal banget?" Untung hitungan matematis sudah saya persiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan bahwa berat rata-rata per-ikatnya hampir 1,5 kg. Di Carrefour, pisang sunrise dipatok sekitar Rp. 15 ribu/kg. Itupun isinya 4-6 pisang. Sedangkan pisang yang saya bawa berisi 8-9 pisang. Justru harga lebih tinggi, itu bagian dari pencarian dana. Intinya pada sang Ibu saya bilang kalau beliau gak akan rugi-rugi amat beli pisang seharga Rp. 50 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut putihnya sesekali terkibaskan oleh angin pagi yang sejuk. Wajah bijak-nya fokus meneliti pisang yang saya gelar di halaman depan yang beralaskan semen. Ternyata si Ibu tidak familiar dengan sunrise. "Boleh kok kalau Ibu mau coba," awalnya Ia menolak. Katanya Ia tidak sampai hati memakan dagangan untuk pencarian dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena saya langsung menyodorkan satu pisang untuknya, ia mau menerimanya. Pisang dipotong separuh. Separuh sisanya Ia sodorkan pada beberapa pembantunya yang ikut mengelilingi saya, "nyoh jare koe durung ngerti rasane pisang Sunrise," pembantumya malah segan dan menolak halus. Tak sampai 2 menit, ada keputusan besar buat kami. "Ya sudah, saya ambil satu dulu saja ya mbak,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung Ibu masuk kedalam rumah kemudian keluar lagi dengan menyerahkan Rp. 50 ribu. Kwitansi saya keluarkan.  Disana selain tertulis nama dan jumlah nominal transaksi, juga tertulis nama saya, no HP, email pribadi, website serta email RISKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami berpamitan pulang, ia bertanya, gimana caranya kami membawa 10 sisir pisang itu door to door dengan motor. Wajar saja banyak yang bertanya. Melihat motor Tania jenis Yamaha Mio, ditunjang tubuh kami berdua yang kecil tapi turut dibebani kardus berukuran sedang, kok ngelihatnya riweuh banget, hahahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami jelaskan kalau pisang-pisang itu ditumpuk didalam beberapa tas jinjing. Sedangkan kardus itu saya dudukkan dipangkuan. Karena tertumpuk-tumpuk, wajar saja mengapa hampir semua pisang bonyot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Si Ibu paham. Ia melepas kami berdua dengan pesan "sukses ya mbak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari kostumer pertama kami belajar banyak hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kita nggak boleh under-estimate orang alias memandang sebelah mata.  Belum tentu kostumer yang pakaiannya sederhana, gak bisa membeli produk kita. Begitu juga sebaliknya. Belum tentu orang dengan pendapatan berlebih mau merelakan uangnya untuk mendapatkan produk yang kita tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman berjualan dalam beberapa tahun ini, kerelaan kostumer menyisihkan uangnya untuk kita tidak selalu karena kebutuhan. Seringkali karena hubungan baik dan kejelasan tujuan kita berjualan, mereka simpatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kembali lagi semuanya bersumber pada niat. Kalau niat kita baik, jujur, adil dan terbuka, orang yang baru kenal-pun tanpa pikir panjang mempercayakan uangnya pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya banyak belajar dari menjual parfum. "Alah dasar lu bilangnya tulus bantu orang tapi lu dapet bagian juga kannn,"ucap teman saya mengomentari atas keuntungan yang saya dapatkan dari berjualan parfum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bilang, memang dari awal saya ga kepikiran untuk mengambil margin penjualan. Saya hanya berpikir kalau saya bisa dijadikan mediator antara penjual dan pembeli tanpa keluar biaya operasional, kenapa harus ambil margin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya partner bisnis saya justru yang sadar diri. Katanya, harga penawaran pada pembeli memang sudah terrmasuk biaya reseller semacam saya. Kalaupun harga jual diturunkan dengan mengambil upah saya, itu akan merusak harga pasar. Memang benar, harga pasar rusak setelah saya memberi diskon besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan pernah malu.malu untuk susah, malu untuk angkat-angkat serta malu menawarkan ke setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Inilah bedanya perlakuan terhadap wartawan dengan penjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai wartawan majalah bisnis, saya terbiasa menerima previledge, akses yang terbuka dan fasilitas yang mungkin tidak saya dapatkan jika saya tidak berprofesi seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda banget dengan ketika saya dagang. Hmm...kadang dilirik aje kagak. Paling banter mereka menolak dengan halus. Sama seperti kejadian dikawasan Menteng hari minggu lalu. "Maaf mbak, baru saja pembantunya beli pisang," atau "wah kalau hari libur kayak gini, biasanya yang punya rumah baru bangun jam 10, mbak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhh....hhhh...kemarin sih gak terasa perih hati dibegitukan, soalnya itukan bukan mata pencaharian saya. Jadi masih kerasa enteng menghampiri dari satu rumah kerumah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tappii, sepulang dari jadi sales pisang dadakan, akhirnya saya mengerti gimana susahnya cari uang. Pedddiiih banget pastinya jika itu adalah mata pencaharian utama dan kita ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kapanpun, dimanapun, kita harus selalu meyakini kalau Allah itu dekat. Kalaupun kita sendiri menjajakan dagangan, ada Allah yang selalu menemani. Laku atau tidaknya dagangan kita, selain karena kualitas produk dan strategi pemasaran, itu semua karena ada Allah yang mengatur. Kita akan bertemu calon kostumer semacam apa, juga karena campur tangan Allah. Basmallah dan hamdallah selalu tercurah padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kita sering pakai kata "tapi". Tapi gue kan gak punya modal, tapi gimana dong nanti kalau ga ada yang suka, tapi minggu pagi-kan orang lebih suka beristirahat, tapi mana mungkin ada yang beli harga pisang yang mahal gitu...dan sederet "TAPIi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to Edoy-bapaknya Rendra- yang menyemangati saya untuk mencoret TEBAL-TEBAL kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada yang gak mungkin. Asal ada kemauan dan kerja keras, semuanya menjadi mungkin. Bahasa keren-nya mah: Let's do the best, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah will do the rest"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-7099717632208824092?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/7099717632208824092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=7099717632208824092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7099717632208824092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7099717632208824092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2011/01/tukang-pisang-dadakan.html' title='Tukang Pisang Dadakan'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-117593834992732767</id><published>2010-12-30T23:12:00.001+08:00</published><updated>2010-12-30T23:13:58.223+08:00</updated><title type='text'>Menu Ikan Mahal</title><content type='html'>Ini aku tergelitik pingin banget cerita lucu. Pagi-pagi sedang mengerjakan laporan, dimilis NCC (milis kuliner) ada anggota yang share pengalaman menu ikan Koi goreng. Wakkkss, gimana ya rasanya ikan mahal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku punya piaraan 5 ikan koi. Karena air kolamnya ga pernah diganti, 3 koi mati. Waktu temanku tanya sàma pembantunya, "dikubur dimana?"..eeh si pembantu dengan polosnya bilang, " sudah digoreng, Bu" whaaatyttsss... Kemudian dilanjutkan "juga sudah dimakan. Ini tinggal satu sisanya" Itu si 'mba sampai bingung antara sedih, kecewa dan malah pingin ketawa satir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita makan ikan mahal sebetulnya pernah terjadi dikeluarganya. Lebih tepatnya terjadi pada om-&lt;br /&gt;nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya kurang lebih 20 tahun yang lalu si Om sore-sore pulang abis beli ikan Arwana Gold yang lumayan gede seharga 20 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah dikasihlah ke pembantunya -maksud hati biar ditaro akuarium- apa daya si Asisten Rumah Tangga (ART) rada polos, dibawalah ikan itu ke dapur disiangi dan digoreng!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malem si Om makan ikan dengan lahapnya, katanya uenak banget.... Dipanggillah si ART trus ditanya, itu ikan apa.... Dengan polos si ART jawab 'ingkang dibetha bapak wau' (yg dibawa bapak tadi-red) dan saat itu juga si om langsung pingsan.... Beneran pingsan abis makan ikan 20jt yg umurnya cm 1,5 jam......&lt;br /&gt;Tragis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diceritakan hal itu, temanku gak bisa berhenti ketawa. Dan apa yang terjadi dengan om-nya 20 tahun lalu juga terjadi padanya pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman itu memunculkan pendapat teman milis lainnya. Sama-sama ikan Arwana. Kalau yang satu ini suaminya pemelihara semua jenis binatang, termasuk Arwana. Tiba-tiba Arwana-nya loncat dari akuarium. Akhirnya mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami temanku tega menyuruh isterinya menggorengnya. Temanku sih gak tega. Bahkan gak berniat makan. Dia minta pembantunya membersihkan. Asli, saking kerasnya, sang ART harus nyabutin sisiknya pake Tang satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cerita kayak gini sama teman maya, dia malah nyeletuk: "makin banyak, ya orang kaya di Indonesia sehingga Arwana aja bisa mampir ke meja makan" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi makan ikan Mujaer udah turun kelas sosial dong yaaa.....&lt;br /&gt;ah tetap aja aku mah pingin berteriak: Hidup Lele!! (ikan sejuta ummat)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-117593834992732767?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/117593834992732767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=117593834992732767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/117593834992732767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/117593834992732767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/12/menu-ikan-mahal.html' title='Menu Ikan Mahal'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-8131603097906508442</id><published>2010-12-21T00:21:00.000+08:00</published><updated>2010-12-21T02:58:38.887+08:00</updated><title type='text'>Bercerita</title><content type='html'>aaargg, dari tiga jam lalu saya ingin menulis kisah persahabatan antara saya, Jie Meilind, dan Chen Laoshi... sayang sekali karena harus mengirimkan beberapa email untuk narasumber, kini sudah terlalu mengantuk untuk bererita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita sudahi saja ya. besok aja, sekalian sapa tahu ada update gosip lainnya ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam manis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-8131603097906508442?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/8131603097906508442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=8131603097906508442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8131603097906508442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8131603097906508442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/12/bercerita.html' title='Bercerita'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-902620238701409734</id><published>2010-12-15T04:10:00.003+08:00</published><updated>2010-12-15T04:18:15.287+08:00</updated><title type='text'>ngenet</title><content type='html'>hhh..hhh, saking "addict"-nya sama ngenet (istilah bermain internet saat kuliah), jadi malas pulang dari kantor...&lt;br /&gt;"ah kamu percuma dong punya BB tapi masih aja pulang pagi,"tukas teman saya mengomentari. nggg...masalahnya saya ikutan paket BB Telkomsel yang hanya bisa berkirim dan menerima email serta chatting seperti YM dan BBM. gak ada itu urusan browsing. maklum cuma Rp.65 ribu/bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yup bagooosss, keadaan itu bisa saya nikmati sampai tanggal 6 Januari 2010. mana Wi-Finya gak terkoneksi. padahal kalo pake laptop, ketangkep dengan sinyal penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hrrhhhrrhr.....&lt;br /&gt;nasib...tapi tetep alhamdullilah bisa membeli BB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-902620238701409734?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/902620238701409734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=902620238701409734' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/902620238701409734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/902620238701409734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/12/ngenet.html' title='ngenet'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4468589860984703626</id><published>2010-12-14T23:59:00.003+08:00</published><updated>2010-12-15T01:17:15.541+08:00</updated><title type='text'>Hiruk pikuk dunia</title><content type='html'>Keikhlasan hidup anak manusia teruji setiap hari. bahkan kalaupun kita bilang: "gue iklhas kok dengan keadaan ini," pada kenyataannya, tidak sesuai dengan perkataan. kini dihadapan saya, ada seorang teman maya berkeluh kesah. tentang hidup, tentang kekecewaan. tentang asa yang terbelenggu dan tentang harapan yang tak tersalurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan ini saya tahu betul begitu ikhlas menjalani roda kehidupan.wataknya keras.gigih tapi akhirnya beberapa tahun terakhir pernyataannya selalu berakhir dengan nada tak bersemangat. ada marah dalam dirinya.kecewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa kali perbincangan kami melalui YM, selalu membuat saya sedih. sedih karena ia tak bersemangat lagi.sedih karena ia menahan amarahnya.sedih karena ia selalu memendam ketidaksukaan.sekaligus saya kecewa karena Ia selalu mengingat-ingat masa lampau.&lt;br /&gt;"Gue cerita gini Ri, bukan berarti pingin mempengaruhi kamu tapi ya itulah lingkungan kita,"   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya "excited" mendengar ceritanya tanpa membantah. namun lama kelamaan saya justru sedih. dibalik keceriaan yang ditunjukkan pada teman lainnya, sesungguhnya ada marah dan segudang kekecewaan. sobat karib saya itu begitu baiknya sampai saya tidak ingin Ia diliputi rasa marah berlebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalagi ketika mengetahui pendapatannya terpangkas karena sebuah sistem. "Trus mba hidup pakai apa?"tanya saya agak takjub dengan penghasilannya yang merosot drastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah Ri, rejeki mah dateng dari mana saja,"tulisnya dalam obrolan kami. lagi lagi sepertinya kami lebih nyaman jika berbicara-dari-hati-kehati via YM.&lt;br /&gt;akhirnya karena ada hal lainnya yang perlu diobrolkan via telepon, saya langsung menghubunginya. suaranya pasrah.ikhlas. dia bilang agar saya segera mengambil keputusan apakah tetap bertahan atau mencari pegangan hidup lainnya. "mumpung kamu masih muda, Ri. kembangkan talenta-mu sebaik-baiknya,"ulasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya bagi saya, itulah cara Allah menunjukkan sebuah "insight" melalui realita hidup. Dalam ayat 20-21; Surat Al-hadid, disebutkan bahwa dunia ini sesungguhnya hanya permainan dan sesuatu yang melelahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan berserah pada Allah dan melakukan pekerjaan sebaik mungkin, mudah-mudahan kita tidak dilenakan oleh kemewahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-untuk seorang sobat karib, aku tahu kamu disana sedang sakit. tidak saja merasakan sakit dibadan akibat terapi setiap minggunya,tapi juga merasakan sakit direlung kalbu terdalam. smoga keikhlasan itu tetap terpancar dalam hati dan tindakanmu-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4468589860984703626?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4468589860984703626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4468589860984703626' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4468589860984703626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4468589860984703626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/12/hiruk-pikuk-dunia.html' title='Hiruk pikuk dunia'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4280683820163659914</id><published>2010-11-24T23:05:00.004+08:00</published><updated>2010-11-24T23:22:27.011+08:00</updated><title type='text'>obrolan siang</title><content type='html'>Dalam status YM-nya, mas Bayu menulis; I love you. hope you love me too. Don't cry for me....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu secara iseng saya menyapanya: "lagi jatuh cinta-yaaa..."&lt;br /&gt;dalam jarak yang terentang, dia menulis: "wah seharian cuma komentarmu yang paling menarik dan jitu,"&lt;br /&gt;lalu dia bilang, teman-teman lainnya mengira dia sedang melow dan bahkan bertanya sebetulnya apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut ternyata itu adalah bagian dari lirik lagu Don't Cry for me Argentina.&lt;br /&gt;namun pembicaraan kami berlanjut pada masalah pernikahan. "hayo mas Bayu kapan menikah?? atau aku ya yang ketinggalan berita %$%^&amp;^&amp;&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia malah balik bertanya, kapan saya sendiri melepas lajang. dengan penuh optimisme saya bilang, insya Allah tahun 2011. seperti tidak yakin, mas Bayu kembali menanyakan memangnya calonnya sudah jelas. lalu saya bilang kalau saya belum tahu siapa Si Pangeran Kodok itu. "Tapi kalau kita meyakini tahun depan punya jodoh, dengan kekuatan pikiran dan doa, "the universe" akan mendukung kita. insya Allah bisa menikah,"tuts keyboard berdetak merangkai kalimat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lama kemudian, obrolan kami berhenti. entah mungkin dia jengah dengan pertanyaan sekaligus pernyataan saya tadi. dan dia offline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;untuk mas Bayu, dulu saya dan teman-teman kampus mengenalmu sebagai lelaki kharismatik yang cool, cerdas dan bersahaja. saya doakan perempuan terbaik dalam hidup-mu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4280683820163659914?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4280683820163659914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4280683820163659914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4280683820163659914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4280683820163659914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/11/obrolan-siang.html' title='obrolan siang'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-527427293225924622</id><published>2010-11-24T20:31:00.002+08:00</published><updated>2010-11-24T22:03:12.695+08:00</updated><title type='text'>kendali diri</title><content type='html'>Hari ini seharusnya saya panik.harusnya saya marah.harusnya urat nadi saya berdetak lebih kencang dan harusnya dada saya sakit mengingat kejadian siang tadi. Tapi yang ada, saya malah tersenyum,tenang dan malah berkata dengan santai pada salah seorang manajemen yang saya kirimi e-mail dengan nada peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdullilah saya mampu melalui semuanya dengan tenang. ini agak berbeda dengan sosok saya beberapa tahun lampau. saya mudah panik, mengeluarkan kata keras dan pedas.cemberut dan gerak tubuh saya sradak sruduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kok bisa ya ada perubahan sedemikian drastis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin memang ada baiknya dulu saya pernah sebegitu buruknya punya perilaku. kalau tidak begitu saya gak akan belajar menjadi pribadi yang lebih baik. sementara ini memang sudah mulai bisa mengelola emosi: kalau sedang beruntung-tidak terlalu bungah. sedangkan kalau sedang buntung: juga gak terlalu bersungut-sungut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang masih agak sulit mengendalikan diri. tapi akhirnya saya ingat perkataan seseorang bahwa berat-ringannya persoalan, tergantung dari bagaimana cara kita memandangnya. hal-hal kecil bisa menjadi satu persoalan besar ketika kita membesar-besarkannya. kalau anak gaul sekarang bilang: lebay :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-527427293225924622?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/527427293225924622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=527427293225924622' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/527427293225924622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/527427293225924622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/11/kendali-diri.html' title='kendali diri'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-8693345424404288490</id><published>2010-11-11T00:26:00.003+08:00</published><updated>2010-11-11T00:47:23.260+08:00</updated><title type='text'>zona nyaman</title><content type='html'>Ini cuma masalah berani atau tidak. berani untuk keluar dari zona nyaman dan tegar untuk mau susah. "ah kalo lu jadi pengusaha, segagal-gagalnya, paling cuma dua taonan. abis itu insya Allah bisa bangkit,"ucap Edoy tetangga kubikel saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dus dia masih menganalisis. gak ada ruginya jadi pengusaha. karena kalaupun gagal, kita masih bisa balik ke orang tua atau sodara. atau apes-apesnya hubungan kita yang tidak harmonis dengan keluarga, masak iya sih gak ada teman karib yang mau nolongin. tokh, kita belum ada tanggungan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merahnya sama: pasti ada banyak jalan berwirausaha. jadi ingat hadis yang mengatakan: sembilan dari sepuluh pintu rejeki berasal dari berdagang. hmmmmm. menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salah satu Paman saya pernah mengatakan: "lu inget-inget niih. gak semua keuntungan dagang berupa uang. misalnye lu jualan telor. bisa jadi telor ketemu telor. ape sebab? ada saatnye telor lu itu belum laku. daripada kadaluarsa, telor bisa dimasak atau dibikin buat bikin kue. kuenya dijual,"ucapnya berapi-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, kapan saya berani keluar dari zona nyaman?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-8693345424404288490?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/8693345424404288490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=8693345424404288490' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8693345424404288490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8693345424404288490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/11/zona-nyaman.html' title='zona nyaman'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-9174628100164381426</id><published>2010-11-09T23:56:00.003+08:00</published><updated>2010-11-10T00:19:55.854+08:00</updated><title type='text'>Dunia ditangan, akhirat dihati</title><content type='html'>"tuh orang kaya banget. tapi kira-kira bahagia, ngga ya??,"ucap salah seorang kawan karib saya setiap berhadapan dengan sosok pengusaha suskes. &lt;br /&gt;lucu juga ya. kenapa dia selalu mempertanyakan itu. "Ah lu aja yang sirik dan gak mampu seperti dieee,"ucap saya nyerocos..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi setelah dipikir-pikir lagi, ada benarnya juga pertanyaan tadi. kita sebagai manusia cenderung mematok ukuran keberhasilan pada orang lain yang lebih berkecukupun. patokan itu semakin meningkat kala kita menemukan sosok orang yang lebih kaya. begitu seterusnya. lelah. capek mata karena kadang kita terlalu silau dengan gemerlapnya harta. juga sekaligus capek hati mengingat ketiadaan rasa syukur pada apa yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan salah. saya juga seringkali merasa demikian. sibuk berkarir, meluaskan jejaring dan berusaha menambah pundi-pundi uang melalui berdagang. semua itu beralur cepat dalam hidup sampai suatu ketika saya mendengar tukang cuci dikos berucap syukur alhamdullilah saat Ia bisa makan sahur hanya dengan segelas teh manis saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sontak saya memburunya dengan pertanyaan: "trus ibu gak laper siang-nya? trus Ibu kuat? beneran, Bu?" hanya senyum simpul yang diatunjukkan. "yah abis mau makan apa lagi neng Ibu-mah syukurin aja makanan yang ada. Dikasih orang, syukur. gak dikasih juga kagak apa-ape,"ucapnya dengan logat Betawi yang kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana ingatan saya kembali disegarkan. terkadang saya terlalu menuntut diri untuk meraih A-B-C dengan kalkulasi logika. kalau kita meraih dunia dengan segenap kekuatan daya dan pikiran, apa yang kita inginkan pasti terengkuh. padahal ada banyak variabel yang membuat keinginan kita itu akhirnya tandas. Jangan sampai ketika ingin meraih dunia, kepentingan akhirat terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir logis itu adalah keharusan. Hanya saja tidak bisa semua dihitung dengan materi. hal yang tidak bisa dihitung itu adalah kebahagiaan. ohh, jadi ini maksud dari ungkapan seorang sahabat hati yang mempunyai motto hidup: "Dunia ditangan, akhirat dihati,"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-9174628100164381426?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/9174628100164381426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=9174628100164381426' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/9174628100164381426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/9174628100164381426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/11/kebahagiaan.html' title='Dunia ditangan, akhirat dihati'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-6104089802273384575</id><published>2010-11-09T23:08:00.004+08:00</published><updated>2010-11-09T23:55:26.410+08:00</updated><title type='text'>senang-bersalah</title><content type='html'>Hari ini saya senang-sekaligus bersalah. senang karena bersua kembali dengan sahabat karib semasa di Jogja. sekaligus bersalah karena walaupun sudah dua tahun belakangan ini dia tinggal di ibukota, kami jarang bertemu. berulang kali dia meminta saya menyambanginya. namun karena alasan klise seorang pekerja, saya selalu menampik tawarannya. "halah mbok nginep nang apartemenku, cik. tante-ku ra ono,"ucapnya yang setahun belakangan ini memanggil saya dengan sebutan: Cik!. kemudian saya kembali menolak dengan segudang alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasa bersalah itu bertambah ketika malam ini saya membaca blog-nya yang pernah kami buat bersama tahun 2005-2006. saat itu kami masih kuliah. demam blogger begitu kencangnya menerpa anak perkuliahan. setelah kepindahan saya ke Jakarta, Ia mempercayakan kata kunci blog-nya pada saya. "Ra popo, mbak, ben blog-ku nggenah ae,"ulasnya. Ia sengaja memberikan kata kunci tersebut untuk saya benahi desain-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tak menyangka sahabat karib saya itu tetap rajin menulis. bercerita tentang sahabat karib kami lainnya, teman-temannya dikantor, sampai masalah percintaannya. Saya kagum sekaligus menyesal. ternyata ada banyak cerita yang tidak saya tahu. saya absen mengunjunginya. saya alpa menghubunginya. saya sempat terlupa kalau masih memiliki sahabat "gojek-kere". satu harapan dihati, mudah-mudahan kepekaan hati saya tidak tumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;maafkan saya Cece.namun satu hal yang pasti, rasa sayang itu tetap ada buat-mu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-6104089802273384575?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/6104089802273384575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=6104089802273384575' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6104089802273384575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6104089802273384575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/11/senang-bersalah.html' title='senang-bersalah'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1811114680304318605</id><published>2010-08-05T19:30:00.003+08:00</published><updated>2010-08-05T19:40:22.927+08:00</updated><title type='text'>Semburat Merah Muda</title><content type='html'>Hari ini aku jatuh cinta lagi...&lt;br /&gt;dengan orang yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detak ini sama rasanya seperti ketika sembilan tahun lampau aku mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak mampu berkata apa-apa lagi&lt;br /&gt;benar...&lt;br /&gt;hari ini aku jatuh cinta lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1811114680304318605?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1811114680304318605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1811114680304318605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1811114680304318605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1811114680304318605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/08/semburat-merah-muda.html' title='Semburat Merah Muda'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-7933979887639664958</id><published>2010-01-12T11:14:00.000+08:00</published><updated>2010-01-12T11:15:46.381+08:00</updated><title type='text'>kota magnet</title><content type='html'>Pandangan saya tak bisa lurus kedepan. Berkali-kali badan setengah berputar mengubah posisi duduk memandang papan penunjuk suatu kota. Semakin jauh papan penunjuk itu semakin kecil dari arah belakang mobil yang kami tumpangi. Gelisah. Kota itu seperti magnet buat saya. Tak rela meninggalkan-nya. Ada sejumput kenangan. Menyebutnya bisa membuat hati tergetar. Dikota itu saya pernah mengenal arti persahabatan dan cinta. Memori dua tahun silam saat kami pernah memetakan “visi 2010”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;........lamat-lamat terdengar petugas tol Jasa Raharja mengucapkan selamat datang kembali ke Jakarta........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-7933979887639664958?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/7933979887639664958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=7933979887639664958' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7933979887639664958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7933979887639664958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2010/01/kota-magnet.html' title='kota magnet'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4452372119470884251</id><published>2009-12-25T00:06:00.000+08:00</published><updated>2009-12-25T00:07:00.949+08:00</updated><title type='text'>Terlalu lama</title><content type='html'>ga sadar saya sudah meninggalkan blog ini terlalu lama...lama sekali...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4452372119470884251?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4452372119470884251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4452372119470884251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4452372119470884251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4452372119470884251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2009/12/terlalu-lama.html' title='Terlalu lama'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1481608763737006103</id><published>2009-12-24T23:49:00.004+08:00</published><updated>2009-12-24T23:58:11.650+08:00</updated><title type='text'>Isi kembali</title><content type='html'>Apa yang salah dengan saya?&lt;br /&gt;Seharian dikantor tapi ga ada satu laporan-pun yang berhasil terealisasi. kalau dipikir-pikir, iya kali ya, saya terlalu sosial.&lt;br /&gt;hmppphhh...sosial? Gitu sih yang dibilang oleha kakak saya. Bagi saya kata sosial lebih diartikan sebagai ingin-tahu-banyak karakter-orang-dan-kebutuhannya- &lt;br /&gt;Ada banyak pikiran berkelebatan. Satu belum kelar, lalu saya bisa beralih pada lainnya. Sama seperti malam ini. Saya terinspirasi menulis di blog kembali setelah membaca hampir 50 persen isi blognya &lt;a href="http://batbatabatari.blogspot.com"&gt;Sang Dewi Pengetahuan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya yang menarik, menggerakkan saya untuk curhat lagi diblog sendiri ini.&lt;br /&gt;Pingin rasanya mengganti template blog yang kadung menampung curhatan patah arang, asa en juga sampai patah hati..hiks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutralah. yang sudah berlalu, yo monggo berlalu-la...iddih appaan sii**&lt;br /&gt;Ok ini saatnya mulai nulis lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps: jadi inget minggu depan udah taun baru 2010, kan ya? Sudah hampir setaun saya ga membisikkan cerita pada teman-teman diblog ini :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1481608763737006103?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1481608763737006103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1481608763737006103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1481608763737006103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1481608763737006103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2009/12/isi-kembali.html' title='Isi kembali'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-5372885470211160365</id><published>2008-09-04T22:06:00.010+08:00</published><updated>2008-09-04T22:29:57.637+08:00</updated><title type='text'>Berlibur Bersama Keluarga Waipo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_whNTwyiI/AAAAAAAAAII/V4qmw_EAj_0/s1600-h/Piknik+gelar+tiker.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_whNTwyiI/AAAAAAAAAII/V4qmw_EAj_0/s320/Piknik+gelar+tiker.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242172944581446178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_uz7ZlqhI/AAAAAAAAAIA/nanVS4sZZtI/s1600-h/SiWaipo+.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_uz7ZlqhI/AAAAAAAAAIA/nanVS4sZZtI/s320/SiWaipo+.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242171067168303634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_uH7kk_aI/AAAAAAAAAHw/3q7uCjNqVnA/s1600-h/Ibu-anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_uH7kk_aI/AAAAAAAAAHw/3q7uCjNqVnA/s320/Ibu-anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242170311300152738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_tp24nQaI/AAAAAAAAAHo/6GwZ8G8YjvY/s1600-h/Singgih+jaring+monyet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_tp24nQaI/AAAAAAAAAHo/6GwZ8G8YjvY/s320/Singgih+jaring+monyet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242169794645934498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_tQOVLG5I/AAAAAAAAAHg/ezrK9uDF2-Q/s1600-h/Singgih+Utan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_tQOVLG5I/AAAAAAAAAHg/ezrK9uDF2-Q/s320/Singgih+Utan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242169354263141266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singgih yang lucu. Singgih yang polos.&lt;br /&gt;Terimakasih untuk keluarga Waipo atas akhir pekan kita.&lt;br /&gt;Terimakasih untuk keceriaan yang ditularkan.&lt;br /&gt;Aku tak mampu menggantinya dengan apapun jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceria kita saat itu, mampu menghapus luka.&lt;br /&gt;Candaan kita kala itu, mampu meruap sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragunan, Juli 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-5372885470211160365?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/5372885470211160365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=5372885470211160365' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5372885470211160365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5372885470211160365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/09/berlibur-bersama-keluarga-waipo.html' title='Berlibur Bersama Keluarga Waipo'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_whNTwyiI/AAAAAAAAAII/V4qmw_EAj_0/s72-c/Piknik+gelar+tiker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1439706659154637783</id><published>2008-09-04T21:35:00.005+08:00</published><updated>2008-09-04T22:06:42.611+08:00</updated><title type='text'>2008.09.09</title><content type='html'>Lima hari lagi. 09.09,2008 atau bila dalam penulisan mandarin : 2008.09.09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tanggal dan bulan dijumlahkan, hasilnya tetap 9. Kadang saya berpikir, kenapa tidak tahun lalu keinginan itu muncul: 09.09.2007. Jika tanggal, bulan, tahun dijumlahkan, hasilnya tetap 9. Angka 9 bisa merujuk keberbagai filosofi angka dari berbagai budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Asmaul husna atau nama baik Allah berjumlah 99.&lt;br /&gt;2. Dalam kepercayaan budaya Tionghoa, angka 9 -selain angka 8-yang dilafalkan Jiu berarti angka tertinggi dan diharapkan membawa keberuntungan. angka 9 yang dilafalkan “ciu”, dengan padanan makna dengan kata yang memiliki arti “abadi”, “langgeng”, “lama” ataupun “lestari”. Sehingga dengan mengucapkan angka 9, mengandung doa dan harapan agar sesuatu yang diinginkan itu bisa berlangsung selama-lamanya. Misalnya, harapan berbahagia sampai selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tanpa disadari, tanggal 9 jatuh dihari selasa dimana itu adalah hari kelahiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, apapun itu, semuanya hanya kebetulan saja. Insya Allah, lahir dan batin saya siap menjalani semuanya. Seminggu terakhir saya hanya bisa berdoa dengan maksud hati dan pikiran lebih mantap. Semoga dengan ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1439706659154637783?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1439706659154637783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1439706659154637783' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1439706659154637783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1439706659154637783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/09/20080909.html' title='2008.09.09'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-742239171626351451</id><published>2008-09-04T20:20:00.010+08:00</published><updated>2008-09-04T22:04:53.716+08:00</updated><title type='text'>Guru Shaolin Kami, Yang Laoshi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_qx2X30cI/AAAAAAAAAHY/VRfFTL60fnU/s1600-h/Yang+Laoshi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_qx2X30cI/AAAAAAAAAHY/VRfFTL60fnU/s320/Yang+Laoshi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242166633412678082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kami bertiga: jie Meilind, Rikka Mei-mei dan saya hanya bisa terbengong ria. Hari itu kami kedatangan guru baru dari Zongguo (baca: cungkuo=Cina). Yang Laoshi (baca : laoshe= guru) merupakan panggilan hormat kami padanya. Dialah yang menggantikan Liu Laoshi yang pulang ke provinsi Shecuan, Cina dua bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si guru ganteng itu betul-betul membuat kami bengong. Tutur kata-nya cepat sekali. Logat Beijingnya yang kental justru tidak membuat kami berhasrat ingin berbicara seperti dia. Hal ini berbeda dengan ketika kita berhadapan dengan penutur asli bahasa Inggris. Yang Laoshi berbicara justru terkesan seperti orang kumur-kumur. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Opo tho jarene. Aku ki ra mudeng&lt;/span&gt;,"ucap jie Meilind kesal. Ibu berumur 68 tahun harus memicingkan matanya dan mencondongkan badannya agar ucapan Yang Laoshi tidak terdistorsi terlalu lebar. Jie Meilind yang juga keturunan Tionghoa-Wonosobo itu, sedikit menaikkan kacamata plusnya pada batang hidungnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jie Meilind bertanya: "Ni shi na ren? (Asal kamu dari mana)" Namun, entah bagaimana kok pemuda berumur 20 tahun itu malah kebalik ga ngerti. Mungkin karena nada pengucapan kami tidak pas. Dalam bahasa Mandarin, meski kata yang diucapkan sama,  tapi salah nada pengucapan, bisa berarti berbeda. Akhirnya kami menggunakan bahasa Inggris. "Where do you come from? What city?" Tiba-tiba jawabannya ajaib. "CD? ooo, Guangpan (baca: kuangphan)" Jawaban itu lebih ga nyambung lagi. Karena guangpan sendiri berarti adalah Compact Disc alias CD. Yang laoshi mengira kami bertanya bahasa mandarin dari kepingan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama selama 1.5 jam pelajaran tersebut penuh kesimpangsiuran. Kami bertanya B..eee.Yang Laoshi menjawab D. Begitulah. Menggelikan sekali. Tapi serrruuu banget. Terutama kami bertiga sering "menggodanya". eitts, jangan ngeres dulu pikirannya. Maksudnya, kami sering membicarakannya dengan bahasa Indonesia. "eee, Rikk, kayyak Shaolin muda, ya dia,"ucap saya pada Rikka mei-mei. Tapi jujur. Dia sosok yang menarik. Saya mencoba mencari persamaan antara bhiksu Shaolin dengannya. Tulisan hanzi-nya (baca: hantse= tulisan mandarin) itu loohhh, wush-wush sudah seperti penulis kaligrafi profesional, cepat dan rapi. Goresannya meliuk tajam dan sangat menggambarkan pemuda tionghoa yang artistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun begitu, pemuda yang dikirim menjadi guru lewat Kedutaan Besar Cina di Indonesia tak bisa menghilangkan kekanak-kanakkannya. Kalau ia merasa apa yang diucapkannya konyol, maka ia akan terlihat grogi. he..he..he, dia salah masuk kelas kali yaaa. Yaiiiyalahhh, masuk ke sarang tiga pendekar wanita geto loh. Kalau sedang tertawa atau bahkan hanya tersenyum saja, matanya hanya berbentuk segaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya kami bukan murid jahil. Sampai sekarang masih agak sulit untuk mbercandain dia. lha wong bahasa inggrisnya kurang lancar. Sedangkan murid-muridnya masih bebal mengucapkan mandarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya masih mengingatnya ketika akan memasuki kelas 1 pada hari terakhir kami. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ni hao! Ni lai wan le&lt;/span&gt; (Halo, kamu telat),"ucapnya diluar gedung tempat kami belajar. Saya yang awalnya mau masuk dan ingin segera berlari, tiba-tiba terhenti dan memaksakan menengok keluar. "Ni hao! Duibuqi, wo lai wan le (tuipuci, wo lay wan le= maaf, saya terlambat),"ucap saya. Sempat terdengar sayup : "Meiguanxi (meikuansi=tak mengapa),". Akhirnya saya harus segera pamit untuk naik ke ruangan atas. Chen Laoshi sudah menunggu saya.&lt;br /&gt;Hiks..hiks, semoga kelas berikutnya bertemu lagi dengan Yang Laoshi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-742239171626351451?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/742239171626351451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=742239171626351451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/742239171626351451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/742239171626351451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/09/guru-shaolin-kami-yang-laoshi.html' title='Guru Shaolin Kami, Yang Laoshi'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SL_qx2X30cI/AAAAAAAAAHY/VRfFTL60fnU/s72-c/Yang+Laoshi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4893224213828467582</id><published>2008-07-29T12:16:00.002+08:00</published><updated>2008-07-29T12:19:42.505+08:00</updated><title type='text'>House of My Heart</title><content type='html'>My house is small&lt;br /&gt;No mansion for a Millionaire&lt;br /&gt;But there's room for love&lt;br /&gt;and there is room for friends&lt;br /&gt;That all I care...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4893224213828467582?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4893224213828467582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4893224213828467582' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4893224213828467582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4893224213828467582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/07/house-of-my-heart.html' title='House of My Heart'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-7125201385186201432</id><published>2008-07-29T11:55:00.001+08:00</published><updated>2008-07-29T12:15:30.216+08:00</updated><title type='text'>Ulang Tahun Ibu</title><content type='html'>Bulan Juli adalah bulannya Ibu dan adik saya. Ibu berulang tahun tanggal 23 Juli. Sedangkan Yuda, si bontot, kelahiran 28 Juli. Keduanya merupakan orang yang sangat saya sayangi. Walaupun seringkali muncul perbedaan pendapat diantara kami, namun dalam diam, masing-masing dari kami tahu dan sangat mengerti: ada rasa kasih dan sayang yang tersemat hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya Ibu adalah sosok panutan. Kalau harus menengok jauh kebelakang, ada rasa sesal tersembul. Ingat akan kenakalan saya pada usia belasan tahun, jadi bikin seddih. Seddih, rasanya, kok saya tega, ya melakukan hal-hal yang mengkhawatirkan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kiprah Ibu, tidak hanya melihatnya menjadi wakil biduk rumah tangga. Sungguh, saya belajar banyak hal pada Ibu yang tahun ini usianya bertambah menjadi 53 tahun. Beliau adalah seorang ibu pekerja. Tak diam berpangku tangan hanya menunggu pemberian gaji dari Bapak. Dulu saya sering merengek dan pura-pura menangis. “Kenapa sih Ibu harus kerja. Aku kesepian, Buuu,”ujar saya memelas dan akhirnya menangis sesenggukan.  Berbagai alasan dikemukakannya. Gaji Bapak sebagai karyawan BUMN tidak mungkin mencukupi seluruh kebutuhan ketiga anaknya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan, sebagai anak kecil yang sedang meraba-raba kehidupan sesungguhnya, mulai mengerti. Begitu banyak sisi yang bisa dicontoh dengan mempunyai ibu pekerja. Bagi saya, Ibu memang ibu yang super. Sebelum berangkat kerja, Ibu pasti akan memasak makanan untuk sarapan pagi seluruh keluarga. Setiap anak-bahkan Bapak-harus membawa bekal. “Jangan dibiasakan jajan diluar,”ucap Ibu seringkali menasihati. Karena itulah, setiap malam, Ibu selalu meracik bumbu untuk dimasak keesokan harinya. Untuk hal ini saya acungi empat jempol tangan deh, kalo ada. Bukan apa-apa. Capeknya itu loo. Ga kebayang-kan betapa lelahnya mengerjakan pekerjaan kantor. Belum lagi ketika pulang, kadang harus dijejali masalah salah satu anaknya yang bandel. Belum lagi ditambah rutinitas wajib-nya yaitu mengoreksi PR sekolah ketiga anaknya. Belum lagi ini dan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat mengharukan tentang si super mom itu adalah ketika saya sakit, dan harus istirahat di rumah. Tiba-tiba pada waktu jam makan siang, Ibu pulang dari kantor dan membawa makanan untuk saya. wah, terharu sekali. Saya tahu, jarak antara kantor Ibu dengan rumah tidak bisa dibilang dekat. Setelah mendulang saya makan dan menancapkan ciuman dikening putri tunggalnya ini, Ibu pamit kembali ke kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dilain hari saya menjadi sangat terharu. Ketika itu saya harus mengikuti bimbingan belajar kelas VI SD. Karena waktu pelajarannya sampai sore, setiap anak disarankan oleh guru untuk membawa bekal makan siang. Ibu dengan susah payah meminta izin pada atasannya untuk mengantarkan bekal makan siang ke sekolah. Saat itu saya merasa malu pada teman-teman. Kok, sudah besar, makan siang saja pakai diantar ke kelas. Tapi, sebetulnya jauh dilubuk hati terdalam saya menangis terharu. Begitu besar perhatian Ibu pada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal kecil seperti itulah yang membentuk karakter saya sekarang. Karena Ibu-lah kini saya sangat menghargai masakan rumah. Bahkan sampai sekarang-pun, saya membiasakan bekal makanan sendiri. “Orang yang suka makan masakan rumah adalah orang yang menghargai apa arti keluarga,”ucap Bapak pada suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat Ibu sangat bertolak belakang dengan saya. Melankolisnya itu lo, bok! Sedangkan saya adalah tipe gadis yang santai dan suka tantangan. Pernah ketika lomba paduan suara di SMU, saya harus pulang larut malam. Buat saya tidak masalah. Saya punya alasan yang kuat kenapa harus pulang malam. Begitu sampai di depan rumah, Ibu sudah menunggu saya dengan tatapan sedih, cemas, dan mata yang sembab. Sudah tertebak, serentetan pertanyaan diluncurkan pada saya. “Pulang sama siapa? Ngapain aja pulang selarut ini? Kok bisa ga ngabarin Ibu? Kalau ada apa-apa gimana....???,” ucapnya. dan akhirnya keputusan final-nya: “Mulai besok ga ada lagi latihan paduan suara,” TITIK tanpa koma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatnya memasukkan ketiga anaknya les mengaji Al-Qur'an juga membuat saya semakin menyayangi beliau. Sampai sekarang Ibu terbata-bata mengaji. Tapi beliau tidak pantang menyerah. Prinsipnya adalah walaupun beliau tidak bisa mengaji, ketiga anaknya tidak boleh seperti dirinya. Kesabarannya membimbing Bapak untuk sholat juga adalah salah satu hal yang membuat saya menyesal ketika mengingat ucapan pedas saya telah menyakiti Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaahhh, apapun itu....saya sangat mencintai beliau. Karena beliau-lah -salah satunya-, saya bisa hadir dimuka bumi ini dan merasakan nikmatnya hidup. Karena beliau-lah saya mengerti bagaimana seharusnya ibu rumah tangga bisa membagi waktu antara pekerjaan kantor dengan keluarga. Karena  bunda saya itulah kini saya mengerti konsekuensi menjadi ibu pekerja. Sungguh, semuanya yang hadir disekeliling kita, tidak ada yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun, Ibu...&lt;br /&gt;cup...cup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-7125201385186201432?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/7125201385186201432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=7125201385186201432' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7125201385186201432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7125201385186201432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/07/ulang-tahun-ibu.html' title='Ulang Tahun Ibu'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-119719145036870543</id><published>2008-07-18T20:48:00.004+08:00</published><updated>2008-07-20T22:42:36.176+08:00</updated><title type='text'>Belajar dari Diana Santosa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SINOhLo-9lI/AAAAAAAAAHI/vga1-AMFzEw/s1600-h/Diana+Santosa+(+danarhadi+).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SINOhLo-9lI/AAAAAAAAAHI/vga1-AMFzEw/s320/Diana+Santosa+(+danarhadi+).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225106324647245394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat SWA yang baru beberapa hari lalu terbit, jadi teringat dengan Ibu Diana Santosa, pewaris tahta Batik Danar Hadi. Foto putri kedua dari pasangan H. Santosa Doellah dan Hj. Danarsih itu menjadi cover SWA edisi Juli 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat Danar Hadi juga jadi ingat Teres, teman satu organisasi penerbitan di kampus dulu. Dulu pernah ketika  sedang ke Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), saya bertemu Teres bersama kekasihnya, Adi, di pelataran BBY. Adi sendiri memang bekerja di kawasan BBY. Waktu itu Teres sedang memperlihatkan pada Adi tanda ACC skripsinya tentang Batik Danar Hadi. “Riri, skripsiku tentang Batik Danar Hadi di ACC sama dosenku,”ucapnya bungah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini fokus tulisan saya adalah tentang manajemen PT. Batik Danar Hadi. Pertama kali melihat dan akhirnya penasaran bertemu dengan Diana Santosa adalah sesusai membaca profilnya di Kompas minggu, tahun lalu. cantikkkkkkk banget. Ya, gimana sih cantik-nya perempuan Solo gitu loh. ayu. Dengan rambut yang tergerai sepunggung, Ibu Diana tampak anggun. Kayaknya ngga dandan aja udah ayu banget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu teman kos saya asal Solo pernah membanggakan diri. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pokoke, cah Solo ki ayu-ne bedo,&lt;/span&gt;”ungkap mbak Nois pada Arin dan saya. Arin sahabat saya yang besar di Wonosari,malah mendebat. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Halah. yo podo wae&lt;/span&gt;,”ucapnya sambil tertawa. .he..he.he ya terserah dah. Saya merasa perdebatan itu tidak penting. Berdebat atau tidak, saya sendiri tetap memiliki fisik yang standar banget...bahkan  mungkin cenderung dibawah standar. Kagak bisa dirubah. ya, gitu-gitu aja. ha.ha.ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ngga&lt;/span&gt; nyangka sebulan lalu justru saya yang mendapatkan kesempatan wawancara dengannya. Lebih ngga nyangka lagi ketika kalimat pertama mengenai perbedaan manajemen dengan Bapak-nya meluncur darinya. “Kenapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;you&lt;/span&gt; tawari saya cuma segini, Pak. Padahal ditempat lainnya saya dapat lebih besar,”ungkap Diana tanpa tedeng aling-aling ketika Bapaknya memintanya mengurusi bisnis batik dan menawari gaji sebagai Managing Director. Saat itu saya cukup terhenyak. Wajah yang terkesan kalem dan lembut  ternyata justru tidak membuat dia sebagai perempuan Solo yang pasif. Ibu dua putra itu tidak sungkan mengeluarkan kata-kata spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih terhenyak lagi ketika dalam perombakan manajemen organisasi perusahaan, Diana berani menggeser orang kepercayaan sang ayah. Orang itu dianggap sudah tidak produktif lagi. “Saya mikir bagaimana caranya supaya bisa menggesernya tanpa membuat sakit hati,”ulasnya. Kalimat demi kalimat yang meluncur semakin mengukuhkan Diana sebagai perempuan tangguh, tegas dan tanpa kompromi mengatur perusahaan. Tanpa kompromi disini maksudnya adalah semuanya harus terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola manajemen terukur diterapkannya dengan menggunakan sistem penilaian kinerja diatas kertas pada seluruh karyawan. Tidak ada lagi subyektifitas penilaian karena kedekatan personal antara pemilik perusahaan dengan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali pola pikir antara kaum muda dengan generasi lebih tua, banyak bersebrangan. Ketika Pemilu 1997 berakhir ricuh, penjualan Batik Danar Hadi sampai pada titik terrendah. “Kamu tentu orang yang tidak tolol. Seharusnya bisa dong memprediksi-kan jika terjadi seperti ini,”ucap Diana menirukan perkataan ayahnya 11 tahun lalu. “Waktu Bapak masih bicara, saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mberesi&lt;/span&gt; barang, lalu keluar dari ruangan itu. Saya sudah ngga kuat lagi,”ulasnya tersenyum manis mengingat perdebatan alot kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa menahan napas karena saking serunya mendengar Ibu Diana bercerita. Sungguh, perempuan kelahiran Surakarta 21 November 1969 itu mengajarkan saya banyak hal. Terutama belajar menghadapi perbedaan pendapat dengan orang tua. “Akhirnya saya menyadari. Bapak tidak mau dilawan dengan frontal. Siapapun tidak mau dipermalukan,”ucap Diana yang terburu-buru pergi ke bandara dengan tujuan Solo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-119719145036870543?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/119719145036870543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=119719145036870543' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/119719145036870543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/119719145036870543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/07/belajar-dari-diana-santosa.html' title='Belajar dari Diana Santosa'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SINOhLo-9lI/AAAAAAAAAHI/vga1-AMFzEw/s72-c/Diana+Santosa+(+danarhadi+).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-7996103840442612019</id><published>2008-07-14T09:43:00.002+08:00</published><updated>2008-07-14T10:30:18.922+08:00</updated><title type='text'>God's Humour</title><content type='html'>Baru akhir-akhir ini saya berpikir dan merasa geli sendiri tentang eksistensi pilihan Allah. Bukan bermaksud menertawakan. Sama sekali bukan. Hanya saja rentetan kejadian dalam beberapa hari ini membuat saya menyadari bahwa, Tuhan, Allah, Sang Ilahi, mempunyai rasa humor yang tinggi. Rasa humor itu penting bagi saya untuk bisa melhat sisi lain dari rasa pedih yang mengiris hati. Dengan kehangatan, Allah merangkul saya sembari mengusap-usap punggung untuk meredakan tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari jum'at lalu, sesiangan itu saya merasa sedih dan ditinggalkan. Sepertinya waktu beberapa menit saja mampu membuat rasa percaya diri mengalami degradasi. Namun, malam harinya ketika sampai di kos, saya mendapati bahwa Waipo kedatangan cucu tersayangnya dari Ponorogo, Singgih namanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waipo, siapa itu ya di kamar?" ucap saya setelah mendengar ada suara anak kecil berceloteh.&lt;br /&gt;"Cucu Aku, mbak,"balas Waipo dari dalam kamar-nya. Singgih akan mengakhiri liburan sekolahnya di Jakarta. Sebelumnya, ia sudah berlibur di Bandung. Hari Senin ini, cucu pertama Waipo itu akan berangkat pulang kembali ke Ponorogo. Singgih anak yang lucu dan sangat menampilkan kepolosannya. Tahun ajaran ini ia masuk kelas 1 SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oalah, mbak, nek kumpul karo adine, Farida, wis lah, engker-engkeran&lt;/span&gt; (berantem),"ucap Waipo bersemangat tapi juga rada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kui Farida mosok to, mbah, nyoret-nyoreti buku. yo tak seneni wae&lt;/span&gt;,"ucap Singgih tanpa merasa bersalah. Mendengar itu, mau ga mau saya hanya bisa tersenyum lebar. Sumpah, saya kangennn banget sama celotehan anak kecil berbahasa Jawa. Kalau orang  dewasa berbahasa Jawa di Jakarta, sudah biasa. Tapi anak kecil??? Jarang ditemukan orang tua di Jakarta yang menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari pada anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melihat Singgih dan mendengar ucapannya yang polos, membuat rumah kos itu hangat. Tapi...melihatnya...seperti saya pernah mengenalinya...dan seperti ia mirip dengan... hmm, dengan siapa ya.. Saya kok lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, hari Minggu saya mengajak Singgih pergi ke Kebun Binatang Ragunan. Saya sendiri juga penasaran dengan Pusat Primata Schmutzer yang didirikan oleh  seorang warga Indonesia keturunan Jerman. Pusat primata itu berada di dalam kebun binatang Ragunan. Pengelolaannya tidak bersatu dengan pemerintah. Ia dikelola oleh swasta dan khusus menyajikan binatang primata seperti monyet, orang utan, serta babon dengan berbagai jenis. Pastinya seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang saya pernah sebut sebagai humor tingkat tinggi Allah. Dia tidak pernah tidur. Dia paling tahu obat pelipur lara hamba-Nya. Dia juga yang paling bisa "mengajak" pikiran kita untuk kembali riang. "Riri, Allah itu ga pernah tidur. Percaya deh, Ri, semuanya pasti ada hikmah-nya,"ucap Mbak Tutut pada suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah ingat ada ucapan: Jika Allah menjauhkan dan bahkan mengambil sesuatu atau seseorang dari kita, maka Dia kan menggantinya dengan sesuatu atau seseorang yang jauh lebih baik.&lt;br /&gt;Terimakasih untuk semuanya, ya Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-7996103840442612019?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/7996103840442612019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=7996103840442612019' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7996103840442612019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7996103840442612019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/07/gods-humour.html' title='God&apos;s Humour'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-7977250362809515362</id><published>2008-07-11T15:43:00.005+08:00</published><updated>2008-07-14T09:43:39.818+08:00</updated><title type='text'>Rekayasa Ilahiah</title><content type='html'>Semua akhirnya jelas.&lt;br /&gt;Jalan hidupku dalam jangkauan rencana-Mu, Ya Allah.&lt;br /&gt;Mungkinkah yang satu ini juga bagian dari rekayasa ilahimu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepasrahan yang ada....sembari berpikir positif tentang semuanya.&lt;br /&gt;Hamba mengerti bahwa ini adalah jawaban atas rentetan doa yang tercurahkan padamu, ya Rabbi.&lt;br /&gt;Walau jawaban doa yang tercurah selama hampir dua tahun ini, perih.&lt;br /&gt;Hanya rasa memuji-Mu yang sekarang tersisa di hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebongkah kesadaran bertumbuh.&lt;br /&gt;Mungkin kami memang tidak berada di jalur untuk disandingkan. &lt;br /&gt;Mungkin ini yang terbaik bagi kami. buat aku dan dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*untuk seorang sahabat hati: Aku doakan yang terbaik untukmu*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-7977250362809515362?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/7977250362809515362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=7977250362809515362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7977250362809515362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7977250362809515362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/07/rekayasa-ilahiah.html' title='Rekayasa Ilahiah'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4212205980199338402</id><published>2008-07-01T22:47:00.006+08:00</published><updated>2008-07-01T23:57:36.236+08:00</updated><title type='text'>Kangen Liu Laoshi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpMHujZA5I/AAAAAAAAAGY/R_7U_PAdY7U/s1600-h/Liu+Laoshi+papan+tulis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpMHujZA5I/AAAAAAAAAGY/R_7U_PAdY7U/s320/Liu+Laoshi+papan+tulis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218066813901407122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpL2OZrp7I/AAAAAAAAAGQ/LEMWSzFATT4/s1600-h/Potret+hari+terakhir+liu+Laoshi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpL2OZrp7I/AAAAAAAAAGQ/LEMWSzFATT4/s320/Potret+hari+terakhir+liu+Laoshi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218066513212975026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangen sama Liu Laoshi (baca: Laoshe)...Sebulan lalu ia memutuskan pulang kembali ke daratan China. Kontrak kerja mengajar bahasa mandarin di Jakarta dengan Kedutaan Besar China di Indonesia sudah berakhir per juni tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan asal Provinsi Zhezhuan itu adalah guru yang baik, imut, dan cantik. Provinsi yang dua bulan lalu terkena hantaman gempa itu pastilah sangat merindukan kehadirannya.&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi pada kami...kami juga merindukan suara halusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun murid-muridnya jauh lebih tua darinya-bahkan ada yang nenek umur 60's-tapi cara pembawaannya sangat elegan. Liu Laoshi tak segan berbagi ilmu tentang penggunaan bahasa mandarin yang baik. Kalau murid-murid jahilnya bertanya sebuah kata atau tempat di China-padahal diluar konteks pelajaran- dengan senang hati anak tunggal pasangan pegawai di China itu akan menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir pertemuannya dengan ketiga muridnya, menyisakan kenangan manis. Ada beberapa buah tangan ala tiongkok yang sudah disiapkan untuk kami. Tempat handphone berukiran huruf hanzi (baca: hantse -alias huruf China-) dan 2 aksesoris HP, dibagikan disertai senyuman tulus. Wuiiih sennnengnya dapet kenang-kenangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bahasa inggrisnya tidak lancar, terjadi salah paham. Murid-muridnya mengira, Liu Laoshi baru saja pulang dari zhongguo (baca: cungkuo). Ternyata, setelah dijelaskan oleh Chen Laoshi (guru WNI), sabtu pagi itu merupakan hari terakhirnya mengajar. Langsung deh, semua pada sedih dan buru-buru mencarinya. Hal yang pertama kali kami lakukan adalah berfoto bersama. Lumayan-lah HP jadul gue bisa bermanfaat juga untuk mengabadikan momen penting. hehe..he.he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pertukaran e-mail, no HP, bahkan no telepon rumahnya pun terjadi. Tapi tenang, gadis berumur 22 tahun itu akan kembali dalam tiga bulan kedepan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Laoshi... we'll gone miss you... Renshi ni wo hen gaoxing ( senang bertemu dengan-mu). Terimakasih sudah membimbing kami dengan sabar untuk menelusuri karakter bahasa mandarin yang unik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4212205980199338402?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4212205980199338402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4212205980199338402' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4212205980199338402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4212205980199338402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/07/kangen-liu-laoshi.html' title='Kangen Liu Laoshi'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpMHujZA5I/AAAAAAAAAGY/R_7U_PAdY7U/s72-c/Liu+Laoshi+papan+tulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-3827297247146968861</id><published>2008-07-01T21:49:00.009+08:00</published><updated>2008-07-01T23:46:39.308+08:00</updated><title type='text'>Kematian : Sebuah Peristiwa Pengingat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpBDw3jY0I/AAAAAAAAAGI/W4weXjpGSr0/s1600-h/Pengumuman+Kematian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpBDw3jY0I/AAAAAAAAAGI/W4weXjpGSr0/s320/Pengumuman+Kematian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218054651175461698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpAorl-Z3I/AAAAAAAAAGA/46B_vkNx99o/s1600-h/Haru+biru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpAorl-Z3I/AAAAAAAAAGA/46B_vkNx99o/s320/Haru+biru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218054185903089522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGo_-HdN6kI/AAAAAAAAAF4/dEyadljIOx8/s1600-h/Menabur+bunga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGo_-HdN6kI/AAAAAAAAAF4/dEyadljIOx8/s320/Menabur+bunga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218053454648175170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa hidup dan umur kita terkena diskon setiap tahunnya.&lt;br /&gt;Kita juga ga akan tahu kapan umur kita tiba-tiba berhenti dan terpangkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinggalkan ternyata membawa sebuah konsekuensi yaitu sepi.&lt;br /&gt;Tak ada keceriaan yang menghangatkan, tak ada lagi senyum yang tersungging...tak ada lagi gesekan berbeda pendapat. Tak ada hal lainnya. Semuanya hanya bisa tertunduk. Relung hati terdalam selalu mendoakan supaya diberi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa ya kematian itu....apa rasanya...&lt;br /&gt;Tahukah kamu bagaimana sensasinya ketika tiba-tiba ketika malaikat kematian menjemput dan membuat kita ditangisi oleh keluarga yang dekat di hati? Turut sedih-kah kita? Seperti apa ya ruang penungguan kita di akhirat nanti...apa kita diberi ruang tunggu seperti ruang kecil yang memanjang di halte busway?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apapun itu..kematian seseorang adalah pengingat akan lupa terhadap kehidupan lain selain duniawi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-3827297247146968861?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/3827297247146968861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=3827297247146968861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3827297247146968861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3827297247146968861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/07/kematian-sebuah-peristiwa-pengingat.html' title='Kematian : Sebuah Peristiwa Pengingat'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SGpBDw3jY0I/AAAAAAAAAGI/W4weXjpGSr0/s72-c/Pengumuman+Kematian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-5958219282766013711</id><published>2008-06-11T21:19:00.004+08:00</published><updated>2008-06-11T21:23:13.812+08:00</updated><title type='text'>Daddy You're My Hero</title><content type='html'>Bapak...&lt;br /&gt;Apa kabar?&lt;br /&gt;Riri kangen Bapak...&lt;br /&gt;kangen dan rindu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riri juga kangen sama masakan Bapak.&lt;br /&gt;peluk cium dari gadis perempuan-mu, Pak&lt;br /&gt;       ===============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....I love you daddy&lt;br /&gt;you are my hero&lt;br /&gt;you are my superstar......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-5958219282766013711?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/5958219282766013711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=5958219282766013711' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5958219282766013711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5958219282766013711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/06/daddy-youre-my-hero.html' title='Daddy You&apos;re My Hero'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4839829188370743237</id><published>2008-06-09T23:38:00.006+08:00</published><updated>2008-06-10T00:14:21.967+08:00</updated><title type='text'>Mie Gondangdia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SE1WJe3wQTI/AAAAAAAAAFw/5nK94NXHc3w/s1600-h/Mie+Gondangdia.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SE1WJe3wQTI/AAAAAAAAAFw/5nK94NXHc3w/s320/Mie+Gondangdia.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209915064843256114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Ojo lali kabari aku nek ke Jakarta yo. Aku arep ngejak Bli nang Mie Gondangdia. Mie bersejarah (lebih dr 40 thn). 20 menit dr kantorku. Menu fav. mie ayam asin, mie Yamien. Slurrrp,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam sedang mencari usulan berita...tiba-tiba mata tertumbuk pada website kompas.com. Disitu ada kolom mengenai wisata kuliner. lha, kok ada menu favorit-ku: Mie Ayam. Walaupun kadang maem mie ayam bikin eneg...tp ngeliat pangsit Mie Gondangdia yang mengkilat tertaburi kuah minyak plus bakso kenyal-nya itu loh...whuahhh, jadi ngiler. Langsung aja deh, tangan ini ga tahan SMS Bli Arya, teman sepermainan asal Bali. Kami berdua punya hobi yang sma, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngiteri dalanan nggo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;mangan&lt;/span&gt;. walah susah banget ya ngomongnya...maklum baru belajar bahasa Jawa. Maksudnya adalah jajan alias wisata kuliner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tulisan di portal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cool&lt;/span&gt; versi Cakram itu, Mie Gondangdia didirikan oleh seorang imigran Hong Kong, Toe Wah Seng. Pria yang sudah memiliki bakat meracik masakan ini memilih berjualan mie karena makanan yang sarat tepung dan karbohidrat itu merupakan makanan tradisional Tiongkok, negara asal mereka. Wah Seng beserta isterinya,Kwi Fong, memulai usaha mi-nya sebelum 1968, di Tanjungpriok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena satu dan lain hal, Wah Seng memindahkan usahanya dari Tanjung Priok ke Gondangdia. "Karena Ibu saya pernah lama tinggal di Gondangdia, akhirnya mereka mencari tempat di kawasan ini. Sebelum jadi tempat makan ini, tempat ini udah berganti beberapa usaha. Yang saya tahu, waktu itu jadi toko daging sapi. Trus jadi warung mi ini," papar Rino, cucu Wah Seng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan mie ini bersamaan dengan berkuasanya mantan Presiden RI, almarhum HM Soeharto. Karena kawasan ini elit dan masyhur sebagai tempat nongkrongnya remaja sugih, tidak heran bila putra almarhum Soeharto yaitu Bambang Trihatmodjo dan Tommy sering mampir ke warung mi ini. Dan ga heran juga harga mie ayam lebih tinggi dari harga mie ayam pasaran. Mie Ayam lengkap dengan tiga bakso, dua pangsit basah plus daging ayam cincang dibanderol seharga Rp. 19 ribu. Sedangkan mie ayam polos Rp. 12 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan akan serasa menikmati bakso racikan langsung si engkoh ketika masih hidup. Itulah kenapa kebanyakan penggemar wisata kuliner masih setia menyambangi restoran, rumah makan atau bahkan warung kaki lima yang sering dikunjungi sedari mereka kecil. Dengan memakan menu yang sama, ditempat yang sama, mengulang memori indah dulu. Makanan bisa dibilang obat melawan lupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, Mudah-mudahan Bli Arya belum tidur. Jadi, dia bisa membayangkan lezatnya kuah panas plus pangsit yang terlumuri bumbu daun bawang, hehe..he. Ayo Bli, cepat pulang. Kutunggu agenda wisata kuliner kita.&lt;br /&gt;Serbuuuu!! (emang cuma FPI (Forum Perempuan Idaman) aja yang bisa nyerbu??? ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4839829188370743237?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4839829188370743237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4839829188370743237' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4839829188370743237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4839829188370743237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/06/mie-gondangdia.html' title='Mie Gondangdia'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SE1WJe3wQTI/AAAAAAAAAFw/5nK94NXHc3w/s72-c/Mie+Gondangdia.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-2815291548634800053</id><published>2008-06-09T12:15:00.004+08:00</published><updated>2008-06-10T00:25:41.710+08:00</updated><title type='text'>Pesan Sang Duda Solo</title><content type='html'>Duda Solo Tanpa Anak&lt;br /&gt;43/170 cm/65 kg/Islam/Jujur/Perhatian&lt;br /&gt;/sayang keluarga/duda tanpa anak/karyawan swasta/sehat bugar/Jabodetabek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendambakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40-43/150-165/Islam/kuning langsat/Wanita/perawan atau janda/berjilbab/&lt;br /&gt;ibu rumah tangga atau bekerja/&lt;br /&gt;sayang pada keluarga/perhatian/bertanggungjawab/menerima suami apa adanya/Jabodetabek.&lt;br /&gt;===============================================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waipoooo, ini lo ada duda non anak...Waipo mau daftar, ga?"ucap-ku sambil terkikik mencandai Nenek Poni yang sedang menyetrika. Waipo merupakan panggilan kesayangan-ku pada nenek Poni. Dalam bahasa Mandarin, Waipo sama saja berarti nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hi..hi.hi, si Waipo yang awalnya konsentrasi nyetrika malah nyengir dan tertawa. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Walah mbak. Duda kui gelem ra karo nenek-nenek sing wis ndue cucu limo&lt;/span&gt;,"tantang Waipo sembari hilir mudik mengambil pakaian yang belum rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang sedang membaca koran sembari mencari usulan berita, malah ikutan ngakak. Forum Kontak Jodoh disebuah harian nasional secara ga sopannya, langsung membetot perhatian mata-ku. walah, kemayu, hehehe. Kemudian langsung saja aku menunjukkan foto sang Duda tersebut pada Waipo. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Piye, ganteng r&lt;/span&gt;a,?"ujar saya menggoda Waipo. "Cakep looo, tapi udah ada uban, ni,"goda saya pada Waipo. Rambut sang duda ganteng itu memang ditumbuhi rambut yang memutih secara signifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huahhaahhaa, Waipo langsung melengos dan mungkin saja didalam hatinya dia juga geli sembari berucap: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;oalah, bocah kos iki kok ya gendeng!&lt;/span&gt;!!,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peace, Waipo :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-2815291548634800053?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/2815291548634800053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=2815291548634800053' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/2815291548634800053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/2815291548634800053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/06/pesan-sang-duda-solo.html' title='Pesan Sang Duda Solo'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1949098731142654034</id><published>2008-06-03T20:28:00.003+08:00</published><updated>2008-06-03T21:00:26.152+08:00</updated><title type='text'>Hanya Ingin Menangis</title><content type='html'>Hanya ingin diam...akhirnya menangis.&lt;br /&gt;haru biru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesiangan hanya ingin terus begitu.&lt;br /&gt;Sebuah artikel dari sahabat maya mampu mengobrak-abrik segala kecuekan dan keacuhan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to &lt;a href="http://kumorofoto.blogspot.com/2008/06/home-sweet-home.html"&gt;Paklik yang sangat tidak cerewet&lt;/a&gt; atas postingan blog-nya yang mampu membuat aku diam dan menghentikan seluruh kegiatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1949098731142654034?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1949098731142654034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1949098731142654034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1949098731142654034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1949098731142654034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/06/hanya-ingin-menangis.html' title='Hanya Ingin Menangis'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-7167277109207299585</id><published>2008-05-23T19:35:00.008+08:00</published><updated>2008-05-26T22:28:37.968+08:00</updated><title type='text'>Vertigong-Harmoni Benturan Dua Kutub</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SDa_sGebljI/AAAAAAAAAFg/gV-W_v6_qaI/s1600-h/Kua+Etnika+lucu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SDa_sGebljI/AAAAAAAAAFg/gV-W_v6_qaI/s320/Kua+Etnika+lucu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203557183846585906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto: koleksi Kua Etnika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya kalau orang Jawa tulen main Jazz? Sesungguhnya bukan itu maksud pertanyaanya. Kalau boleh saya ralat pertanyaannya akan menjadi: Apa jadinya kalau ada dua aliran musik dari dua kutub Timur dan Barat dipersatukan sebagai sebuah kolaborasi? Hasilnya adalah sebuah benturan yang menciptakan harmoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kesan saya saat menonton konser Kua Etnika dalam tema: Vertigong-Orang Jawa Main Jazz di Taman Ismail Marzuki, 8 Mei lalu. Ketika pertama kali mengetahui ada kabar Kua Etnika-selanjutnya disebut Kua Et-  manggung di TIM, whuah, suennneng banget. Akhirnya saya bisa menonton lagi Kua Et setelah selama 3 tahun absen. Di Jogja-lah saya menonton Kua Etnika secara perdana. Saat itu kebetulan sedang liputan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya hati ini bergemuruh, gegap gempita menyambut Kua Et. Lampu di balkon padam. Seluruh perhatian penonton tertuju pada sekelompok orang yang sedang memainkan gamelan. Jangan heran melihat flute, biola, keyboard dan drum sebagai partner penyeimbang lantunan kendang Jawa, kendang Sunda, saron, reong, dan gong. Ya begitulah kalau orang Jawa main Jazz. Alunan gending Jawa masih menjadi benang merah atas komposisi aransemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa selain menampilkan kualitas bermusik dari sanggar yang didirikan oleh Djaduk Ferianto, Butet Kertaredjasa dan Purwanto itu, Kua Et juga mampu menyuguhkan dagelan. Itulah yang sesungguhnya saya dan penonton di auditorium TIM cari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak saja misalnya seperti: "Berhubung saya sudah pasrah pada negara ini dan pada orang-orang di Parlemen...maka saya akan berhenti memakai Saxophone. Saya lebih suka sax (baca: seks) ketimbang Saxophone,"ujar Djaduk dengan suara datar syahdu. Ia duduk bersila sembari ditangan kanannya memegang Saxophone. Tanpa ragu penonton riuh rendah tertawa. Malahan ada penonton yang bertepuk tangan. Kelakar khas anak dari seniman sohor Bagong Kussudiardja itu mengingatkan saya pada lelucon yang sering disampaikan Bill Saragih semasa ia hidup. Leluconnya mirip....persis. Tapi tak membuat orang yang mendengarnya bosan. Malam itu Djaduk merupakan bintang tamu bersama Trie Utami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dagelan lainnya misalnya terlihat spontan dan terkesan alami seperti ketika mereka berjajar memainkan nada yang dihasilkan dari tepuk tangan. Nada yang dihasilkan dari tepuk tangan itu menyajikan ragam nada baru dari genre pakem musik formal. Ketika sedang memainkan nada, ada salah satu personilnya yang "salah" bertepuk tangan. Sehingga bila nada yang dia hasilkan dari tangannya digabung dengan nada yang dihasilkan dari tangan teman lainnya, akan menciptakan rangkaian nada yang lucu. Lagi-lagi penonton terpingkal-pingkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya menonton Kua Et adalah have fun dan main-main. Betul apa yang dikatakan oleh Purwanto ketika ia menyarankan pada penonton ketika diawal acara supaya tidak terlalu serius memaknai pentas malam itu. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ojo serius-serius,&lt;/span&gt;"ungkap pentolan Kua Et yang sekarang lebih banyak diminta bantuannya mengelola Kua Et. Memang tidak perlu mengernyitkan dahi sambil menopang dagu tanda ekspresi berpikir. Tidak seserius itulah. Tapi penonton tidak lantas sibuk mengobrol dan berisik. Ketika drum mulai diketukkan dan berdentam, bonang, saron, gong mulai didengungkan, seketika itu jua penonton seolah tersihir. Mata mereka menatap lekat Purwanto dan kesembilan kru lainnya menabuh gamelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di dunia ini cuma mas Purwanto-lah yang mampu menabuh sembilan bonang dalam waktu bersamaan,"ucap Trie Utami. Memang saat itu Purwanto berada ditengah-tengah sembilan bonang. Lelaki gondrong kelahiran Gunung Kidul, 12 Januari 1967 itu menabuh Bonang dengan penguasaan lihai. Suara tabuh yang terdengar menunjukkan bahwa penabuhnya sudah sangat dekat dengan alat musik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu sungguh menjadi penawar atas kekangenan saya  akan ruang eksplorasi mendalam yang mempertemukan musikalitas dan dialog-dialog spontan yang "ndeso". Kua Et berhasil mempertemukan musik tradisi dan musik modern dengan selingan banyolan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kua Et merupakan klangenan. Hal-hal seperti itulah yang seringkali membuat saya selalu ingin pulang ke Jogja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-7167277109207299585?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/7167277109207299585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=7167277109207299585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7167277109207299585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7167277109207299585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/05/vertigong-orang-jawa-main-jazz.html' title='Vertigong-Harmoni Benturan Dua Kutub'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SDa_sGebljI/AAAAAAAAAFg/gV-W_v6_qaI/s72-c/Kua+Etnika+lucu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-3858007814718669631</id><published>2008-05-22T21:12:00.004+08:00</published><updated>2008-05-22T22:26:16.388+08:00</updated><title type='text'>Melawat Puspi dan Dedek Bebeh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SDWCaGeblgI/AAAAAAAAAFI/CgOCHA6gofY/s1600-h/Puspi+dan+dedek+bebeh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SDWCaGeblgI/AAAAAAAAAFI/CgOCHA6gofY/s320/Puspi+dan+dedek+bebeh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203208329422935554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SDWCOGeblfI/AAAAAAAAAFA/qTimJbJLNFw/s1600-h/ssst,+dedek+bebeh+gi+bobok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SDWCOGeblfI/AAAAAAAAAFA/qTimJbJLNFw/s200/ssst,+dedek+bebeh+gi+bobok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203208123264505330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masanya, semua akan berubah...dan semua akan terjadi secara indah pada waktu-nya. Cece, seorang sahabat seringkali berkata demikian. Menurutnya, ungkapan itu termaktub di dalam salah satu ayat di Injil. Tapi saya lebih meyakini bahwa hidup memang merupakan serangkaian panjang serpihan yang disatukan. Tidak ada satu serpih-pun yang sia-sia. Tidak ada suatu peristiwa sekecil apapun yang terjadi secara kebetulan. Semuanya bermakna. Ada seorang sahabat maya, tempat saya belajar hidup, pernah menuliskan di dalam blognya bahwa hidup ini merupakan bentuk rekayasa ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya saya tak mau berfilosofi kali ini. Namun, sontak ingatan seperti ditarik-tarik untuk menguraikan masa lalu. Terutama dengan Puspa, sahabat SMA di Cilegon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu keharuan yang sangat ketika saya mendapatkan kabar undangan pernikahan Puspa. Undangan berwarna hitam itu diantarkan sendiri ke rumah saya di Cilegon. Bapak yang menerima undangan itu. Sungguh saya terharu dan kaget. Sampai-sampai harus memastikan pada Ibu: "Puspa yang mana, Bu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun terlewati, ga terasa tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa saya sudah punya ponakan. huaaahhh, keponakan geto loch. Salah satu kebahagian dalam hidup ini menurut saya, selain menjadi seorang Ibu adalah menjadi tante bagi keponakan kecil-nya. Maklum, kakak kandung saya sendiri belum menikah. Jadi, jangan pernah membuang kesempatan mempunyai ponakan dari teman dan sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking girangnya ketemu Puspi-panggilan kesayangan saya pada Puspa-emosi saya keknya meluap-luap seperti sungai Ciliwung.wekekeekek. "Ya ampun Ri..suara kamu itu lo, kayak suara orang serumah,"ledek Yulis teman SMA kami. Saya hanya nyengir kuda. Puspi cuma bisa tersenyum melihat tingkah teman-temannya yang saling ledek. Si dedek bebeh yang pada bulan lalu baru berumur sebulan hanya bengong melihat saya. Matanya tak lepas memandangi saya. Kepalanya gundul dan mulai ditumbuhi rambut-rambut halus. Mungkin si dedek bebeh itu terheran-heran lihat makhluk aneh nan unik seperti-ku. "Kok Bunda-ku bisa punya sahabat kayak gini, ya?"mungkin simpul saraf otak halusnya mulai mencerna pikiran seperti itu. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Puspi yang sangat keibuan mau tak mau mengingatkan saya pada memori ketika SMA dulu. Walaupun sudah tujuh tahun berselang sejak kami lulus SMU, namun sampai ketika saya menengok Puspi, ada rasa tidak percaya: Puspi punya jagoan kecil !!! "Wajar-lah Ri. Kita kan lulus SMA udah lama banget,"ucapnya sambil menimang dedek bebeh yang ga mau tidur kalau ga digendong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata saya juga tak pernah bosan menatap Puspi yang cukup sibuk mengurus "mainan baru-nya". Apakah itu harus mengganti popok-nya, mengatur temperatur AC dikamarnya, sampai menerima tamu yang memberikan selamat atas ekahan anak pertamanya. "Waktu dokter bilang saya harus melahirkan dengan operasi Ceasar, saya langsung menangis,"ungkapnya sembari memandang lembut buah hatinya yang tertidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak mungkin lupa akan persahabatan kami. Dulu Puspi cukup sering menjalin rambutnya dikepang dua kanan dan kiri. Saya sering menarik-narik rambutnya. Kami berdua kerap kali lari pagi bersama. Lucunya, dia malah kepingin agar betis kakinya berbentuk menggunung seperti pelari. Sedangkan saya justru sebaliknya. "Kok lo aneh, si Pus. Gue malah gak mau. Soalnya udah kayak betisnya tukang becak..he.he, masak mau digedein lagi. Kayak tales Bogor dong,"ucap saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak peristiwa yang sudah kami lalui bersama. Sungguh saya belajar banyak hal darinya. Terutama pelajaran budi pekerti pada Allah dan Orang tua. Pernah pada suatu sore ketika kelas 2 F, kelas kami waktu SMU, ingin mengadakan foto bersama. Puspa menolak untuk ikut. "Aduh maaf deh, gue ga bisa ikut. Gue ada jadwal mengaji di rumah. Sorry ya,"ucapnya setengah memelas. HAH???? Saya kaget sekaligus takjub. Mengaji??? Setengah mati saya membujuk untuk absen satu kaliiii aja. Tapi itulah Puspi. Dia merelakan waktu hura-hura dan ketawa-ketiwi demi memperoleh kebahagian yang lebih hakiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang membuat saya hampir meneteskan air mata melihat perjalanannya dari dulu sampai sekarang. Kini si bungsu itu sudah menjadi Ibu yang cantik fisik dan hati. Kesabarannya memeras ASI setiap dua jam sekali mampu membungkam mulut saya. Keriangan serta hingar bingar pesta syukuran ekahan si dedek bebeh itu seolah menjadi sunyi senyap. Dalam hati kecil, saya hanya bisa mendoakan supaya Puspi dan keluarga kecilnya itu diberikan yang terbaik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-3858007814718669631?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/3858007814718669631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=3858007814718669631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3858007814718669631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3858007814718669631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/05/melawat-puspi-dan-dedek-bebeh.html' title='Melawat Puspi dan Dedek Bebeh'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/SDWCaGeblgI/AAAAAAAAAFI/CgOCHA6gofY/s72-c/Puspi+dan+dedek+bebeh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4717803028782693506</id><published>2008-05-18T23:52:00.002+08:00</published><updated>2008-05-19T00:08:33.234+08:00</updated><title type='text'>Connecting The Dot</title><content type='html'>Did you ever thought that life is like a circle which consist of so many dots ?&lt;br /&gt;Did you ever thought that even a dot will give some precious meaning in our whole life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I did...I thought of it yesterday...&lt;br /&gt;Somebody told me for not to underestimate our life...&lt;br /&gt;Just simply enjoy, do and give the best of whatever you have done and you'll do. Just saying to GOD: Alhamdulliah for whatever we already get.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Riri, don't you think that when we go flash back of our life, it seems we watch movie of our life. All the things we've done is just a million of connected dots. That's what we are now!," said someone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, you're right friend...Life is like trial and error process. Do the best and after that says: Alhamdullilah. When we beleive that somehow to get happy ending life.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4717803028782693506?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4717803028782693506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4717803028782693506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4717803028782693506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4717803028782693506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/05/connecting-dot.html' title='Connecting The Dot'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1402117333606334087</id><published>2008-05-06T21:34:00.004+08:00</published><updated>2008-05-06T21:58:39.717+08:00</updated><title type='text'>Malam sekian puluh ribu</title><content type='html'>Akhirnyaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kata itu yang saya pekikkan dalam hati. Iya, akhirnya eyang uti dan eyang Kakung melangsungkan syukuran pernikahan ke 62 tahun. Wow. Buat saya sendiri angka itu cukup ajaib. Walaupun saya tahu prosesnya tidak ajaib. Pasti..pastii mereka berdua harus mengarungi jalan terjal yang kadang merenggangkan kaitan lengan mereka dan membuat hampir terjatuh. Itulah yang pernah dialami oleh setiap ikatan pernikahan. Ada bahagia dan ada muram kala harus menghadapi kenyataan hidup yang tidak begitu ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe..hee, tapi yang bikin saya mesam-mesem sendiri adalah ketika menjelang kepulangan saya kembali ke Jakarta di ruang makan. Setelah pada pagi hari dilangsungkan syukuran pernikahan, malam harinya saya harus bersiap untuk pamit pulang. Meja makan di Jogja berseberangan dengan kamar eyang. Pintunya terbuka. Saya kaget dan merasa surprise ketika melihat seprei kasur eyang berwarna pink bebungaan. Ngejreng bok!! GAUL ABIS. Selama empat tahun saya tinggal dengan eyang, dan selama ini saya bolak-balik Jogja-Jakarta, saya tak pernah sekalipun melihat eyang memasangkan kasurnya dengan seprei bebungaan. Keknya paling cocok untuk seprei bulan madu manten anyar deh. wakakakakaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih bikin geli lagi jam 20.00, pasangan nenek dan kakek itu sudah mulai beranjak ke peraduan. Backsound-nya alias &lt;span style="font-style:italic;"&gt;original soundtrack&lt;/span&gt; untuk malam sekian puluh ribu itu adalah uyon-uyon. Uyon-uyon merupakan lagu atau gending khas Jawa Tengah. Duh, bener-bener bikin terharu. "Aku ngantuk.kesel,"ungkap eyang Uti dengan raut wajah kecapaian. Seharian ia menerima ucapan selamat dari kerabat dan tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ide seprei pink itu berasal dari Budhe, menantu eyang paling tua. Siip deh. kreativ banget. Ciehhh, Eyangggg. Jadi pengen, uhuks. *hushhh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga eyang bisa lebih sabar momong cucu. Terutama cucu-nya yang satu ini yang pemalas dan tukang kelayapan. hihihiihi ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1402117333606334087?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1402117333606334087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1402117333606334087' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1402117333606334087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1402117333606334087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/05/malam-sekian-puluh-ribu.html' title='Malam sekian puluh ribu'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1279687335461825163</id><published>2008-05-06T20:59:00.005+08:00</published><updated>2008-05-06T21:32:54.145+08:00</updated><title type='text'>Harga BBM naik</title><content type='html'>Harga BBM naik. Semua harga komoditas ikutan melonjak tajam. Hari ini SBY-JK memperkirakan kenaikan mencapai 27.5 %. Harga minyak tanah bisa mencapai Rp. 7 ribu/liter. Kasihan Nenek Poni. Dagangan combronya dipastikan tidak akan untung banyak. "Ya, udah Nek. Harga combronya dinaikin aja. Teman-teman kantor ga masalah kok. Mereka pasti mengerti kenaikan BBM,"ujar saya sambil memakai kaus kaki sebelum berangkat dari rumah kos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi..lagi nenek Poni masih ragu. Akhirnya kata TIDAK dan HARGA TETAP masih dipertahankannya. Harga combro-nya tidak akan naik dan masih tetap seperti harga semula. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oalah, mbakk. Mesakke wong kantoran&lt;/span&gt;,"cetus nenek Poni sambil menyetrika. Raut mukanya masam mendengar kenaikan harga BBM yang rencananya akan naik. Baginya untung dua ratus sampai tiga ratus perak dari hasil jualan setiap combro, misro, kacang dan pisang goreng, merupakan suatu keuntungan yang sangat lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolak-balik saya menyarankannya untuk menaikan harga gorengan yang sekarang dibanderolnya Rp. 1.000/buah. Harga segitu sebetulnya sudah murah banget mengingat harga sembako dan minyak tanah di Jakarta lebih mahal ketimbang daerah lainnya.Sampai saat ini nenek masih membuat gorengan dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris juga setiap saya akan berangkat liputan kemudian mendengar kelangkaan minyak tanah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tukang minyak tanah wis ora teko maneh, mbak&lt;/span&gt;,"ucap nenek. Kalau udah begitu, dagangan diproduksi menunggu datangnya tukang minyak tanah gerobak yang tempo-tempo berteriak diluar rumah dan tempo-tempo tak bersuara sama sekali. Sunyi senyap, sesenyap nihilnya dagangan dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Nenek Poni masih tetap semangat kok. Semangatnya berjualan demi menghidupi anak cucu-nya di Ponorogo masih berkobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngga lo&lt;/span&gt; saranin aja pakai tabung gas. Murah kok, tabung 5 Kg cuma Rp. 16 ribu,"ungkap seorang sahabat. Saya sebetulnya pernah menyarankan hal yang sama. Tapi itu berarti ia harus membeli kompor gas. Lagi..lagi biaya besar. Saya tak sampai hati menyarankannya lagi. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yahh, mbak aku ki dodolan gorengan lha mung iseng thok, kok. Nek ra ono bahan, yo ra popo, ra dodolan&lt;/span&gt;,"cetus Nenek pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, nenek...nanti kita cari jalan lainnya, ya Nek. Mudah-mudahan Nenek bisa tetep jualan dan masih ada untungnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1279687335461825163?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1279687335461825163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1279687335461825163' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1279687335461825163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1279687335461825163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/05/harga-bbm-naik.html' title='Harga BBM naik'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-3808691958889683822</id><published>2008-05-05T19:20:00.001+08:00</published><updated>2008-05-05T19:20:53.985+08:00</updated><title type='text'>Jangan mudah menyerah</title><content type='html'>Kalau hati lagi gundah, disetiap kesempatan pasti selalu ada "invisible hand" yang mau menolong atau setidaknya mendengar keluh kesah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau setidaknya cukup dengan SMS bisa menjadi penguat asa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa SMS yang saya pikir itu masuk dalam kategori penyemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup ini penuh dengan tantangan dan halangan. Jika Anda jatuh janganlah mudah menyerah. Bangunlah dan katakanlah, :" sopo iki seng dorong-dorong"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Even u're tired, take a second time to smile and care...Happy Val's day, Riri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-3808691958889683822?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/3808691958889683822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=3808691958889683822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3808691958889683822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3808691958889683822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/05/jangan-mudah-menyerah.html' title='Jangan mudah menyerah'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1316134998376717406</id><published>2008-05-02T23:15:00.004+08:00</published><updated>2008-05-02T23:48:50.669+08:00</updated><title type='text'>Siluet mimpi</title><content type='html'>Saya memimpikan dia.&lt;br /&gt;sangat jelas.&lt;br /&gt;kami akan menuju tempat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambutnya keriting dan gondrong&lt;br /&gt;melekat disandaran jok kursi penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacamatanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu siapa dia.&lt;br /&gt;Bahkan saya melafalkan namanya dengan jelas.&lt;br /&gt;Nama itu sangat sesuai dengan namanya dikehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, saya tak mengenalnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aneh&lt;br /&gt;apa lagi ini&lt;br /&gt;semuanya bukan hanya imaji&lt;br /&gt;seperti siluet&lt;br /&gt;sebuah pertanda&lt;br /&gt;kini saya&lt;br /&gt;tak bisa &lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;tidur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1316134998376717406?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1316134998376717406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1316134998376717406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1316134998376717406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1316134998376717406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/05/siluet-mimpi.html' title='Siluet mimpi'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4407310352736076980</id><published>2008-05-02T22:58:00.007+08:00</published><updated>2008-05-02T23:56:48.727+08:00</updated><title type='text'>Telepati</title><content type='html'>Telepati adalah kemampuan untuk berkomunikasi atau saling menukarkan informasi dengan orang lain tanpa menggunakan indera. Anda cukup memikirkan sebuah pesan pada teman Anda, dan maka teman Anda akan menerima pesan Anda dalam pikirannya. Cukup Anda memikirkan ingin makan menu tertentu, pelayan restoran langsung tahu dan membawakan menu itu ke hadapan Anda tanpa perlu bercakap-cakap. Inilah cara berkomunikasi paling efektif dan efisien yang bisa dilakukan orang, seandainya saja setiap manusia dimuka bumi bisa melakukannya dengan sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam film-film populer, telepati digambarkan begitu fantastis. Antara dua orang mampu saling bercakap-cakap tanpa perlu berbicara. Jika Anda memperoleh informasi telepati dari seseorang, orang itu seolah-olah berbicara pada Anda. Jadi, Anda seperti benar-benar mendengar suaranya dalam pikiran Anda. Namun, tentu saja telepati tidak sespektakuler yang digambarkan dalam film populer. Kebanyakan informasi yang disampaikan dalam telepati hanyalah gambaran-gambaran singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kasus berikut. Tatkala sedang nonton bola bareng teman-temannya, Mimo (bukan nama sebenarnya), tiba-tiba merasa gelisah. Ia merasa harus segera pulang ke rumah. Ia khawatir dengan ibunya di rumah. Namun ia memutuskan untuk mengabaikan rasa gelisah yang tiba-tiba menyergap itu. Lama kelamaan, ia semakin gelisah dan akhirnya memutuskan pulang. Ternyata, dirumah sang ibu dalam kondisi pingsan. Sebelum pingsan, menurut bapaknya, ibunya berulang kali menyebut nama Mimo. Pertanyaannya, apakah fokus perhatian ibu Mimo kepada Mimo lantas serta merta mengirimkan informasi telepatik kepada Mimo? Jawaban populer mengatakan ya. Mimo gelisah karena mendapat informasi telepatik dari ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kasus kedua berikut. Ruang kuliah saat saya sekolah dulu ada berada di lantai dua dan tiga di sebuah gedung. Dilantai bawah ada bangku tempat duduk-duduk. Tiba-tiba saya ingin pergi ke bawah dan duduk-duduk di sana. Nah, ternyata di sana duduk-duduk beberapa orang teman yang sedang membicarakan saya, entah dalam hal apa. Lalu salah satunya berseru, “panjang umur kowe, bar diomongke njedul!” (panjang umur kamu, baru saja dibicarakan lalu muncul). Pertanyaannya, apakah saya mendapatkan informasi telepatik dari teman-teman sehingga terdorong untuk turun menemui mereka dibawah? Bisa ya, bisa juga tidak. Yang pasti, mereka memang memikirkan saya (dengan membicarakan saya). Nah boleh jadi, pada saat itu terjadi transfer informasi telepatik dari pikiran mereka ke pikiran saya sehingga saya ingin ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus seperti di atas adalah kasus umum yang sering dilaporkan orang. Mungkin Anda juga sering mengalaminya. Baru membicarakan seseorang, eh, tiba-tiba orang itu muncul. Secara populer, bisa saja dijelaskan bahwa pada saat Anda membicarakan teman Anda, lantas terjadi saling transfer informasi telepatik antara Anda dan teman Anda. Oleh karena itu, secara tidak sadar teman Anda terdorong untuk menemui Anda. Sebaliknya bisa saja terjadi. Teman Anda memikirkan untuk menemui Anda. Saat menjelang sampai, ia berpikir “ada dirumah enggak ya?!” Nah, saat itu mungkin saja terjadi transfer informasi telepatik dari pikirannya ke pikiran Anda. Lantas Anda jadi membicarakan teman Anda itu. Jadi, tidak mengherankan jika ia muncul saat Anda sedang membicarakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada bukti bahwa kedua kasus diatas melibatkan telepati. Keberadaan telepati hanyalah alternatif penjelasan yang perlu pembuktian lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kasus telepati yang dilaporkan orang terdiri dari dua hal mendasar, yakni telepati terjadi antara dua orang atau lebih yang memiliki hubungan dekat (misalnya antara suami dan istri atau ibu dan anak), serta dalam situasi berbahaya. Ambil contoh kasus pertama diatas. Ibu Mimo terpeleset di kamar mandi. Untuk sesaat dalam kondisi sangat kesakitan, ia sangat kuat memikirkan Mimo. Ia mungkin berpikir tidak akan lagi bisa melihat Mimo. Oleh karena itu, secara bersamaan Mimo menerima telepati dari sang ibu. Mimo menjadi gelisah, memikirkan sang ibu dan terdorong untuk pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik kasus seperti di atas, telepati mungkin memiliki fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Sekurang-kurangnya ia menjadi alat komunikasi terakhir untuk meminta pertolongan dari orang lain saat Anda terancam bahaya. Opini populer mengatakan “Saat terancam bahaya dan butuh pertolongan, pikirkanlah dengan konsentrasi penuh tentang seseorang yang dekat dengan Anda, serta memiliki peluang menolong Anda. Jika Anda beruntung, ia akan datang menolong Anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepati bukan hanya pertukaran pikiran, tapi bisa juga pertukaran emosi. Contohnya, kegelisahan ibu Mimo ditransfer ke Mimo. Akibatnya Mimo merasa gelisah. Telepati juga sering terjadi dalam pikiran tidak sadar ketimbang dalam pikiran yang sadar. Kedua kasus diatas terjadi telepati dalam pikiran sadar. Namun, bisa saja terjadi telepati ibu Mimo sampai ke Mimo saat Mimo dalam kondisi tidur. Mimo jadi memimpikan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepati dipercaya melibatkan fisiologis tubuh. Tidak semata-mata pikiran yang bekerja. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang menyampaikan sebuah informasi telepatik kepada orang lain, terjadi perubahan fisiologis dalam diri pengirim. Pada saat seorang pengirim pesan diminta berkonsentrasi memikirkan penerima pesan, respon kulit galvanik atau GSR, yang merupakan detektor alamiah terhadap stres psikologis dalam diri seseorang, meningkat. Pada saat relaks, GSR-nya kembali menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian di laboratorium tersebut juga menunjukkan bahwa pada saat pengirim pesan berkonsentrasi pada penerima pesan, dimana terjadi peningkatan GSR, penerima pesan juga mengalami kenaikan GSR. Saat pengirim pesan dalam kondisi relaks, secara otomatis, GSR penerima pesan juga ikut menurun. Padahal, penerima pesan tidak tahu apakah pengirim pesan sedang berkonsentrasi atau sedang relaks. Jadi, secara fisiologis, penerima pesan merespon perubahan fisiologis pengirim pesan. Dengan kata lain, Anda bisa mendeteksi usaha seseorang ketika sedang mengirimkan sebuah pesan pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeteksian telepati melalui fisik tubuh kadang disebut juga pembacaan otot (muscle reading). Jika Anda bisa melakukannya, maka cukup dengan menyentuh tubuh seseorang, maka Anda akan tahu apa yang dipikirkan orang itu. Dalam dunia hiburan, kemampuan ini sangat menarik perhatian. Anda menyimpan kartu tertentu dalam baju Anda tanpa diketahui oleh sang mentalis (orang yang melakukan manipulasi telepati untuk tujuan hiburan). Lalu sang mentalis memegang tangan Anda dan menebak kartu apa yang Anda simpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/11/telepati.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Kekuatan telepati memang dahsyat. Beberapa jam lalu saya menelpon teman akrab saya yang sudah dua bulan tidak bertelepun ria. Maksud saya menelepunnya untuk mengajaknya nonton Kua Etnika di Taman Ismail Marzuki pada hari Kamis mendatang. So??? "Ya, ampun Riii, barusan aja aku mau menghubungi kamu. Pingin ngobrol sama kamu lewat YM. Mau ngajaki koe nonton,"ungkapnya yang setengah terpekik kegirangan saya hubungi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun maksud kami sama-sama menonton. Tapi sedikit berselisih maksud. Menonton yang teman saya maksudkan adalah menonton film di Bioskop malam ini juga. Tapi setidaknya konsentrasinya untuk "mengajak" saya menghubunginya merupakan bagian dari transfer pesan itu. Dus, dilain persitiwa beberapa tahun lalu. Disuatu siang yang terik saya merasa tiba-tiba gelisah. Lalu saya tergerak SMS seorang teman dan menanyakan alasan kenapa dia gelisah. "Gelisah? ngga tuh, aku ngga gelisah,"ujarnya. Ooops, oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm kala itu saya berpikir bahwa rasa gundah itu timbul bukan merupakan hasil kiriman darinya. Tapi tetap saja saya masih yakin dan tambah penasaran. Benarkah ia berbohong demi menutupi rasa malunya karena memikirkan saya? Disuatu kesempatan ketika kami bertemu kurang lebih tiga bulan sesudahnya, rasa penasaran saya terjawab. "Apakah ketika itu kamu gelisah dan sedang memikirkan saya?"tanya saya hati-hati. Akhirnya anggukan lemah terlihat. Sejak itulah saya merasa bahwa telepati itu nyata dan merupakan sesuatu yang bisa diolah untuk memberikan pesan-pesan kebaikan.* &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4407310352736076980?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4407310352736076980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4407310352736076980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4407310352736076980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4407310352736076980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/05/telepati.html' title='Telepati'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-5762691976642468974</id><published>2008-04-25T16:56:00.002+08:00</published><updated>2008-04-25T17:06:11.066+08:00</updated><title type='text'>Puisi Cahaya Bulan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Akhirnya semua akan tiba suatu hari yang biasa,&lt;br /&gt;pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kau masih selembut dahulu,&lt;br /&gt;memintaku minum susu dan tidur yang lelap,&lt;br /&gt;sambil membenarkan letak leher kemejaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih,&lt;br /&gt;lembah pandalawali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau dan aku tegak berdiri,&lt;br /&gt;melihat hutan-hutan yang menjadi suram,&lt;br /&gt;meresapi belaian angin yang menjadi dingin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kau masih membelaiku semesra dahulu..&lt;br /&gt;ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kau masih akan berkata..&lt;br /&gt;kudengar detak jantungmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita begitu berbeda dalam semua,&lt;br /&gt;kecuali dalam cinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cahaya bulan menusukku&lt;br /&gt;dengan ribuan pertanyaan&lt;br /&gt;yang tak kan pernah kutahu&lt;br /&gt;dimana jawaban itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagai letusan berapi&lt;br /&gt;bangunkanku dari mimpi&lt;br /&gt;sudah waktunya berdiri&lt;br /&gt;mencari jawaban, kegelisahan hati.. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Baca puisi Gie dalam hati sambil dengerin lagunya-Cahaya Bulan...hiks...jadi meleleh. Baca buku hariannya yang sudah lusuh cetakan kedua tahun 2002 untuk pertama kalinya. Buku itu oleh siempunya laksana isteri pertama. Siapapun yang meminjam dan belum dikembalikan untuk jangka waktu tertentu, pasti bakal ia samper sampai ke ujung dunia...dan si lelaki yang try to implemented GIE's idealism itu bernama...Wiwit. My best friend.&lt;/span&gt;*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-5762691976642468974?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/5762691976642468974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=5762691976642468974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5762691976642468974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5762691976642468974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/04/puisi-cahaya-bulan.html' title='Puisi Cahaya Bulan'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-6497490026088029171</id><published>2008-04-19T01:46:00.003+08:00</published><updated>2008-04-19T02:23:11.243+08:00</updated><title type='text'>Menengok Eyang -Part II-</title><content type='html'>Kemarin sore saya habis bertelepun ria dengan Pak Arvan. Dia bercerita bahwa kesibukannya menggodanya untuk langsung istirahat dan mengurangi intensitas bercengkrama dengan keluarganya. "Bayangkan, ri, selama kurang lebih 8 sampai 10 jam saya berdiri memberi ceramah. Pulang kerumah badan sudah sangat pegal,"ungkap si Bapak ituh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rasa lelahnya tidak membuatnya melupakan ketiga anak-anaknya yang berumur 9 tahun 7 tahun dan 2 tahun. "Mereka paling suka saya dongengkan,"cetusnya dari seberang telepon. Dasar anak-anak sangat kreatif, mereka justru ingin agar Pak Arvan juga kreatif mengarang cerita yang baru setiap malamnya. Si sulung malah tidak mau mendengar certa yang berasal dari buku cerita anak. Walhasil Pak Arvan berpikir keras mengarang cerita yang "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;fresh from the oven&lt;/span&gt;" selama perjalanan pulang kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau hanya mengandalkan rasa lelah, saya memilih tidur saja. Tapi karena kepikiran kalau-kalau saya tidak bisa bertemu mereka lagi karena terbatasnya umur, maka saya semangat membeuat cerita baru,"ulas Arvan sumringah. Alasan yang terlontarkan oleh Pak Arvan itu merupakan alasan yang sama saya rasakan ketika akan pergi ke Jogja malam nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 April merupakan perayaan syukur ulang tahun pernikahan Eyang Jogja ke-62. Sebetulnya ulang tahun eyang itu jatuh pada lima hari sebelumnya. Namun mengingat anak dan cucunya hanya mempunyai waktu libur hari sabtu dan minggu, maka diputuskan mengadakan acara kumpul-kumpul pada hari minggu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, Pak Arvan benar kok. Kalau saya mengandalkan rasa remuk redam disekujur tubuh akibat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;over worked&lt;/span&gt;, maka saya bisa saja dengan santainya menolak permintaan Ibu untuk mengunjungi eyang. Sabtu malam saya pergi ke Jogja dengan Argo Lawu, dan minggu malam saya harus pulang ke Batavia dengan jadwal yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga takut tidak mempunyai banyak waktu untuk sekadar menyemangati eyang berjalan menggunakan tongkat-nya. Saya takut segala marah dan kekesalan saya belum sempat dimaafkan oleh eyang. Saya khawatir ini dan itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu bahwa doa orangtua lebih cepat di kabulkan oleh Allah. Dan justru saya merasakan manfaat langsung berasal dari doa eyang Uti ketika beliau dirawat di RS. Sardjito tiga tahun lalu, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tak dungak'ke iso oleh gawean sing pener&lt;/span&gt;,"kata eyang Uti ketika saya membantunya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mlapah-mlapah &lt;/span&gt;menuju kamar mandi. Waktu itu saya cukup terkesiap dan terharu. Selama lebih dari seminggu saya menemani eyang di Sardjito, sama sekali tidak terbesit akan didoakan karena budi baik saya pada eyang. Kebetulan ketika eyang dinyatakan naik tekanan gula darahnya, itu tepat sebulan ketika saya sudah selesai revisi pendadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan seusai doa itu terucap spontan, saya langsung dinyatakan diterima disebuah media di Jakarta dengan waktu tes hanya sehari. Bukan main kekuasaan Allah. Kadang saya malu juga karena pernah bercerita pada teman tentang bagaimana eyang sangat menghargai uang. He.he.he, malah cenderung pelit. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ngga &lt;/span&gt;ada maksud apa-apa kok ketika itu. Justru tingkah laku eyang sebagai perempuan Jawa dari cucu yang sangat tidak&lt;span style="font-style:italic;"&gt; njawani&lt;/span&gt;, lucu banget. Sebetulnya saya bercerita karena saya sayang sama eyang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mbiyen aku dodolan mbatik, mlaku seko kidul nganti Mbringharjo&lt;/span&gt;,"ungkap eyang mengingat kegetirannya dimasa muda dulu. Eyang dulu juga bisa disebut juragan arang di Malang karena gaji eyang kakung sebagai tentara tidak mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sssstttt, to be continue yeeee, aku ngantuk mau bobo dulu...temen2 kantor udah pada pulang. Go home yuks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kebersamaan dengan keluarga merupakan hal terpenting yang tidak bisa diulang ketika masa itu terlewatkan begitu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-6497490026088029171?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/6497490026088029171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=6497490026088029171' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6497490026088029171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6497490026088029171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/04/menengok-eyang-part-ii.html' title='Menengok Eyang -Part II-'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-8678848766979791919</id><published>2008-04-18T23:36:00.003+08:00</published><updated>2008-04-19T00:05:49.841+08:00</updated><title type='text'>Kau Begitu Sempurna</title><content type='html'>Kau Begitu Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimataku kau begitu sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiranmu benar-benar melengkapi hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih sudah mewarnai sore hari nan indah, mencecap senja bersama dalam jarak yang terbentang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ketidaksempurnaanmu bagiku kau tampak sempurna. Kepolosan dan sikap hati-hati yang terselimuti oleh jiwa rendah hatimu, membuatku belajar banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah kau ketika kita berdua memandang senja yang berkelindan dan mengunduh gundah? Diantara sekat-sekat tak kentara garis spasi seolah aku melihatmu tersenyum jenaka. Ada hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini saatnya kembali kealam realita. Aku terpekur pada kenyataan bahwa kau tak benar berada disisiku, berwujud. Jadi apa yang kita lalui bersama bukan kenyataan? Apakah itu rekayasa intelektual kita semata? Roda waktu yang berputar menunjukkan hal itu padaku. Cepat atau lambat semuanya akan berakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak pernah berkata: Tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Itulah hidup....dan itulah kita. Aku tak tahu apa rahasia dibalik perkenalan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk setiap pelajaran hidup yang terurai lewat alunan kata yang pernah tertulis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***thanks to Andra and the Backbone, Kau Begitu Sempurna-nya inspiratis bangettssss***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-8678848766979791919?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/8678848766979791919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=8678848766979791919' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8678848766979791919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8678848766979791919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/04/kau-begitu-sempurna.html' title='Kau Begitu Sempurna'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-379796573406102902</id><published>2008-03-31T22:10:00.004+08:00</published><updated>2008-03-31T22:25:57.642+08:00</updated><title type='text'>Domba petarung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DxncfXbzI/AAAAAAAAAEk/1YGNM4K19M8/s1600-h/domba+petarung.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DxncfXbzI/AAAAAAAAAEk/1YGNM4K19M8/s200/domba+petarung.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183908831068385074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garut dan daerah kotamadya Bandung emang ga ada matinye untuk urusan domba petarung. Mereka sampai-sampai menternakkannya. Sudah sejak abad 19, Garut mengadakan pertandingan domba. Pertandingan seperti ini mengingatkan pada sabung ayam di Bali atau Banteng di Rhoma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuatu sang yang terik, di daerah Lamajang, Kabupaten Bandung, ga sengaja saya bertemu dengan si domba hitam petarung itu. Niatnya sih waktu itu mau nyari calon narasumber. Eeeeeh, ketemu domba hitam. Wah ga ada salahnya, kan motret dulu sama domba. lagian juga tuh si mamang berdua gape banget dah pose fotonye. he.he, sebelum bertarung...poto dulu donggg.&lt;br /&gt;liat aja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan para pelaku agro cukup tinggi dalam beternak domba petarung. Domba hitam asal Garut sudah terkenal seantoero Bandung. Eka Agro Rama, sebuah lembaga penelitian-berdasarkan searching paman Google-sudah mengadakan pelatihan Budidaya Usaha Ternak Domba Garut dan Aplikasi Teknologi&lt;br /&gt;Pertanian Bio Forb - Bio Triba di Kota Banjaran, Kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ooohhh, pantesan aja, domba petarung ada disekitar Lamajang. Jalan tersebut memang menuju desa Banjaran, Kab. Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup domba petarung Garut..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;embeeeeeeee..mbeeeeeee&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-379796573406102902?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/379796573406102902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=379796573406102902' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/379796573406102902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/379796573406102902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/domba-petarung.html' title='Domba petarung'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DxncfXbzI/AAAAAAAAAEk/1YGNM4K19M8/s72-c/domba+petarung.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-6001445892265597923</id><published>2008-03-31T21:42:00.008+08:00</published><updated>2008-03-31T23:08:30.548+08:00</updated><title type='text'>Hujan Es</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DwG8fXbyI/AAAAAAAAAEc/PkfS2nIxWZE/s1600-h/atap+ketiban+batu+es.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DwG8fXbyI/AAAAAAAAAEc/PkfS2nIxWZE/s200/atap+ketiban+batu+es.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183907173211008802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DwAcfXbxI/AAAAAAAAAEU/QlQZBr3CviY/s1600-h/es+batu+bertebaran.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DwAcfXbxI/AAAAAAAAAEU/QlQZBr3CviY/s200/es+batu+bertebaran.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183907061541859090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DuP8fXbwI/AAAAAAAAAEM/0gtKm3ZeYjI/s1600-h/motor+kehujanan+es.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DuP8fXbwI/AAAAAAAAAEM/0gtKm3ZeYjI/s200/motor+kehujanan+es.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183905128806575874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DsIMfXbuI/AAAAAAAAAD8/K7KSbLYQVDo/s1600-h/hujan+disebelah+gedek+sunda.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DsIMfXbuI/AAAAAAAAAD8/K7KSbLYQVDo/s200/hujan+disebelah+gedek+sunda.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183902796639334114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_Dr1sfXbtI/AAAAAAAAAD0/ET9yktJup2Q/s1600-h/dua+mobil+hujan+es.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_Dr1sfXbtI/AAAAAAAAAD0/ET9yktJup2Q/s200/dua+mobil+hujan+es.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183902478811754194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini saya merasakan hujan es. Kemarin siang sekitar jam 13.00, saya mengalaminya ketika sedang berada di rumah makan Sunda di daerah Soekarno Hatta, Bandung. Hujan es terjadi kurang lebih selama satu jam. Mas Catur yang rumahnya di Bekasi-pun ternyata mengalami kejadian yang sama. Hanya saja, hujannya es-nya tidak sedahsyat di Bandung. Itupun hanya disebagian tempat saja yang mengalami hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang dirumah makan itu pada heboh karena es menyebur dari berbagai sisi rumah makan yang terbuat dari bambu dengan jendela terbuka lebar. Mereka juga sibuk memindahkan mobilnya ke basement. Bisa-bisa es batu kecil itu memecahkan kaca mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan dari seorang pengamat yang diwawancarai oleh wartawan Sindo, tiap satu kilometer dari permukaan bumi, suhunya bisa mencapai 1,4 derajat celcius. Fenomena alam ini berlangsung pada musim pancaroba dan frekuensinya sangat jarang. Yakni, hanya pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang terjadi pada Maret-Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun hujan kemarin itu rasanya jadi pingin membuat saya menyanyi menyambut hujan yang jarang-jarang terjadi di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"tik..tik..tik..rintik hujan disiang hari..airnya turun tidak terkira.......bla..bla..bla"&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga peduli hujan badai kayak gitu, ikan gurame asem manis tetep disantap bersama teman yang paling tidak cerewet, Afiff. Ikan yang kecipratan air hujan jadi semakin makyussss.heheheh..heheh ;)&lt;br /&gt;Lihat hujan es itu saya jadi membayangkan puncak gunung Jaya Wijaya. Seru bgt sepertinya bisa ikut melihat dan menjadi saksi akan kebesaran Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-6001445892265597923?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/6001445892265597923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=6001445892265597923' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6001445892265597923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6001445892265597923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/hujan-es.html' title='Hujan Es'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_DwG8fXbyI/AAAAAAAAAEc/PkfS2nIxWZE/s72-c/atap+ketiban+batu+es.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4524980666180326518</id><published>2008-03-25T00:07:00.002+08:00</published><updated>2008-03-31T22:42:17.883+08:00</updated><title type='text'>Obituari Mbak Ida</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_D4QsfXb1I/AAAAAAAAAE0/0TZwdrOyJpk/s1600-h/lagi+mbaca.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_D4QsfXb1I/AAAAAAAAAE0/0TZwdrOyJpk/s200/lagi+mbaca.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183916136807755602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_D4J8fXb0I/AAAAAAAAAEs/-rjp1VwZ-oQ/s1600-h/Mbak+Ida+air+terjun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_D4J8fXb0I/AAAAAAAAAEs/-rjp1VwZ-oQ/s200/Mbak+Ida+air+terjun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183916020843638594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk Mbak Farida yang lebih dulu pergi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tak'kan pernah bisa melupakan bongkahan kenangan ketika kami menonton film Berbagi Suami di kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu mbak Ida meminta-ku naik tempat tidurnya. Duduk bersejajar dengannya dan menatap kearah televisi di kamar kos-nya. Sesekali kami tergelak manakala melihat adegan gokil, ra nggenah, tipu muslihat yang dilancarkan para suami mata keranjang itu pada para isteri. "Wakakakakkaa, mau poligami ya kok ngono,"tawa mbak Ida berderai. Aku tahu, deraian tawa itu takkan lama. beberapa jam lagi, pasti mbak Ida akan mengeluh sakit disekitar mulut dan lidah. Operasi kanker lidah itu belum benar-benar tuntas melepaskan cengkeraman daya sakitnya yang luar biasa. "Mbak, kapan lagi kemoterapi-nya?"tanya ku disela-sela menonton film. Jadwal rencana periksa ke dokter di RS. Dharmais akhirnya meluncur dari mulutnya yang tidak bisa mengeluarkan vokal bulat penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain waktu, kami pernah punya kenangan. Sebelum vonis kanker lidah diketokkan palu oleh tim medis, kami pernah bercerita ngalor ngidul. Kira-kira itu dibulan pertama aku kerja di SWA. Cerita kami berputar tentang kampung masing-masing, tempat tinggal, kuliah sampai kegiatan mahasiswa yang pernah dijalani. Ternyata mbak Ida cukup aktif di kegiatan mahasiswa fotografi dan Koperasi Mahasiswa (Kopma) di kampusnya. "Itu duluu, Ri,"ucapnya merendah. Mbak Ida cukup bangga dengan unit fotografi almamaternya yang katanya sebagai penyumbang aktif para pawarta foto di berbagai media massa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kangen dengan kampusnya. "Memang kampus mbak itu seperti apa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tho&lt;/span&gt;? Waktu aku di Jogja, sama sekali belum sempat main kesana,"dengan polos aku bertanya. "Kampus-ku itu...gini,"ucap mbak Ida sambil mengacungkan dua jempol, tanda bahwa kampusnya itu sangat oke dan&lt;span style="font-style:italic;"&gt; siip&lt;/span&gt;. Dalam memorinya, UNS sebagai almamaternya terletak didataran yang agak berbukit. Penuh dengan pohon rindang. Wah, aku ga tahu deh kalau sekarang apakah keadaannya masih sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana kami berdua yang belum kesampaian sampai sekarang dan untuk selamanya adalah berburu baju sisa ekspor di Pasar Senen. Aku tertarik bangetss kesana karena kita akan menemukan pakaian yang aneh, unik, bahkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;branded&lt;/span&gt; tapi dengan harga yang luar biasa ngga masuk akal murahnya. "Ini aku beli baju cuma Rp. 10 ribu. Trus Yuni tak kasih tahu, bisa beli blazer harganya kurang dari Rp. 10 ribu," haaaa. aku cuma melongo. "Ning yo kui, Ri. Kita mesti merendam diair mendidih bajunya supaya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngga&lt;span style="font-style:italic;"&gt;gatel-gatel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, urainya. Kami banyak mendengar, artis seperti Jamie Aditya, Naif, juga berburu pakaian dan barang aneh disana. "celana jeans Jamie Aditya aja yang dibuat tahun 50-an dan sekarang ga keluar lagi, belinya disana dan murah,"mbak HBR ngomporin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah..mungkin kami memang tidak berjodoh untuk sekadar kongkow-kongkow. Keinginan untuk ke Senen pupus sudah. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana bisa mendapatkan barang yang bersih, fashionable tapi harga miring. Ya, ke ITC-lah jawabnya ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bener lo. Senen dan baju sisa ekspornya menyimpan memori khusus tentang mbak Ida. Aku bersyukur sempat menengoknya untuk terakhir kalinya bersama teman-teman. Aku juga beruntung bisa menemaninya minum jus yang dengan susah payah ditelannya. Ditengah rintikan hujan hari sabtu siang, aku masih diberi kesempatan oleh Allah melihat kuasa Nya.Mbak Ida mengeluh. Lidahnya terasa sangat perih menerima asupan makanan. Tegukan jus semangka sesekali dimuntahkannya. Tapi akhirnya mbak-ku yang baik hati itu mampu menghabiskanya. Jus tandas dalam waktu 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktunya tidak sampai sebulan lagi,"ucap seorang teman yang bisa menerawang perkiraan batas hidupnya. Kami tertegun.menunduk.pasrah.mungkin itu yang terbaik untuk mbak Ida. dan ternyata memang yang terbaik adalah jalan yang sekarang dilaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami untuk terakhir kalinya melihat-nya sebelum dimasukkan dalam peti jenazah dan diboyong ke Salatiga, kami masih melihat ketegaran di raut wajahnya. "Ida, anakku yang paling cantikk.Ibu ada disamping-mu,"ujar Ibu kandung mbak Ida sembari mengusap wajah putri kedua-nya diiringi linangan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan mbak Farida Nawang Nurini&lt;br /&gt;Semoga tenang disisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk sejumput kenangan indah yang pernah kita lalui bersama....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4524980666180326518?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4524980666180326518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4524980666180326518' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4524980666180326518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4524980666180326518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/obituari-mbak-ida.html' title='Obituari Mbak Ida'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R_D4QsfXb1I/AAAAAAAAAE0/0TZwdrOyJpk/s72-c/lagi+mbaca.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-3968883162055648208</id><published>2008-03-24T23:34:00.005+08:00</published><updated>2008-03-24T23:56:28.122+08:00</updated><title type='text'>Lu Jual, Gue Beli !</title><content type='html'>Pemilihan Badan Pengawas Pemilu 2009 (Bawaslu) di DPR minggu lalu menjadi perbincangan hangat di kantor kami. "Sebetulnya ada kandidat yang lebih baik, bahkan terbaik..Tapi ya itu..sudah kayak politik dagang sapi,"ulas saudari saya yang ketika itu berbaju merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya dari awal saya juga tak setuju tentang penentuan kuota keanggotaan wanita, baik di DPR maupun dilembaga independen. Ketika kuota ditetapkan, maka mau tak mau harus memenuhi sejumlah kuantitas tersebut padahal tidak ditunjang dengan kualitas para kandidatnya. Syukur-syukur kandidat perempuan yang terpilih memiliki skill mumpuni. Setahu saya menjadi anggota Bawaslu tidak saja menjadi pengawas jalannya pemilu yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Good coorporate Governance&lt;/span&gt; tapi mereka juga musti mempunyai konsep dan merupakan orang yang visioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata era reformasi sungguh tidak membawa perubahan banyak bagi terbentuknya sistem pemerintahan  jujur dan adil. Kalau mau jujur, memangnya calon yang sudah di ACC oleh para anggota DPR yang terhormat itu bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Kalau mau jujur lagi, siapa sih backingan mereka. Terlalu naif rasanya kalau kita tidak melihat siapa mendukung siapa..siapa menitipkan siapa dan siapa berkepentingan disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, akhirnya politik dagang sapi tidak semata menjadi teori penghias buku Tata Negara saja, tapi betul-betul terealisasikan. Dari sumber yang terpercaya---cieeehhh---pemilihan anggota Bawaslu kemarin menyaring kandidat perempuan yang kapabilitasnya diragukan.  "Masak dari total 200 soal, cuma 50 soal saja yang sanggup dikerjakan selama 2 jam,"ujar perempuan berbaju merah itu. Ironisnya, justru merekalah yang terpampang masuk daftar salah seorang kandidat Bawaslu. Terbukti, kan, DPR saja yang diharapkan bisa independen memilih, malah justru sangat berkepentingan dalam pemilihan kali ini. hoho..ho tentu saja. Dimana ada fulus, disitulah konstelasi politik bermain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huhhh, susah memang mengubah atau minimal memperbaiki mentalitas pedagang. Semua posisi politis pasti akan ada permainan politisnya. Akhiranya semuanya bermuara pada : "Lu jual, gue beli!!!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-3968883162055648208?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/3968883162055648208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=3968883162055648208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3968883162055648208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3968883162055648208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/lu-jual-gue-beli.html' title='Lu Jual, Gue Beli !'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-7943214124673897266</id><published>2008-03-24T22:59:00.002+08:00</published><updated>2008-03-24T23:02:01.691+08:00</updated><title type='text'>Ni hao!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Riri, Ni hao! Duiuqi, wo cai huida ni d duanxin, wo jiao nin, Riri jie-jie huoze Riri? Wo hen gaoxing, ruguo women hui yiqi xue hanyu.. Wo ye hai xue hanyu na..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing kan....????? opo tho artine?? Huhhh, mesti tanya Chen Lao shi atau Liu Lao shi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-7943214124673897266?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/7943214124673897266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=7943214124673897266' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7943214124673897266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/7943214124673897266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/ni-hao.html' title='Ni hao!'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1558193618599794384</id><published>2008-03-24T22:23:00.003+08:00</published><updated>2008-03-24T23:07:46.100+08:00</updated><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>Pulang berarti adalah merelakan sejenak waktu kita untuk orang yang dicintai&lt;br /&gt;Pulang juga berarti seperti melesakkan kepenatan tubuh dan menghampiri kehangatan&lt;br /&gt;Pulang bagiku berarti banyak. &lt;br /&gt;Dengan pulang aku bisa membuat orang lain tersenyum. Dengan pulang aku bisa merasa berguna. Kehadiranku, bahkan dengan hanya senyum tipis saja malah bisa membuat orang yang kita kunjungi tersenyum sangat lebar. Disitulah aku merasa berarti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1558193618599794384?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1558193618599794384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1558193618599794384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1558193618599794384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1558193618599794384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-6232723730443990564</id><published>2008-03-23T15:07:00.004+08:00</published><updated>2008-03-23T15:34:28.747+08:00</updated><title type='text'>Menengok Eyang -Part I-</title><content type='html'>Ke Jogja,&lt;br /&gt;tidak kemana-mana&lt;br /&gt;tidak bagaimana-bagaimana,&lt;br /&gt;tidak jalan-jalan,&lt;br /&gt;tidak belanja-belanja,&lt;br /&gt;hanya dirumah mendengarkan keluh kesah eyang,&lt;br /&gt;hanya menemani eyang duduk diserambi rumah sambil memandang hijaunya daun buah jeruk nipis, memerahnya buah Mahkota Dewa dan menikmati keteduhan yang diciptakan oleh rambatan pohon anggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menemaninya mendengarkan kokokan ayam kate dan ayam bekisar disamping rumah.&lt;br /&gt;Semua terasa seperti benar-benar pulang kampung yang terletak diareal pedesaan.&lt;br /&gt;Ternyata sudah lama ia memendam rindu pada anak-anaknya, cucu-cucnya, pada Bapak, ....terutama padaku. "Oalah mbok koe ki dolan nangkene. niliki aku. Mengko tak ganti ongkose,"begitulah kira-kira eyang merindukan kepulanganku ke Jogja dalam bahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sehari semalam di Sendowo, membuat aku bersyukur. Ternyata aku masih diberi kesempatan untuk menengok eyang dan mendengarkan keluh kesahnya. Dia kesepian. Iya, Eyang Uti terutama, kesepian. "Sakjane aku ki butuh konco.ning yo piye meneh..."ujar eyang Uti sembari duduk termangu menghadap taman di sepetak tanah kecil. Lima anak eyang terpencar diberbagai kota. Semua cucu-nya mempunyai kehidupan masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa diam. Tapi aku juga tidak mau eyang terlena dalam kesedihan. Akhirnya obrolan ku alihkan pada tema lainnya. kami berdua ngobrol ini dan itu tentang kami, dia, mereka, si ini, si anu dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba pada malam hari, cerita masih berlanjut seolah kami sudah tertinggal ribuan episode kehidupan.Eyang masih bersemangat bercerita tentang segala sesuatunya.Kadang ceritanya menjadi bahasan yang terulang. Eyang mulai pikun. Buatku itu tidak masalah. Setengah tubuhnya terbaluti selimut lorek hijau putih. Diatas kasur kami bercanda. Eyang Uti bilang kalau sekarang dia sudah tidak sanggup lagi belanja ke Pasar Kranggan. Dua tahun lalu ketika aku masih tinggal disana, Eyang masih bisa melakukan aktivitas itu. "Wah, ning aku mesti cekelan wong. Nek ra ngono aku yo..goyak-gayik,"celoteh eyang kala itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-6232723730443990564?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/6232723730443990564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=6232723730443990564' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6232723730443990564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6232723730443990564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/menengok-eyang-part-i.html' title='Menengok Eyang -Part I-'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1846494166840648045</id><published>2008-03-14T13:49:00.004+08:00</published><updated>2008-03-14T13:55:32.194+08:00</updated><title type='text'>Acakadut Blog</title><content type='html'>Maaf blog masih acakkadut... abis aku belum sempat -mengurangi ukuran huruf profil supaya ga mlipir nyenggol garis batas. Jadinya keterangan profil kuhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku suka banget sama blog bebungaan kuning ini. Malah lebih jatuh cinta ketimbang blog sebelumnya: Anak hutan dan si Puma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bisa bantu akyu membetulkannya??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1846494166840648045?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1846494166840648045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1846494166840648045' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1846494166840648045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1846494166840648045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/acakadut-blog.html' title='Acakadut Blog'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-6101456441113718581</id><published>2008-03-14T05:12:00.003+08:00</published><updated>2008-03-14T05:30:37.786+08:00</updated><title type='text'>A balance life</title><content type='html'>+ Besok ngapain yahh? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- HAH, besok? maksudnya??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Jum'at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- lhah, jum'at itu hari ini. dudul. Dikau ga pulang ke kos thoh? Sibuk ngerjain NR dikantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Oiya, lupa.maklum bentar lagi umur nambah. Ok deh kalo gitu hari ini agendaku adalah,,,beli &lt;br /&gt;  buku Antara Kabut dan Tanah Basah-nya Romo BB. Triatmoko. Jadi penasaran sama buku itu gara-gara  &lt;br /&gt;  tulisan prvokativnya om Cayo. Si om "Rhoma Irama" memberi nama anaknya yang diambil dari nama &lt;br /&gt;  salah satu tokoh di novel tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Trus abis itu ngapain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Beli novel lagi..lagi. Ronggeng Dukuh Paruk-nya Ahmad Tohari. Dulu pernah baca punyanya tante &lt;br /&gt;  Bening Yang Nakal. &lt;br /&gt;  Dilemari raksasa yang dipenuhi ratusan buku itulah buku itu menjadi salah satu referensinya &lt;br /&gt;  tante Bening Yang Nakal+ baik hati ;) Rencananya buku itu akan kuhadiahkan pada seseorang  &lt;br /&gt;  yang...ehemmm...yang gendut maksudnya. kikikik, hwahwhawhahwh.&lt;br /&gt;  Baru deh abis itu kita serbu  Bentara Budaya..jarang-jarang ketika BBJ ada pemutaran film, aku  &lt;br /&gt;  bisa berkunjung. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Film sutradara Joel dan Ethan Coen dengan judul The Man who wasn't There, sepertinya bagus. yaks &lt;br /&gt;  kita lihat aja seperti apa alurnya. Untuk sejenak lupakan kerjaan, lupakan deadline yang awal    &lt;br /&gt;  minggu sudah menghampiri. Lupakan kantor..LUPAKAN..PLEASE, FORGET IT FOR A MOMENT. Hidup emang &lt;br /&gt;  harus  seimbang. Please, tutup buku dulu ya untuk setumpuk TOR yang kadang jadi beban hidup. &lt;br /&gt;  halah. Mau ikyutt?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mau dong..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Yukkkksssssss&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-6101456441113718581?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/6101456441113718581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=6101456441113718581' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6101456441113718581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6101456441113718581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/balance-life.html' title='A balance life'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-6229182121173702721</id><published>2008-03-12T02:23:00.003+08:00</published><updated>2008-03-12T02:26:36.677+08:00</updated><title type='text'>Rumah Kanker</title><content type='html'>Ada website bagus bagi kawans yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik aja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rumahkanker.com"&gt;http://www.rumahkanker.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ps: terimkasih untuk pendiri rumah kanker. Beranda tempat berbaginya sangat berguna...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-6229182121173702721?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/6229182121173702721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=6229182121173702721' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6229182121173702721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6229182121173702721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/rumah-kanker.html' title='Rumah Kanker'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-801067544314268793</id><published>2008-03-09T19:01:00.003+08:00</published><updated>2008-03-10T14:12:06.798+08:00</updated><title type='text'>Empati</title><content type='html'>Tepat sehari pasca meninggalnya mbak Ida, saya baru merasakan sedih dan merasa ditinggal. Herannya ketika pada menit pertama mendengar kabar mbak Ida meninggal, wajah, emosi, gerak-gerik saya sangat tenang. Satu persatu teman-teman SWA saya kabar baik lewat telepon maupun SMS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan saya berlanjut sampai ketika melihat mbak Ida seusai dimandikan dan ditutup kain kafan untuk dimasukkan ke peti jenazah, saya masih bisa sangat tegar memandanginya. Dalam hati saya mengucap, “selamat jalan Mbak Ida. Semoga tenang. Kami semua mendoakanmu yang terbaik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tepat sehari sesudahnya, emosi saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngga&lt;/span&gt; karuan. Ada setangkup haru dan seddih yang amat sangat. kok rasanya ada yang hilang, ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya justru khawatir dengan diri sendiri yang kok rasanya begitu dingin dan mampu menarik diri keluar seperti hanya menonton sebuah sandiwara kehidupan. Tapi begitulah saya. Baru setelah sehari atau beberapa hari sesudah peristiwa menyedihkan terjadi, di saat itulah baru meraskan dampak kehilangan dan ditinggalkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sama terjadi ketika saya memutuskan untuk mengikhlaskan pria yang saya sayangi untuk menikah dengan wanita yang saya anggap lebih baik dari saya. Dengan mudahnya saya berkata padanya: “ya sudah. Aku mengikhlaskanmu, mas”. Bahkan akhirnya ketika kami bertemu denganya untuk membahas perpisahan itu, saya malah ketawa-ketiwi ngga jelas. bercanda seperti laiknya teman sepermainan. Sungguh keceriaan kami-setidaknya saya- bukanlah sandiwara. blasss, saya betul-betul diberi kelapangan hati oleh Yang Maha Kuasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah itu boooo, dalam sujud, saya tak mampu memungkiri kesedihan yang dalam. Disitulah saya mengadu sepuasnya seperti curhatan saya pada sahabat terbaik. Air mata saya deras mengalir. Tenggorokan saya tak mampu menahan sesenggukan yang sengaja ditahan supaya Eyang Bandi tidak mendengar. Sekuat tenaga saya bertahan supaya air mata tidak lebih deras mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan ketika saya bersimpuh diatas sajaddah di lantai, Eyang Bandi juga sedang shalat diatas kasur. Eyang sudah tidak kuat lagi melakukan gerakan sholat berdiri. Sambil menutupi wajah dan bersikap seolah sedang berdoa, air mata terus mengalir. He.he.he, untungnya sampai sekarang eyang ngga tahu, kalau ketika itu saya sedang gundah gulana. Tapi mungkin eyang heran, kok si cucu yang malas sholat ini, kok lama banget sholat Isya. 20 menit boooookk, hihihi..hi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus, dilain peristiwa, kedinginan atau lebih tepatnya ketabahan hati bereaksi lagi. Misalnya ketika Bu Rambu, si Ibu beranak empat yang pernah kos di tenpat eyang Jogja akan pulang kampung ke Waingapu, NTT. Dengan riang gembiranya saya berpelukan. lagi..lagi diiringi ketawa ketiwi. Perasaan haru sama sekali ga nyempil di relung hati. Ketika itu saya hanya membatin: “oke selamat tinggal bu Rambu. We'll gona miss you too,” cuma itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beberapa hari setelah Bu Rambu pergi, whuuaaaaaaa. kangen mati sama dia. untungnya kali ini saya tidak mewek, alias cengeng. tapi ngga mungkin juga saya ngga sedih. Dibahunya saya pernah bersandar untuk sekadar melarung cerita pahit kehidupan. Tangan kuat ala wanita NTT itu pernah mengelus punggung saya dengan halus untuk berhenti membuka keran air mata dan melupakan riak kecil permainan hidup. Padanya saya pernah memercayakan cerita dari relung kalbu terdalam. “e.nona.sudae,”ungkapnya dengan logat kental NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mungkin loading saya lambat ya untuk masalah yang mengharu biru. Apa mungkin karena dibesarkan dalam lingkungan yang sebagian besar anggota keluarga adalah pria, lantas saya terbiasa untuk tegar. Tapi apa mungkin juga dibeberapa hari selanjutnya ketika akhirnya menangis, itu merupakan representasi dari sisi feminitas yang terkadang suka bersembunyi dan akan mencuat jika diperlukan. So..so.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, saya berharap kepekaan pada kondisi orang lain yang lebih menderita dari saya, tidak luntur. Kapanpun itu, saya berharap sisi feminitas saya tetap terjaga dan berguna untuk tidak terlalu egois memikirkan persoalan pribadi saja. Mudah-mudahan segala ketenangan, ketabahan, dan bahkan kecengengan itu dapat berguna  untuk lebih memahami orang lain. Mungkin itu yang dinamakan empati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-801067544314268793?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/801067544314268793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=801067544314268793' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/801067544314268793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/801067544314268793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/empati.html' title='Empati'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4025655281146362616</id><published>2008-03-07T03:36:00.013+08:00</published><updated>2008-03-09T16:08:56.743+08:00</updated><title type='text'>An Evening With Miss Monroe</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://digitaljournalist.org/issue0210/images/dk/dk32.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://digitaljournalist.org/issue0210/images/dk/dk32.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R9BZB32wKKI/AAAAAAAAADo/6qbOJCLDo8E/s1600-h/Monroe+with+pillow.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R9BZB32wKKI/AAAAAAAAADo/6qbOJCLDo8E/s200/Monroe+with+pillow.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174733860557039778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; "It was then that she said, "I like this girl because she's the kind of woman that every man would like to be in there with. The kind of girl a truck driver would like to be in that bed with". ~Douglas Kirkland~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat dengan pose seksi Marilyn Monroe, tubuh telanjangnya terbalut seprei putih. Marilyn mendekap bantal. Ekspresinya menggoda. Sampai sekarang banyak orang berpendapat bahwa  dekapan tersebut seolah menyiratkan Marilyn sedang mendekap orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doug menjadi seterkenal objeknya. Foto tersebut digunakan sebagai cover story memperingati 25 tahun berdirinya Majalah selebritis, Look. Beberapa tahun Doug bekerja di Look, kemudian ia pindah ke majalah Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto An Evening with Marilyn Monroe itu heboh dipasaran artis Hollywood dan dunia. Gaungnya masih terdengar sampai saat ini. Terbukti Angelina Jolie&lt;span style="font-style:italic;"&gt; mbela-belain&lt;/span&gt; untuk meluangkan waktu menjadi lahapan bidikan kampiun rol film seorang Douglas Kirkland. Jolie turut merelakan warna rambutnya diubah menjadi pirang mengikuti Marilyn. "Saya ingin seterkenal dia,"cetus Jolie yang nge-fans berat pose Marilyn beberapa dekade lalu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsistensi karya Kirkland selama lebih dari empat dekade, membuatnya memiliki portofolio karya begitu fantastis. Marilyn Monroe, Elizabeth Taylor, Audrey Hepbrun sampai Jessica Alba adalah beberapa selebritis dari generasi berbeda yang pernah diabadikannya lewat lensanya. Arnold Zchwarzenegger, dan artis papan atas Hollywood lainnya menjadi langganan bidikan lensanya. Kurang lebih sebanyak 90 persen kliennya merupakan artis dan tokoh dunia papan atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doug dilahirkan tahun 1934 di Toronto, Ontario, Amrik. Awal mula ia terlibat dibiang fotografi dimulai ketika berumur 24 tahun. Saat itu Majalah fashion dan gaya hidup, Look membuka perekrutan untuk fotografer muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekade demi dekade dijalani Douglas. Semakin banyak juga artis yang menjadi “santapan kameranya. Sebut saja Mick Jagger, Sting, Morgan Freeman, Andy Warhol, Oliver Stone, Leonardo DiCaprio, Brigitte Bardot, Sophia Loren atau bahkan Charlie Chaplin. Kesemua itu pernah difoto dan diarahkan gaya olehnya. Anggapan yang sampai saat ini melekat padanya adalah: “Kalau belom dipoto sama Douglas, rasanya ngga lengkap,” Seperti itu juga rumor yang beredar dikalangan para artis Hollwood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doug juga dikontrak oleh industri film sebagai fotografer khusus film untuk lebih dari 100 film termasuk pada tahun 2001 : A space Odyssey. Doug juga menjadi fotografer untuk film: Sound of Music, Sophie's choice, Out of Africa, The Pirate Movie, Butch Cassidy and the Sundance Kid, Romancing the Stone, Titanic, dan Moulin Rouge.Buku kumpulan fotografinya dalam film mampu terjual secara fantastis, 2 juta kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1995 Doug yang hobi kongkow dari satu negara ke negara lainnya pake pesawat pribadi, menerima Lifetime Achievement Award dari The American Motion Pictures Society of Operating Cameramen. Buku dengan foto syuting film Titanic, yang berjudul: Titanic, menjadi buku penuh foto dengan hasil penjualan terbaik menurut versi majalah New York Times. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tambahan keseharian Douglas adalah mengajar diberbagai universitas dan institut film di Amerika, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan. Tidak menutup kemungkinan Ia mengajar dinegara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang fotografer yang bertahan di industri ini selama lebih dari empat dekade, tentunya Douglas pernah mengalami pasang surut dimana banyak kolega dan rekannya meninggalkan dunia itu. Tapi Doug memilih setia pada profesinya dan memanfaatkan waktu mempelajari area baru dalam fotografi, yaitu penggunaan software pengolah gambar dan digital photography.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Douglas selalu mengingatkan untuk menjadi diri sendiri. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I work with celebrities but I'm not in awe of them. Individuals are less important to me than the possibilities of creativity. It's making images that excite me. Honestly, the names have come and gone, but my good fortune is that I've remained&lt;/span&gt;."ulasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4025655281146362616?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4025655281146362616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4025655281146362616' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4025655281146362616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4025655281146362616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/debut-fotografer-selebritis-dunia.html' title='An Evening With Miss Monroe'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R9BZB32wKKI/AAAAAAAAADo/6qbOJCLDo8E/s72-c/Monroe+with+pillow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-5224853002538782204</id><published>2008-03-03T19:30:00.004+08:00</published><updated>2008-03-03T19:48:15.880+08:00</updated><title type='text'>Gambir-Solo Balapan</title><content type='html'>Gambir 20.00-Solo Balapan 04.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whuaaaaa, akhirnya saya ke Jogja juga. Yessss. Oye. Tepat setelah saya menerima tiket kereta Gambir-Solo Balapan, saya tertegun. Saking girangnya dengan rencana ke Jogja pada long weekend tanggal 20-22 Maret nanti, saya hanya bisa tertegun. Dalam hening saya menyesapi gembira. Hati saya diselimuti keriuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperjalanan pulang, pikiran saya langsung menjalar kemana-mana. Engg, nanti saya mau wisata kuliner kemana yaaa. Makan jaddah Kaliurang, sepertinya enakkk. Nyicip bakmi Jawa Mbah Mo yang moantap itu, ngga mungkin terlupa dan harus dijajal. Rujak Es krim di Pakualaman bikin tenggorokan nyessss. Bertahun lalu, saya sering mangkal disitu sembari menyeruput rujak es krim yang letak gerobaknya persis dibawah pohon rindang Pakualaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attaaauu...nonton sampai mampus VCD bajakan yang disewa dari Jakal. Tapi yang paling seru adalah mborong buku di Social Agency. “Buku di Jogja jauh lebih murah ketimbang di Jakarta,”ungkap mbak Luwi ketika dulu pernah sharing tentang kehidupannya di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, hati saya deg-degan...mengharu-biru. Bahkan walau hanya menyusuri sepanjang jalan Mangkubumi sampai stasiun tugu saja, memori dulu yang pernah saya rangkai di kota itu kembali berjejalin. Saya hanya bisa duduk termenung. Dalam diam, seolah bisa mengingat, mengorganisir, dan mengintrodusir apa saja yang saya perlu lakukan supaya jadwal lebih efektif untuk kunjungan yang singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, saya kangen Jogja lebih dari kota manapun setelah Bandung. Jogja adalah klangenan. Disanalah saya belajar hidup. Tapi misi utama saya adalah menengok eyang yang untuk waktu lama tidak pernah saya kunjungi atau bahkan telepon sekadar menanyakan kabar. Maafkan saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi janji deh, begitu sampai di Jogja, Riri akan mengantar eyang belanja ke pasar favorit eyang, Pasar Kranggan. Sudah tidak sabar rasanya mendengar lagi celotehan eyang dan kawan sepermainan ala Jogja. Dab, jal, gondes, cuk..atau bahkan asssuu, merupakan akhiran dari sebuah celotehan yang biasa dilontarkan oleh teman-teman saya di Jogja. Saya juga kangen dengan gerutu eyang. Pokmen khas Jogja banget deh. “Aku ki wis tuo. Mugo-mugo diparingi umur karo Gusti,”ungkapan jitu ala eyang Uti kalo kecapekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas saya akan memberi surprise pada eyang, Cece dan Nope serta temans UKM TKD saya. Mudah-mudahan saya baru bisa mengucapkan: “Gue di Jogjaaaaaaa. Yes. This is Jogja,” ketika saya benar-benar sampai di stasiun Tugu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayo, siapa yang mau ikut saya ke Jogja?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-5224853002538782204?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/5224853002538782204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=5224853002538782204' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5224853002538782204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/5224853002538782204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/03/gambir-solo-balapan.html' title='Gambir-Solo Balapan'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-2267960979702638746</id><published>2008-02-28T22:53:00.005+08:00</published><updated>2008-03-10T18:19:16.110+08:00</updated><title type='text'>Re-organisasi Makanan</title><content type='html'>Seperti apa saat kita tak berdaya?&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ngggg, &lt;/span&gt;ya seperti selasa kemarin. Rasa-rasanya energi saya sudah habis tersedot. lunglai bagikan tubuh tak dialiri darah dan ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saat itu saya belum makan dari pagi hingga Maghrib. Mungkin letih dan lesu tersebut karena jam 16.00 sampai dengan jam 20.00, saya masih wawancara dengan salah satu pemilik grup resto asal Bandung. Mall Taman Anggrek(MTA)menjadi tempat pertemuan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria separuh baya tersebut bercerita sejarah dan latar belakang mendirikan sembilan jenis restonya di berbagai kota. Restorannya tersebar di lebih dari 20 cabang. Sejarah, perkembangan usaha, kiat marketing, manajemen SDM, dan rencana ekspansi masing-masing restorannya selanjutnya, menyita waktu selama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saya keluar dal MTA, saya benar-benar lunglai dan bahkan tak kuat berjalan. Konsentrasi saya tersedot luar biasa. Diajak ngobrol -bahkan untuk hal ringan-pun saya tidak nyambung dan sulit menyerap perkataan orang lain. Energi juga tiris. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggg, &lt;/span&gt;kapan ya terakir saya lemas, letih, lesu seperti itu.. sepertinya itu terjadi dua tahun lalu ketika saya masih menjadi wartawan harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjaan saya ketika sampai di rumah adalah menaikkan kedua kaki di tembok kamar dengan tangan telentang. Itu-pun sudah diasupi makan lima kali sehari. he.he.he. Saya juga tak menyangka bisa menghabiskan porsi makan sedahsyat itu. Hebatnya (atau justru parahnya???) berat badan saya tidak naik dan tidak turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau dengan ritme kerja seperti sekarang yang kebanyakan duduk...trus diemploki makanan sebanyak lima porsi sehari.....watttaaawww..ya jelaslah saya semakin tambun. Kalau begitu perlu reorganisasi makanan nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu Wini heboh dengan rencana diet berbasiskan golongan darah. Diet ala golongan darah bukan berarti bertujuan langsing. Tapi itu lebih pada supaya pencernaan dan segala asupan kita terserap dengan efektif. Golongan darah saya adalah o. Berdasarkan buku diet golongan darah ala dr. J. D'addamo, golongan darah O adalah golongan darah purba yang sifatnya berburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooooo..oo pantesan aja setiap saya makan daging dan ikan seusai melakukan aktivitas, kok ya rasanya teraliri energi luar biasa. Olahraga yang paling pas untuk manusia bertipe golongan seperti saya adalah beladiri, atau kegiatan apapun yang menganut unsur pergerakan. Pokoknya manusia tipe O, harus banyak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ri, adek gue yang darahnya tipe A disarankan secara reguler minum kopi dan menjauhi makanan pake merica. Dietnya berhasil. Buang airnya lancar,"kata Wini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah. Besok saya akan menyerbu Gramedia Matraman....Murrahh, cuma Rp. 17.000. Siip deh. Mulai besok reorganisasi pola makan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-2267960979702638746?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/2267960979702638746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=2267960979702638746' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/2267960979702638746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/2267960979702638746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/02/tiris-energi-dan-re-organisasi-makanan.html' title='Re-organisasi Makanan'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-1194812374971485215</id><published>2008-02-22T22:58:00.008+08:00</published><updated>2008-02-23T01:46:36.782+08:00</updated><title type='text'>Joki 3 in 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis joki ada berbagai macam. Joki yang biasa kita kenal adalah joki yang menawarkan tiket diluar jalur resmi pembelian tiket transportasi publik.&lt;br /&gt;Ada yang lain nih. Joki jalanan. Ya joki semacam itu memang bisa kita jumpai ditengah kesemrawutan jalanan protokol Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto (Gatsu) Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joki mulai terdengar gaungnya ketika Gubernur DKI yang lawas menetapkan jalur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;three in one &lt;/span&gt;di jalan protokol sejak dua tahun lalu. Kebijakan pembatasan jumlah penumpang minimal tiga orang untuk satu mobil ini terkait dengan upaya pengurangan laju kendaraan. Bikin macet, bikin jalan tersendat, bikin orang naik darah, bikin kesal, terlebih semakin memacu pengendara naik tensi darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah makhluk Joki tersebut? Kalau teman semua sedang melewati tiga kawasan diatas, sejurus mata memandang ada orang-orang yang berdiri dipinggiran jalan sambil tangannya mencoba menyetop mobil. Itulah joki yang menawarkan dirinya untuk memenuhi kuota jumlah penumpang. Joki selalu meramaikan dinamika lalu lintas sejak pukul 16.30 sampai 19.00. Karena mulai jam tersebut konsep three in one diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akhirnya merasakan semobil dengan joki setelah hampir selama tiga tahun menetap di Jakarta tidak pernah bersinggungan dengannya. Akhir-akhir ini saya dan mas Ino sering selesai liputan pada sore hari. Narasumber biasanya lebih nyaman jika ditemui setelah jam 15.00. Bisa dibayangkan untuk reportase yang biasanya hanya memakan waktu paling lama dua jam, kami rentan terjebak arus 3 in 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita pilih Joki yang mana ya, Rii?"&lt;br /&gt;ucap Mas Ino sembari pandangannya menyelidik kearah para joki. Satu persatu kami lewati. Awalnya saya agak kaget juga menghadapi kemungkinan menaikkan joki. Iya kalau baik, lha kalau ternyata dia ngapa-ngapain kita, gimana? "Ngapa-ngapain kita gimana maksud, lo? Justru harusnya mereka takut sama kita. Khawatir mereka kita celakain, trus kita bawa kemana gitu....,"jelas Mas Ino cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya menunjuk pada seorang ibu yang berdiri ditikungan Bursa Efek Indonesia menuju arah Gatsu. Kemudian naiklah si Ibu tersebut. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ok, fine&lt;/span&gt;, dia baik dan tidak neko-neko soal ongkos serta tak banyak bertanya identitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disore berikutnya adalah pengalaman berbincang kecil yang mengharukan. Saya sampai agak bergidik dan ngeri ketika Mas Ino dengan santainya meminta gadis remaja itu masuk mobil lewat pintu belakang. "Waduh jangan yang itu dong, mas...kayaknya meragukan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deh&lt;/span&gt;,"ucap saya keberatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah, mas Ino akhirnya jadi mengangkutnya. Ternyata seru juga mendengar pengalamannya. "Saya sudah lima kali, mas, keluar masuk LP,"cetusnya dengan nada suara riang gembira. HAH???? Lima kali??? Sontak saya dan mas Ino saling berpandangan dan kemudian langsung menatap kedepan. Kami berdua keheranan. Lebih tepatnya takjub. Santai banget, bro!! Rekor!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si gadis yang tak sempat kami tanyakan namanya itu lantas berceloteh. -Untuk seterusnya saya menyebutnya Gadis-. Tuturannya sangat mencerminkan gaya anak muda yang sedang mencari jati diri. Umurnya sepantaran dengan adik saya, 21 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya itu, mbak, baru sekali jadi joki, ehh, besoknya langsung ditangkep, masuk LP deh,"ujarnya terkekeh. Sebelumnya, Gadis bekerja di sebuah pabrik konveksi di daerah Tangerang, Banten. Namun sayangnya dia di PHK dengan alasan restrukturisasi perusahaan. Saat ini dia sudah lima bulan menjadi joki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas ajakan temannya, Gadis tergiur dengan iming-iming "penghasilan" yang lumayan. Sebetulnya disekitar tempatnya "mangkal", banyak Sat Pol PP yang patroli. Tak heran jika LP di daerah Jakarta Barat tersebut banyak menjaring joki-joki. Namun, bayangan sejumlah uang yang terkantongi mampu menepis rasa sungkannya berdiri disamping trotoar jalan. Padahal dia sendiri saat itu tidak mengenal area Jakarta. Sebelumnya dia tinggal di Medan, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis sebetulnya patut resah akan konsekuensi tertangkap. Jika Ia ditangkap oleh pihak Polisi Daerah, maka Gadis akan dikurung selama jam 3 in 1 berlaku. Selepas itu Gadis boleh pulang. Hukumannya hanya membersihkan kamar mandi plus bonus mengepel ruang kepolisian. Namun bila tertangkap oleh Sat Pol PP, Gadis akan dikurung di LP di Jakarta Barat. "Ada tuh petugas yang nyoba godain saya, mbak.. saya boleh keluar kalau bisa "dipake" sama mereka. Iiih saya ngga mau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deh,"&lt;/span&gt;sahutnya genit. Saya dan mas Ino sesekali cuma mampu berkomentar singkat: "ooo..gitu ya," Akhirnya Gadis harus mengeram di jotel prodeo selama dua bulan. Disanalah Ia belajar memakan makanan yang sangat tidak layak, sayur kangkung berwarna kekuningan. Sayur itu mampu berwarna demikian karena pengaruh daunnya yang warnanya benar-benar sudah kuning dan layu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseram apapun konsekuensi yang akan dihadapinya, Gadis bersikukuh melanjutkan profesi itu.  Cerita kawan sesama penghuni sel yang mampu menyekolahkan anaknya menjadi insinyur dan dokter dari pekerjaan mengemis, membuatnya semangat. Dia ingin profesi joki juga bisa menghidupi keluarganya seperti apa yang yang telah dicapai temannya. "Gue pernah dengar juga tuh ada pengemis yang bisa membeli Baleno terutama abis ngemis waktu Idul Fitri,"mas Ino ikut menimpali. Perbincangan ringan kami menjadi hangat, seru. Satu lagi tambahan ilmu kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Gadis kami turunkan di dekat Bank Indonesia, sekitar 1 Km ke arah kantor kami. Lembaran ribuan kami berpindah ketangannya. Lumayan untuk ongkos pulang ke "markas awal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah.... Coba siapa yang patut disalahkan? Hal ini sama dengan pertanyaan: Duluan mana, ayam atau telur? Program 3 in 1 diberlakukan untuk menggencet laju pengendara. Tapi bisa dilihat sendiri, program tersebut hanya berfungsi tambal sulam. Problem lalu-lintas tetap berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan untuk mengunakan kendaraan umum menjadi tidak rasional ketika melihat kondisi fasilitas tersebut tidak mumpuni. Jadi, siapa yang harus bertanggungjawab? Apa jawabannya, ayam atau telur yang lebih dulu lahir?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-1194812374971485215?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/1194812374971485215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=1194812374971485215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1194812374971485215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/1194812374971485215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/02/joki-3-in-1.html' title='Joki 3 in 1'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-8295288012009226197</id><published>2008-02-01T20:47:00.000+08:00</published><updated>2008-02-01T21:25:52.338+08:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Air Bah</title><content type='html'>Hujan semalaman selalu mampu membuat Jakarta dan sekitarnya luluh lantak digenangi air. Mau kesanalah, ga bisa. Mau kesinilah, air sepaha menghadang. Kantor cukup terguncang dengan banjir hari ini. "Mas Moko harus empat setengah jam dijalan dalam perjalanan Bekasi-Tanah Abang, Ri,"cerita mbak HBR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah serunya cerita bang Opik. Dengan nada datar, bang Opik cerita kalau dia harus merelakan celana jeans belel en sepatu kesayangnnya harus basah melewati Bundaran HI sampai ke Jl.Budi Kemulyaan. Jalan kaki! "Ya abis gimana lagi. Bus gue udah ga bisa jalan. Lo bayangin aja airnya sampai ke pinggang," tutur Bang Opick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya juga mendengar dari Sekred kalau "our lovely supervisor", terjebak di Bandara Cengkareng sepulangnya dari Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan saya? Untungnya kos dekat kantor. Lebih untung lagi, jalan menuju kantor berada dilahan yang agak tinggi. Ditambah lagi sekitar 50 M dekat jalan raya, ada sungai yang mengaliri air dari Bendungan didekat Tomang. Debit air masih terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pantauan lewat media elektronik, debit air di pintu air Katuampa, Bogor, kurang dari 100 cm. Kalau debit airnya melebihi itu, maka dipastikan Jakarta akan terasa mendapat kado air bah seperti tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat setahun lalu banjir besar melanda Ibukota. Pemerintah beralibi bahwa banjir tersebut adalah banjir lima tahunan. Banjir secara periodik tersebut seharusnya dianggap sebagai suatu kewajaran. Lha, sekarang banjir yang diprediksi berlangsung paling tidak sampai hari raya Imlek, mosok dianggap banjir lima tahunan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macet dimana-mana sudah jadi konsekuensi pertama. Tata lalu-lintas jadi saling terkangkangi. Antara satu kendaraan dengan lainnya saling menelikung. Banyak rumah warga yang harus dimatikan aliran listriknya.  Setidaknya untuk malam ini saja sudah ada lebih dari 1.500 rumah yang dipadamkan aliran listriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya ada Si ahli banjir. Manna? Mannna? Buktikan dong kalau Anda benar-benar memahami tata ruang kota. Janji kampanye sebagai ahli banjir hanya dijadikan tameng keunggulan Pilkada. "Itu salah kontraktornya. Kerja kayak gitu ngga bener itu." hallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Anda berkelit lagi: "Kalau perlu, suruh kerja bakti memperbaiki. Itu ‘kan kewajiban dia (kontraktor). Masak baru banjir begitu ditinggalin saja,"  ujar Anda yang cukup kelabakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah Bung Foke. Jangan lantas berkilah ini dan itu.  Kalau merasa tidak mampu menjalin persahabatan dengan alam, jangan lantas mencap diri sebagai Si ahlinya banjir. Sekarang sudah terlanjur banjir dan tergenang. Mudah-mudahan Anda tidak bingung ....dan...lantas tidak tahu apa yang mesti dilakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-8295288012009226197?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/8295288012009226197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=8295288012009226197' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8295288012009226197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8295288012009226197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/02/selamat-datang-air-bah.html' title='Selamat Datang Air Bah'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-8744476195863380238</id><published>2008-02-01T19:24:00.000+08:00</published><updated>2008-02-01T20:45:04.772+08:00</updated><title type='text'>August Rush</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R6MUCR8RHSI/AAAAAAAAACA/HMILtPT0Z3M/s1600-h/August+Rush2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R6MUCR8RHSI/AAAAAAAAACA/HMILtPT0Z3M/s320/August+Rush2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161991627305196834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R6MTUB8RHRI/AAAAAAAAAB4/Rhqu7DVynEQ/s1600-h/August+Rush.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 261px; height: 175px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R6MTUB8RHRI/AAAAAAAAAB4/Rhqu7DVynEQ/s320/August+Rush.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161990832736247058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August Rush...&lt;br /&gt;saat angin berhembus&lt;br /&gt;bersenandung, membisikkan musikalitas cinta&lt;br /&gt;ada jiwa-jiwa tersembunyi memanggilmu&lt;br /&gt;ingin menarikmu keluar dari sudut kamar&lt;br /&gt;dingin, kejam, merapuhkanmu&lt;br /&gt;membelenggumu tanpa daya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya kasih berpendar&lt;br /&gt;memancar dari relung kalbu&lt;br /&gt;tetap tegar terbalut kidung jemaat ritma&lt;br /&gt;ketukan nada hati berdetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau laksana Shirra yang menyejukkan gurun Gobi&lt;br /&gt;dalam kubangan tangga lagu, senyum-mu terkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dijamin ga bakalan nyesel deh nonton August Rush. Romantic drama-nya bener-bener nggiggit. Kekuatan cinta antara Ayah, Ibu, dan si tokoh utama -August Rush- yang bisa bikin hati ini meleleh. lilin kaleeee. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uuughhh, terharu. Diambil dari sudut pandang yang sederhana dan ngga sepelik film drama lainnya, August Rush mampu membawa angan mengalir, seolah melihat kilas balik masa kecil. Ada cinta, kasih, pengharapan untuk bersatu. Kirsten Sheridan, sutradara August Rush, mampu menyajikan rentetan adegan drama musikal yang berbobot. Two tumbs up deh untuk skenario-nya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-8744476195863380238?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/8744476195863380238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=8744476195863380238' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8744476195863380238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8744476195863380238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/02/august-rush.html' title='August Rush'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R6MUCR8RHSI/AAAAAAAAACA/HMILtPT0Z3M/s72-c/August+Rush2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-3334148360895917982</id><published>2008-01-21T22:33:00.000+08:00</published><updated>2008-01-22T20:56:13.482+08:00</updated><title type='text'>Tentang Senja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R5Xir0CrvpI/AAAAAAAAABw/rPIr_K9gzU0/s1600-h/padalarang+station.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R5Xir0CrvpI/AAAAAAAAABw/rPIr_K9gzU0/s320/padalarang+station.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158278190554922642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R5XiHkCrvoI/AAAAAAAAABo/ez53WTgjRVE/s1600-h/Senja+diLombok.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R5XiHkCrvoI/AAAAAAAAABo/ez53WTgjRVE/s320/Senja+diLombok.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158277567784664706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R5XfnkCrvnI/AAAAAAAAABg/NCQnXz0yUJE/s1600-h/kano.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R5XfnkCrvnI/AAAAAAAAABg/NCQnXz0yUJE/s320/kano.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158274819005595250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melarung senja&lt;br /&gt;menikmati senja&lt;br /&gt;memanjakan mata dengan senja&lt;br /&gt;membayangkan senja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang senja adalah tentang kesempatan melihat keagungan Tuhan.&lt;br /&gt;siluet cahaya berpendar genit, menggoda.&lt;br /&gt;ada syahdu,&lt;br /&gt;ada sendu,&lt;br /&gt;ada haru...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa mengabadikan senja.&lt;br /&gt;dimanakah senja tercantik yang pernah kau lihat?&lt;br /&gt;senja di Lombok, amat bagus,.&lt;br /&gt;sinarnya yang meredup, berkerecap disisi-sisi daun kelapa.&lt;br /&gt;latar belakang pantai semakin mempercantiknya.&lt;br /&gt;siluet senja selalu menjadi kekasih yang kurindukan.&lt;br /&gt;namun lebih mengharukan senja di bumi Parahyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja disana adalah senja terindah.&lt;br /&gt;memandang senja sekelebatan seolah diperlihatkan memori kala kecil.&lt;br /&gt;di kala senja itulah eyang Bandung harus sekuat tenaga memanggil-manggil ketiga cucunya yang nakal-nakal untuk kembali ke rumah.&lt;br /&gt;cuci tangan, cuci kaki, membersihkan badan...&lt;br /&gt;"Sebentar lagi Maghrib. Ayo, masuk ke rumah,"suara eyang terus berdengung ditelingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja,&lt;br /&gt;jangan kau pergi hanya menyisakan memori semu nan pedih.&lt;br /&gt;janji, ya, esok sore kau'kan kembali menyambangiku.&lt;br /&gt;kutunggu pijaran cahaya magismu dari jendela di lantai dua, Tenabang III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kala surya tak lagi bersenggama dengan senja yang memerah~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-3334148360895917982?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/3334148360895917982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=3334148360895917982' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3334148360895917982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3334148360895917982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/01/obituari-senja.html' title='Tentang Senja'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R5Xir0CrvpI/AAAAAAAAABw/rPIr_K9gzU0/s72-c/padalarang+station.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-2265024566132433103</id><published>2008-01-21T22:26:00.000+08:00</published><updated>2008-01-21T22:33:20.976+08:00</updated><title type='text'>Pundi Uang Nenek Poni</title><content type='html'>Seribu, dua ribu,...sepuluh ribu, dua puluh ribu, tiga puluh ribu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ampun Riii, masak lo tiap menit ngitung duit mulu, sihhh,"ungkap AMBS sambil ketawa ngakak lihat gaya saya mengumpulkan pundi-pundi uang.  Lho, ya ngga papa tho, saya menghitung. "Uang ini amanah lo, mas,"urai saya ikutan ngakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang itu benar-benar amanah dari seorang nenek yang perlu saya jaga. "Trimakasih ya, mbak, melu ngrewangi nggolek pangan putu-ku,"ungkap nenek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus saya memang agak berubah minggu ini. Tapi tidak membuat saya malu melakukan itu. Yang penting, kan halal :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua puluh ribu...tiga puluh ribu, empat puluhh... Hap.  Nenek itu pastilah senang mendapatkan pundi-pundi uangnya semakin bertambah.  Saya dapat membayangkan, setiap bulan, anak dan cucu-nya di Ponorogo akan kegirangan mendapat kiriman wesel pos dari seorang Nenek Poni.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-2265024566132433103?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/2265024566132433103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=2265024566132433103' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/2265024566132433103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/2265024566132433103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/01/pundi-uang-nenek-poni.html' title='Pundi Uang Nenek Poni'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-8413825901145545632</id><published>2008-01-04T21:50:00.001+08:00</published><updated>2008-01-07T20:37:17.452+08:00</updated><title type='text'>Cerita Dari Sudut Jendela</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R4Ib2ECrvkI/AAAAAAAAABM/LGoyxHq864U/s1600-h/Train.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 244px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R4Ib2ECrvkI/AAAAAAAAABM/LGoyxHq864U/s320/Train.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152711539277151810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R4IbgkCrvjI/AAAAAAAAABE/U6XTduki_XA/s1600-h/main+bola+bawah+hujan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 397px; height: 297px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R4IbgkCrvjI/AAAAAAAAABE/U6XTduki_XA/s320/main+bola+bawah+hujan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152711169909964338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta api adalah sarana belajar hidup. Gerbong panjang berusia puluhan tahun merupakan tempat mengurai makna. Saya selalu menyukai kereta api. Menggunakannya sebagai alat transportasi sungguh menyenangkan. Selain hemat biaya juga membuat kita bisa lebih dalam melihat realitas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti ketika menaiki tumpangan lainnya kita tidak bisa melihat kehidupan. Menggunakan transportasi darat, laut dan udara lainnya-pun, mata kita tetap dibukakan pada kenyataan kehidupan. Hanya saja realitas kehidupan tergambar dari angle yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk dibangku kereta sebenarnya tidak melulu membuat saya duduk manis. Tangan saya pasti sibuk memformat dan mencari posisi pas untuk menjepret dibalik kaca kereta yang berdebu dan agak buram. klik disini..saya menekan tombol capture. Selesailah satu gambar terdokumentasikan. klik disana..lengkaplah kepuasan saya mengabadikan sisi lain kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkan apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkan cerita bahwa ada sawah petani yang terendam air hujan padahal bila itu tidak terjadi, mereka bisa bersuka cita memanen padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga mendapatkan cerita bahwa ada orang-orang yang saking seringnya mendengar deru kereta-karena rumah bersebelahan dengan jalur kereta api-mereka malah jadi kebal dengan kebisingan kereta. Kawasan perumahan kumuh menjadi bingkai kehidupan dipinggiran jalur kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah triplek bersejajar dengan rumah tembok permanen. Kedua jenis rumah tersebut saling melengkapi dalam alunan nafas bumi. Jemuran baju terpampang disudut-sudut rumah. Namun, mereka tetap bisa tertawa. Bahkan di gang sempit berdiameter 1,5 meter, yang memisahkan letak rumah satu dengan lainnya, para ibu muda saling mencandai anak balita mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, tak perlu heran mendapati hal semacam itu. Dalam hati miris menanggung kenyataan yang harus dihadapi, tetap ada senyum tersungging dan tawa ceria. Di suatu perjalanan kereta Jakarta-Bandung, saya masih bisa mengabadikan keceriaan sekelompok anak muda berkejaran, menggiring bola. Di tanah yang cukup lapang, bersebelahan dengan kawasan pabrik dan perumahan petak, masih ada semangat. Bahkan mereka rela dihujani oleh rintik dari langit sekadar "mengejar dan menggenggam" semangat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekelebatan penglihatan yang dibatasi oleh kaca jendela retak, saya tak luput mendapati kesan tersebut. Mata saya tak hentinya merekam panggung sandiwara itu. Mereka orang-orang tangguh, kuat dan tegar. Sesungguhnya itulah mereka. Namun, lambat laun tersingkir oleh dinamisasi gerak dunia yang semakin hedon dan tidak memberdayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kaum marjinal. Kaum yang terbentuk akibat keegoisan "wong kuto". Betul, mereka sekarang menjadi orang kota juga. Tapi perlu diingat, ada kesenjangan sosial yang begitu jauh. Bila mata rantai sebab-akibat coba diurutkan satu persatu, keterpurukan mereka disebabkan karena kurangnya akses pendidikan. Porsi pelayanan pendidikan antara ibu kota dengan daerah lainnya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedih. Kesedihan saya bukan hanya karena melihat kenyataan tersebut. Kepiluan saya terutama karena saya belum berbuat apapun untuk membantu mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di balik jendela retak membuat hati terkoyak. Namun apa daya tangan tak sampai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;There's a way to solve problem.  Let's give them a hand with our support&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-8413825901145545632?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/8413825901145545632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=8413825901145545632' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8413825901145545632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/8413825901145545632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/01/cerita-dari-sudut-jendela.html' title='Cerita Dari Sudut Jendela'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_s0Hic6qLd1Q/R4Ib2ECrvkI/AAAAAAAAABM/LGoyxHq864U/s72-c/Train.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-3453012505776816284</id><published>2008-01-04T02:30:00.000+08:00</published><updated>2008-01-04T03:06:58.928+08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru, Antara lupa dan Resolusi</title><content type='html'>Alhamdullilah. Sepatutnya saya mengucap syukur. Saya sudah melewai waktu setahun dengan damai, relatif tanpa guncangan keras. Diawal tahun seperti yang pernah saya sampaikan pada &lt;a href="http://riris.blogdrive.com/"&gt;rumah terdahulu &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;saya dirundung gulana dan sedih yang cukup dalam. Saya hanya bisa menikmati tahun baru dengan nanda kecil dan keluarga yang tidak dekat dihati. Saya menysukuri itu juga. Namun ada yang berbeda dengan tahun ini. Ketika para tiga Diva di Hotel Grand Melia menghitung mundur, 3,2,1, 2008 !!! saya melihat "drama" kehidupan itu di depan televisi bersama eyang dan Ibu. Eyang tampak duduk diam dengan sikap rapih, yaitu sikap duduk rapat tangan "ngapurancang" dan pandangan sendu melihat gelagat para artis yang semarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta merta Ibu menghampiri eyang. "Ibu...selamat tahun baru, yaaa,"ucap Ibu saya sumringah pada Ibunya. Dengan gerakan refleks saya-pun menghampiri eyang dan ikutan mengecup kedua pipinya. Kami semua bersuka cita. Kami semua sepatutnya bersyukur masih mempunyai ruh yang tetap terjaga dalam relung kalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seharusnya kami, kita, juga perlu ingat-ingat nii, apa kesalahan ditahun sebelumnya. Refleksi? Iya, saya pikir itu tetap penting supaya tidak "tersandung dan jatuh dikubangan lumpur yang sama". Adalah suatu kewajaran bila kita lupa dan khilaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Riri, resolusiku tahun ini mau membenarkan ibadahku dulu. Mungkin segala masalah selama ini karena shalat-ku belum betul,"ujar mbak Tutut bijak. Saya-pun mengiyakan dan sangat setuju dengan ide itu. Jangan tanya deh bagaimana kepatuhan saya sholat. Amburadul. Jangan tanya juga berapa kali saya bertahajud-ria. Lha wong shalat lima waktu saja bolong-bolong. Walah ini lupa apa sengaja sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua pergi ke toko buku Gramedia Semanggi. Saya dan mbak ituh menghampiri stand buku agama. Kamu tahu apa yang kami beli? Masing-masing dari kami membeli dua buku tata cara sholat dan keistimewaan sholat lima waktu. Namun, selain membeli tata cara sholat yang baik, saya juga membeli buku Keistimewaan Sholat Shubuh. Ampuuun deh. Jujur, saya paling tidak bisa bangun pagi. Hal ini berbeda ketika saya di Cilegon dan di Jogja. Saya pasti bangun pagi dan masih sempat sholat Shubuh sebelum lari pagi berkeliling UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, ibadah saya semakin minim. "Riri, barusan ada yang bertanya padaku waktu aku lagi baca buku tata cara sholat. "Mbak, muallaf?","mbak Tutut menirukan kembali pertanyaan si lelaki penanya itu. Kemudian mbak Tutut mengiyakan kalau memang benar ia adalah muallaf. Lelaki itu kebingungan ketika mbak Tutut menambahkan bahwa ia menjadi muallaf sejak kecil. "Iya mas. Saya muslim tapi sholat saya bolong-bolong. Sekarang saya mau memperbaikinya,"jawaban mbak Tutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga ya. Saya masih bermental muallaf. Bahkan mungkin pengeahuan seorang muallaf lebih banyak ketimbang saya yang sudah dimuslimkan sejak bayi. "Semakin banyak gue ngeliput tentang dunia kesehatan terutama di ruang operasi, gue semakin ngerasa kalau dunia itu fana, Rie,"ungkap mbak Chris tiga tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudahlah. Mari kita perbaiki diri. Semoga kita bisa menjembatani dan kembali menyambungkan ingatan akan kealpaan dimasa lalu dan membuat resolusi mendatang.&lt;br /&gt;Berikut ini Karlina Supelli memberikan pemahaman menarik tentang penyikapan tahun baru. Silahkan lihat saja link-nya, yaa. Lanjuuuut, yuuuks.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/31/utama/4113143.htm"&gt;&lt;br /&gt;Republik Alpa-Karl Supelli&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-3453012505776816284?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/3453012505776816284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=3453012505776816284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3453012505776816284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/3453012505776816284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/01/tahun-baru-antara-lupa-dan-resolusi.html' title='Tahun Baru, Antara lupa dan Resolusi'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-4573313455636261803</id><published>2008-01-04T00:39:00.000+08:00</published><updated>2008-01-04T02:30:12.410+08:00</updated><title type='text'>Jurus Marketing Jitu</title><content type='html'>Saya kesal. Iya, bener deh. Jujur, kesal saya semakin menjadi. Awalnya ada rasa senang yang menyeruak, ada harapan yang timbul sejak membaca iklan beasiswa. Iklan yang terpapar di sebuah koran nasional berbahasa Indonesia yang katanya beroplah tertinggi di dunia, membuat saya kepincut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja saya meng-klik website beasiswa dari sebuah perusahaan Jepang tersebut. Terdapat dua program. Salah satu programnya adalah East-West Leadership Program (EWKLP). Saya memang sudah mencetak berkas. Tapi kemudian ada pilihan untuk apply secara online yang langsung terhubung dengan Japan American Management Scholarship (JAIMS). Ternyata sekali mengklik, itu hanya dijelaskan apa proyeksi EWKLP. JAIMS merujukkan saya untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;by applying online.  &lt;/span&gt;Tapi ternyata itu disambungkan pada program lainnya, yaitu Intercultural Management Program (ICMP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sbenernya aplikasi keduanya hampir mirip dan bahkan sama persis. Namun jadwal dimulainya program berbeda. Deadline aplikasi  EWKLP yaitu tanggal 15 Februari. Sedangkan ICMP pada akhir January. Mbundettt. Bolak-balik selama beberapa hari ini saya berusaha mencari dimana link online EWKLP dan Fujitsu. Namun selalu tersambungkan pada link online ICMP. Saya pikir kedua program tersebut sama. Kemudian saya coba apply online. wallah, buntut-buntutnya, pada akhir lembar aplikasi tertulis, bahwa aplikasi saya tersebut tidak lengkap jika belum ada biaya pembayaran. Lha, ketahuan kannnn....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu namanya jurus marketing jitu jaman sekarang. Sekarang coba deh lu pikir, dapet apa sih JAIMS kerja sama dengan  perusahaan itu.  Beasiswa itu cuma ajang promosi doang,"cetus Edoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin bahwa perusahaan Jepang itu benar-benar membuka kesempatan beasiswa. Namun cara yang berbelit seperti sengaja mengarahkan kita untuk mencoba melamar online dan tersambung dengan lembaga pendidikan profit. Awalnya demi alasan efisiensi waktu dan biaya saya berharap untuk mengirimkannya via online dan melalui perwakilannya di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di peraturan tertulis bahwa semua berkas dikirim langsung ke markas besar di Hawaii. Bahkan yang sangat mengherankan adalah meminta transkrip nilai dikirim langsung dari universitas tempat kita memperoleh ijazah itu ke Hawaii. Gile apa ya... Beasiswa prestisius semacam Fullbright atau Chevening bahkan Stuned aja rela hanya dikirim transkrip nilai dan ijazah yang terlegalisir oleh kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat rekomendasi juga perlu dikirimkan langsung via post ke Hawaii. Kenapa sih, ngga langsung saja ke perwakilan di Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, itu artinya kalau lu mau ikut beasiswa, lu harus kirim langsung  ke Hawaii sono," Edoy kembali ngomporin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyerah??? tak usahlah ya. Tapi saya tetap tidak akan meminta kampus di kota Gudeg mengirimkannya. Ya biarkan saja saya yang sekalian melampirkan transkrip dan ijazah terlegalisir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-4573313455636261803?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/4573313455636261803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=4573313455636261803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4573313455636261803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/4573313455636261803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2008/01/jurus-marketing-jitu.html' title='Jurus Marketing Jitu'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-6273438820900067973</id><published>2007-12-27T18:40:00.000+08:00</published><updated>2008-01-22T21:06:38.770+08:00</updated><title type='text'>Kelahiran Yang Utama</title><content type='html'>Saya membaca postingan seorang "Kakak" yang menyatakan kabar gembira atas kelahiran anak pertamanya. Kaget, bercampur haru biru mengetahui kabar tersebut. Akhirrrrnyaaaaa, mas. Orang tersebut saya persepsikan sebagai kakak, abang, bahkan saya sering memanggilnya dengan sebutan Om.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, Om Cayo get his first baby. AKu belum lihat fotonya sih -karena memang ga ada-. Wah perkembangan Om Cayo cukup progressif juga. Aku terakhir ketemu Om Cayo dua tahun lalu, awal 2006. Itupun hanya 10 menit. Saat itu aku mencoba menengok kantor baru-nya si Om dkk di Jl. Panjang.  Sebelumnya aku bertemu dengan si Om di kantornya yang lama, Jl. Palmerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tersenyum sendiri ingat kegokilan si Om, cara menasihatinya, dan tindakan  yang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;engg &lt;/span&gt;cukup radikal mengoreksi tulisanku dengan mencoreti tiap lembarnya.  Lorong gedung tua lantai 5, dekat pantry dan WC. Kepulan asap rokok selalu menjadi teman om Cayo kala mengoreksi tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangen sama Om Cayo. heheheh, terutama ingat muka sok seriusnya tapi tidak seimbang dengan selera musiknya, dangdut ala Rhoma Irama. Seingatku seusai makan di warteg yang menyemut di Palmerah, om Cayo mengajakku melihat kaset bekas diemperan. "Bang, kaset Rhoma gue beli dua, ya," Busetttt, Rhoma Irama???? "Emang ada yang salah? Adi MS aja pernah bilang kalau siapapun bisa menikmati musik aliran manapun, termasuk dangdut. Ngga ada yang salah dengan dangdut," ujarnya membela diri. Cieehhhh, si Om. Iya..iya ampun deh om, ojo nesu sik, to. Lha aku mung tekon tok. kekekekeekek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ngga ada yang salah sih... cuma lucu aja.  Saat itu aku menyadari bahwa Om Cayo merupakan sebuah mahkluk yang cukup kontradiktif, heheheh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kabar gembiranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;-----------------Maklumat---------------&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Telah lahir anak pertama kami, pada hari Rabu 19 Desember 2007 pukul 09.30 di RS. Sari Asih, Ciledug. Laki-laki&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Dengan kelahiran normal. Berat 3,7 kg (besar boâ€™) panjang 51 cm &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Dan anak kami diberi nama : &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-style: italic;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Parama Angin Selaksa (RAMA)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-style: italic;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Parama&lt;/b&gt; berasal dari bahasa Jawa kuno yang artinya "yang utama", tapi kami artikan sendiri (hehehe, boleh dong) menjadi yang pertama. Nama ini ditemukan ayahnya Rama dari Kamus Bahasa Jawa Kuno yang dipinjam dari Perpustakaan INTISARI.&lt;/p&gt;           &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Angin Selaksa&lt;/b&gt; kami ambil dari novel antara Kabut dan Tanah Basah karya dari Romo BB. Triatmoko SJ, seorang rohaniawan, penulis, sekaligus ahli teknik yang saat ini berkarya sebagai Direktur di Akademi Teknik Mesin &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1198754176_0"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; (ATMI) di Solo. Kebetulan Romo ini pernah menjadi salah satu narasumber ayahnya Rama untuk Majalah INTISARI pada tahun 2004. Dan nama ini ditemukan ibunya Rama yang kebetulan membaca novel beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih jelas, arti dari nama itu kami tanyakan kepada Romo Triatmoko lewat email,dan jawaban beliau adalah: &lt;/p&gt;   &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Mas Cahyo ybk,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Angin Selaksa adalah gambaran seorang anak dengan jiwa merdeka mengikuti panggilan hatinya, membangun mimpi-mimpi besar, jujur pada diri sendiri dan hidupnya memancar dari kedalaman batin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;salam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;B.B. Triatmoko&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Terus terang, kami sebenarnya tidak terlalu mengerti sepenuhnya penjelasan dari Romo Triatmoko. Tapi kami percaya bahwa nama itu mempunyai arti yang baik dan Romo juga sudah memberi â€œrestuâ€.&lt;/p&gt;        &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Sebagai anak yang dilahirkan oleh orangtua yang menikah secara Katolik, kami juga berencana membaptis Rama, pada saatnya nanti. Nama yang sudah kami pilih adalah: Fabian. Menurut buku Ensiklopedi Orang Kudus, Fabian adalah seorang Paus yang hidup di Roma pada tahun 250.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Maka nama lengkap anak kami adalah: &lt;b style=""&gt;Fabian Parama Angin Selaksa&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;  -------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Selamat menjadi Bapak baru, ya mas. ... Kapan-kapan kutengok deh, Den Rama-nya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-6273438820900067973?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/6273438820900067973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=6273438820900067973' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6273438820900067973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/6273438820900067973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2007/12/kelahiran-yang-utama.html' title='Kelahiran Yang Utama'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-430281524472817722</id><published>2007-12-05T19:23:00.000+08:00</published><updated>2007-12-27T20:04:40.709+08:00</updated><title type='text'>This is Mine again</title><content type='html'>Posting terakhir tanggal 6 Juli 2005. Wooowww. Akhirnya saya mengaktifkan alamat ini kembali. Mengaktifkannya ada rasa haru biru. Membuka kembali lembarannya, mengingatkan pada masa kuliah dulu. Skripsi, Eyang Bandung yang sabar, dan mantan penghuni bilik hati, kembali mengingatkan. Hihiii.lucu ya ketika membaca ulang pikiran kita bertahun-tahun lalu. Ada rasa happy, ceria, serta merindu. Bahkan saya sempat mengepalkan kedua tangan dan saya tempelkan dimulut. Miriplah sama ekspresi anak kecil yang ngiler sama permen atau es krim. Membaca ulang diary kita yang dalam waktu lama tidak pernah dibaca atau dipostring, membuat kita berpikir semakin jernih dan terkikikik. Saya bersama Wini juga sempat kegirangan tak tertahan-sambil menggedor-gedor kubikel sebelah- Finally this is mine again!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang semuanya telah berubah. Kini saya bukan lagi gadis lugu yang sedang memikirkan skripsi. Saat inipun saya masih mengaggumi Eyang Bandung. Tapi ada penambahan eyang lainnya, Eyang Bandi. Kedua sosok eyang itulah membuat saya semakin menyadari bahwa manusia membutuhkan kerendahan hati, kesahajaan, dan kearifan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikedua kaki yang sama saya berdiri. Perbedaan jam, waktu dan hari bisa membuat langkah kaki menuju tempat berbeda. Itu juga yang membuat kicauan saya di blog lebih berwarna. Uggghh, Riri yang sekarang ternyata cukup berbeda dengan Riri si gadis ingusan dua tahun lalu. Dua tahun lalu, saya masih merindu. Iya, merindu pada lelaki gempal, halus dalam perkataan, tapi kami terpaksa dipisahkan dengan sekat keyakinan. Saya tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Do wish you luck, friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya harus menjalani semua itu, ya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini memang tidak banyak bercerita mengenai segala gusar, sumringah, kesal, umpatan dan marah saya. Semua itu banyak tertuang di http://riris.blogdrive.com .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuangkan ide-ide yang berkelebatan dalam pikiran, membuat saya menemukan tempat refleksi yang tepat. "Sabar, mas. Aku nulis blog dulu ya. Bisa bikin kita hidup lebih hidup,"ungkap saya pada Koordinator Liputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome to my blog, my stories, and my path of life.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-430281524472817722?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/430281524472817722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=430281524472817722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/430281524472817722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/430281524472817722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2007/12/this-is-mine-again.html' title='This is Mine again'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-112064299117161696</id><published>2005-07-06T17:42:00.000+08:00</published><updated>2005-07-06T17:43:11.170+08:00</updated><title type='text'>Skripsi</title><content type='html'>Skripsi ki sakjane susah yo ? atawa sakjane yo biasa wae ?? Hemmm, deadline lulus wis mundur, berbagai sanak sodare saling berkejar-kejaran buat mendesak saya agar cepat lulus. "Piye nduk skripsimu, kapan rampunge?",begitu seringkali Bapak saya menanyakan kelangsungan si sekerip. Iya kok Beh, ini gue lagi berusaha keras ngerampungke. Uuuugh, jadi jarang deh nonton pilem, baca buku, baca buku, cari bahan mulu.... Pernah seorang teman berkata : " Urip kok koyo ngene ?" Kesannya menggenaskan baged yach, tanpa harapan, en frustrasi.Hahahahaha. Yo pancen urip kok koyok ngono Dab !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-112064299117161696?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/112064299117161696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=112064299117161696' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/112064299117161696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/112064299117161696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2005/07/skripsi.html' title='Skripsi'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-14238660.post-112064277552826023</id><published>2005-07-06T17:37:00.000+08:00</published><updated>2005-07-08T16:44:08.816+08:00</updated><title type='text'>Eyang Bandung</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/4679/1282/1600/chknsoup.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4679/1282/320/chknsoup.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bunda dari ibuku ini adalah orang yang sangat saya kagumi. Bijaksana, halus, menenangkan. Kangen rasanya. Kami bertiga, mas Prama, saya dan Yudha, selalu menyebutnya Eyang Bandung, karena beliau tinggal di Kota kembang itu. ughhh kangen, eyang, pingin maem masakan eyang lagi. ehmmm tapi kapan yah..... Miss u yang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14238660-112064277552826023?l=ririch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ririch.blogspot.com/feeds/112064277552826023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14238660&amp;postID=112064277552826023' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/112064277552826023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/14238660/posts/default/112064277552826023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ririch.blogspot.com/2005/07/eyang-bandung.html' title='Eyang Bandung'/><author><name>Riri,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11862225152243618801</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
